GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kendaraan Listrik di Ibu Kota, Inilah Berbagai Pertimbangan Alih Guna dari Kendaraan BBM yang Perlu Untuk Dicermati

Memindah orientasi publik dari sebelumnya berkendara menggunakan kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik, tentu bukan perkara mudah.
Minggu, 26 Juni 2022 - 10:33 WIB
Infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Rest Area KM 6 tol Jakarta-Cikampek.
Sumber :
  • tim tvOne

Jakarta - Kendaraan listrik sudah menjadi tren perkembangan terkini di industri otomotif di berbagai negara di belahan dunia. Banyak negara mengamini bahwa salah satu keunggulan menggunakan mobil listrik adalah kebutuhan akan kenyamanan dan tentunya tuntutan untuk ramah terhadap lingkungan.

Memindah orientasi publik dari berkendara menggunakan kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan listrik, tentu bukan perkara mudah. Ada berbagai pertimbangan yang akan diperhatikan oleh masyarakat, terutama mengenai harga kendaraan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baterai sendiri

Memang untuk mewujudkan penggunaan kendaraan listrik bukanlah perkara yang mudah. Salah satu yang menjadi sandungan saat ini dari segi harga yang membuat masyarakat harus berpikir ulang sebelum membelinya.

Beberapa produsen mobil dan motor siap untuk memasok untuk versi murah. Namun--lagi-lagi--masyarakat belum tertarik untuk membeli terutama terkait jaminan usia kendaraan dan baterai.

Dengan demikian, persoalannya kembali kepada penggunaan baterai. Apabila memang ke depan strateginya adalah menggantikan transportasi dengan kendaraan yang menggunakan baterai, sudah sewajarnya dari sekarang dipikirkan untuk memproduksi baterai sendiri termasuk untuk mendaur ulang baterai yang sudah habis usianya.

Belajar dari pengalaman bus listrik TransJakarta yang memiliki "nozel" berbeda dengan kendaraan pada umumnya, maka patut juga dipertimbangkan pemberlakuan SNI setiap kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia.

Terjangkau

(Mobil balap listrik di ajang Formula E Jakarta. Sumber: antara)

Dengan berbagai jaminan ketersediaan dan kepastian infrastruktur kendaraan listrik maka dapat dipastikan harga mobil dan sepeda motor listrik kian terjangkau.

Persoalannya memang baterai, mengingat investor yang berminat juga masih menghitung-hitung "akankah uang yang akan ditanam untuk membangun pabrik baterai bakal balik?".

Harapannya pada peresmian pabrik baterai untuk mobil listrik kolaborasi Hyundari Motor Group dengan LG Energy Solution di Karawang, Jawa Barat, oleh Presiden Joko Widodo bisa menjadi jawaban akan mahalnya kendaraan listrik di Indonesia.

Kalau pabrik itu sudah beroperasi maka volume kendaraan listrik bisa terus bertambah dan harganya lebih terjangkau. Tentunya juga berkualitas. 

Harga Kendaraan Listrik

(Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beserta jajaranselepas InagurasiLayanan Bus Listrik TransJakarta di Jakarta, Selasa (8/3/2022). Sumber: antara)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus menggulirkan program "Langit Biru" seiring dengan kualitas udara yang memburuk sehingga berbagai upaya terus dilakukan agar kualitas udara menjadi sehat. Karena itu, penggunaan kendaraan yang bebas polusi menjadi suatu keharusan.

Meski mobil listrik memiliki sederet keunggulan. Sayangnya pengguna mobil listrik atau dikenal sebagai "Battery Electric Vehicle" (BEV) belum begitu banyak.

Bahkan populasi mobil listrik di Ibu Kota tercatat masih rendah. Berdasarkan data Gaikindo, hanya 687 unit tahun 2021 dan itu pun sudah termasuk armada taksi.

Salah satu yang membuat banyak pertimbangan membeli mobil listrik terletak pada harganya. Seperti salah satu produk buatan Korea untuk versi bensin dikenakan harga Rp363,9 juta, sedangkan untuk versi listrik Rp697 juta.

Selain pertimbangan harga juga menyangkut suku cadang terutama baterai. Pertanyaan yang masih menyeruak saat ini "berapa lama usia pakai dan berapa harga baterai baru kalau nantinya pengisian sudah tidak optimal lagi?".

Pengisian Baterai

(Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang ada di Jakarta. SUmber: antara)

PLN memiliki strategi sendiri dalam rangka mewujudkan program "Langit Biru" dengan terus memberikan dukungan bagi pemilik kendaraan listrik. Yakni menyediakan lebih banyak SPKLU melalui unit distribusi yang ada di Indonesia.

General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya, Doddy B Pangaribuan 
mengatakan, SPKLU telah tersedia di sepanjang jalur Jakarta-Bali. Dengan demikian, pemilik kendaraan listrik tidak perlu khawatir untuk menempuh perjalanan pulang-pergi (pp) Jakarta-Bali.

Tak hanya itu, PLN UID Jakarta Raya juga terbuka menjalin kerja sama dengan mitra untuk mendirikan SPKLU. Menurut Doddy, terdapat sejumlah model kerja sama yang ditawarkan.

SPKLU ini dipastikan akan memberikan keuntungan kepada mitra karena kalau pengisian normal di rumah bisa memakan waktu 17 jam maka di SPKLU hanya membutuhkan waktu kurang dari satu jam. Bahkan dengan ultra cepat (fast) hanya butuh waktu 20 menit.

Saat ini memang baru tersedia 18 unit SPKLU yang dikelola PLN. Sedangkan untuk tahun 2022 ditargetkan bisa 25 SPKLU yang tersebar di 18 lokasi.

Dengan demikian, seiring bertambahnya populasi kendaraan listrik, baik sepeda motor maupun mobil, sudah barang tentu harus dibarengi dengan saran pendukung, yakni SPKLU.

Tak hanya itu, PLN UID Jakarta Raya juga tengah mengincar pemanfaatan transportasi umum berbasis listrik.

Seperti Mayasari sebagai salah satu operator bus TransJakarta yang memiliki 30 unit bus listrik. Meski diakui untuk "nozel" diserahkan kepada pihak ketiga (bukan PLN) mengingat sistem yang dimiliki berbeda dengan kendaraan listrik pada umumnya.

Doddy memastikan PLN UID Jakarta Raya ingin menjalin kerja sama dengan transportasi berbasis listrik mengingat konsumsinya yang besar. Selain itu juga memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat.

Tak hanya itu, TransJakarta masih akan memperbanyak armada bus berbasis listrik dengan ukuran kecil dan medium agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Hal itu seiring dengan kebijakan menekan jumlah penggunaan kendaraan pribadi di Ibu Kota.

Kenyamanan Berkendara

(Bus Listrik Transjakarta. Sumber:antara)

Mengapa disebut berkendara menggunakan kendaraan listrik nyaman? Bagi yang sudah mengemudikan tentu akan mengakuinya. Bayangkan di dalam kokpit mobil listrik sudah tidak ditemukan lagi tuas rem tangan dan persneling. Sebagai gantinya berupa tombol-tombol maju, mundur, netral, parkir dan rem tangan.

Soal kecepatan juga tidak kalah. Torsi awal mobil listrik jauh lebih tinggi dibandingkan mobil berbahan bakar fosil, bahkan yang sudah menggunakan turbo.

Mengenai peredaman juga jangan khawatir karena masih setara dengan mobil bensin atau solar. Bahkan dari segi bobot lebih berat karena harus "menggendong" baterai di dalamnya.

Lantas dari hitung-hitungan biaya untuk satu liter mobil BBM Rp7.650 (Pertalite) dan Rp12.500 (Pertamax) setara mobil listrik 1,3 kWh dengan harga Rp1.200 (harga diskon di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum/SPKLU).

Sebagai gambaran, mobil listrik dengan baterai penuh (biaya pengisian) senilai Rp50.000 mampu menempuh jarak 300 kilometer (km).
Sedangkan mobil berbahan bakar bensin dengan jarak tempuh yang sama rata-rata menghabiskan 30 liter (Rp229.500 untuk Pertalite dan Rp375.000 untuk Pertamax).

Tak hanya itu. Kendaraan listrik juga bebas dari polusi sisa pembakaran maupun suara. Begitu juga dengan limbah baterai sudah terpecahkan karena bisa didaur kembali. (ant/ito)

Update informasi Terkini, dan Jangan Lupa Subscribe:
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA


 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ancol Targetkan Pengunjung Capai 50 Ribu di H+1 Lebaran, Siapkan Pertunjukan Kembang Api

Ancol Targetkan Pengunjung Capai 50 Ribu di H+1 Lebaran, Siapkan Pertunjukan Kembang Api

Ancol Taman Impian mengungkapkan adanya lonjakan pengunjung selama periode libur Lebaran 2026. Terhitung pada H+1 Lebaran, pengunjung capai 50 ribu orang.
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia Era John Herdman, Elkan Baggott Comeback dan Emil Audero Jadi Tembok Utama?

Prediksi Starting XI Timnas Indonesia Era John Herdman, Elkan Baggott Comeback dan Emil Audero Jadi Tembok Utama?

Prediksi starting XI Timnas Indonesia era John Herdman di FIFA Series 2026. Emil Audero jadi andalan, Elkan Baggott comeback, dan Ole Romeny di lini depan.
Hati-Hati, Usai Lebaran Serangan Jantung Bisa Meningkat Drastis, Ini Faktor Pemicunya

Hati-Hati, Usai Lebaran Serangan Jantung Bisa Meningkat Drastis, Ini Faktor Pemicunya

Waspada setelah Lebaran, risiko serangan jantung bisa meningkat akibat pola makan, stres, dan perubahan rutinitas. Kenali faktor pemicunya sejak dini.
Ultimatum Trump Jika Selat Hormuz Tak Dibuka dalam 48 Jam: Iran Bakal Dilumpuhkan

Ultimatum Trump Jika Selat Hormuz Tak Dibuka dalam 48 Jam: Iran Bakal Dilumpuhkan

Presiden AS, Donald Trump beri ultimatum kepada Iran bahwa pihaknya akan menyerang pembangkit listrik negara Asia Barat tersebut jika Selat Hormuz tidak dibuka.
Hadapi Puncak Arus Balik, Polri Kaji Terapkan One Way Lokal pada Senin, 23 Maret 2026

Hadapi Puncak Arus Balik, Polri Kaji Terapkan One Way Lokal pada Senin, 23 Maret 2026

Jelang puncak arus balik Lebaran 2026, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana terapkan satu arah atau one way mulai Senin (23/3/2026) di sejumlah wilayah
Update Harga iPhone 17 Series Maret 2026, Ada Diskon hingga Jutaan!

Update Harga iPhone 17 Series Maret 2026, Ada Diskon hingga Jutaan!

Informasi seputar update harga iPhone 17 Series terbaru Maret 2026 di Indonesia. Cari tahu juga info seputar diskon serta cicilan dalam artikel di bawah ini!

Trending

Netizen Berbondong-bondong Komentari Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk FIFA Series 2026

Netizen Berbondong-bondong Komentari Skuad Timnas Indonesia Pilihan John Herdman untuk FIFA Series 2026

Keputusan John Herdman memilih skuad Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026 menuai pro dan kontra. Netizen soroti soal Mauro Zijlstra hingga Ezra Walian.
Jay Idzes Resmi Dihukum Jelang Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Mantan Wasit Liga Italia Sampai Buka Suara

Jay Idzes Resmi Dihukum Jelang Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Mantan Wasit Liga Italia Sampai Buka Suara

Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, resmi dihukum sebelum tampil di FIFA Series 2026. Hal ini menyebabkan mantan wasit Liga Italia buka suara.
Media Vietnam Tercengang Usai John Herdman Umumkan Skuad 'Mahal' Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Media Vietnam Tercengang Usai John Herdman Umumkan Skuad 'Mahal' Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Skuad mahal Timnas Indonesia pilihan John Herdman jelang FIFA Series 2026 yang mencapai ratusan miliar rupiah sampai membuat media Vietnam ikut tercengang.
Bung Harpa Mulai Curiga kok John Herdman Pilih Cahya Supriadi, Bukan Teja Paku Alam dan Ernando Ari di Timnas Indonesia

Bung Harpa Mulai Curiga kok John Herdman Pilih Cahya Supriadi, Bukan Teja Paku Alam dan Ernando Ari di Timnas Indonesia

Bung Harpa mencoba memprediksi cara berpikir John Herdman yang lebih memilih Cahya Supriadi dan bukan Teja Paku Alam ataupun Ernando Ari di Timnas Indonesia.
3 Hal yang akan Terjadi jika Timnas Indonesia Berhasil Keluar sebagai Juara di FIFA Series 2026

3 Hal yang akan Terjadi jika Timnas Indonesia Berhasil Keluar sebagai Juara di FIFA Series 2026

Jika Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan dalam rangkaian turnamen FIFA Series 2026, setidaknya ada tiga hal bersejarah yang akan terjadi. Apa saja itu?
5 Pemain Timnas Indonesia Ini Minim Menit Bermain di Klub, Tapi Tetap Dipanggil John Herdman

5 Pemain Timnas Indonesia Ini Minim Menit Bermain di Klub, Tapi Tetap Dipanggil John Herdman

Lima pemain Timnas Indonesia tetap dipanggil ke FIFA Series 2026 meski minim menit bermain di klub. Keputusan John Herdman pun jadi sorotan publik.
Jay Idzes Terjebak Wabah di Sassuolo, Bung Harpa Kaget Bukan Main, Terima Kasih Borussia Mönchengladbach

Jay Idzes Terjebak Wabah di Sassuolo, Bung Harpa Kaget Bukan Main, Terima Kasih Borussia Mönchengladbach

Tiga berita bola terpopuler: Jay Idzes terancam absen karena wabah, keputusan John Herdman bikin kaget, dan Kevin Diks resmi diizinkan bela Timnas Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT