Haji Isam Diisukan Mau Akuisisi Saham BBCA, BCA Beberkan Fakta Sebenarnya
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) buka suara soal isu beredar yang menyebut saham BBCA akan diakuisisi oleh pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Isam.
BCA menepis rumor tersebut dan memastikan informasi mengenai rencana aksi korporasi yang beredar di media sosial tidak benar.
“Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar,” kata EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Sabtu (26/9/2026).
Hera mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengecek informasi melalui sumber resmi, baik situs perusahaan maupun media yang memiliki kredibilitas.
BCA juga menegaskan perusahaan terus menjalankan kegiatan usaha dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, integritas, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
“BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku,” katanya.
Postur Kepemilikan Saham BBCA
Berdasarkan data kepemilikan saham, PT Dwimuria Investama Andalan (DIA) masih menjadi pemegang saham terbesar BCA. Perusahaan tersebut memiliki 67,73 miliar saham atau setara 54,94 persen.
Sementara itu, kepemilikan saham masyarakat tercatat sebesar 44,64 persen. Porsi tersebut terdiri atas 2,51 persen saham masyarakat warkat dan 42,13 persen saham masyarakat nonwarkat.
Perubahan terakhir terjadi pada tingkat pengendali terakhir BCA setelah Bambang Hartono meninggal dunia. Perubahan tersebut disampaikan BCA melalui keterbukaan informasi pada 31 Juli 2026.
Sebelum perubahan tersebut, Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono tercatat sebagai pemegang saham PT DIA yang sekaligus menjadi pemegang saham pengendali terakhir BCA.
Setelah Bambang Hartono meninggal dunia, Robert Budi Hartono menjadi pemegang saham pengendali PT DIA. Persentase kepemilikan Robert di PT DIA tetap sebesar 51 persen.
Dengan perubahan itu, Robert Budi Hartono menjadi pemegang saham pengendali terakhir BCA.
Manuver Haji Isam
- Istimewa
Sementara itu, Haji Isam melalui PT Jhonlin Baratama sebelumnya diketahui menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Low Tuck Kwong dan Elaine Low. Keduanya merupakan pemilik mayoritas saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Perjanjian yang ditandatangani pada 16 September 2026 tersebut berkaitan dengan rencana pengalihan 10.000.000.500 saham biasa BYAN atau setara dengan 30 persen kepemilikan kepada Jhonlin Baratama.
Jika transaksi selesai dan seluruh syarat pendahuluan telah terpenuhi, Haji Isam akan memiliki 30 persen dari total saham beredar BYAN yang mencapai 33.333.335.000 lembar saham. (ant/rpi)
Load more