News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Indonesia Disebut Berpotensi Jadi Basis Industri Farmasi di Asia Tenggara

Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Ronald Tundang mengatakan ada beberapa pilihan untuk mengembangkan industri farmasi yang dapat diambil Indonesia.
Senin, 23 Januari 2023 - 15:50 WIB
Ilustrasi - Pekerja perusahaan farmasi beraktivitas memproduksi obat.
Sumber :
  • ANTARA

Jakarta - Indonesia merupakan negara dengan potensi besar untuk menjadi basis industri farmasi di wilayah Asia Tenggara. Demikian disampaikan Associate Researcher Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Ronald Tundang lewat keterangannya di Jakarta, Senin (23/1/2023). 

Oleh karena itu, kata dia, Indonesia perlu beralih menjadi industri berbasis inovasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Indonesia perlu memilih kebijakan industri yang tepat dan memperhatikan faktor-faktor yang mendukung kesuksesan. Misalnya menambah anggaran riset dan pengembangan serta menggunakan fleksibilitas pada Hak Kekayaan Intelektual (HKI),” kata Ronald 

Indonesia, lanjutnya, merupakan salah satu proponen pengusul obat dan vaksin COVID-19 sebagai komoditas publik melalui dukungannya atas pengecualian perlindungan HKI untuk obat dan vaksin COVID-19 berdasarkan Perjanjian Hak atas Kekayaan Intelektual yang berhubungan dengan Perdagangan atau Trade-related Intellectual Property Rights Agreement (TRIPs).

Pemerintah telah mengambil kebijakan untuk mendorong kemandirian industri farmasi, khususnya dalam produksi Bahan Baku Obat (BBO), misalnya melalui kebijakan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Pemerintah juga mewajibkan penggunaan produk dalam negeri untuk pengadaan barang dan jasa, termasuk melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Kebijakan lainnya yakni insentif fiskal, seperti pengurangan pajak dan pembebasan bea masuk bagi perusahaan farmasi yang akan memproduksi BBO.

Pemerintah dinilai perlu mempersiapkan kebijakan yang dapat digunakan dalam kondisi normal dan kondisi mendesak semisal pandemi. Kebijakan industri, seperti TKDN dan insentif untuk industri BBO, dapat menambah harga obat dalam kondisi mendesak.

“Harga obat yang terjangkau dan kemandirian industri farmasi merupakan dua tujuan penting, namun berbeda. Harga obat yang terjangkau dapat dicapai melalui impor BBO, sesuatu yang bertentangan dengan kemandirian industri farmasi,” kata Ronald.

Kemandirian industri farmasi dalam jangka panjang, lanjutnya, memang dapat membuat harga obat terjangkau. Namun tidak mudah karena dibutuhkan kapabilitas riset dan pengembangan yang tinggi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ronald menyampaikan ada beberapa pilihan untuk mengembangkan industri farmasi yang dapat diambil Indonesia.

Pertama, Indonesia bisa mengikuti jejak India dan China dengan memproduksi obat generik atau mengikuti jejak Amerika Serikat dan Swiss menjadi pusat pengembangan riset dan teknologi.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lensa Berbicara: Potret Eks Kepala BGN dan Dua Mantan Wakilnya Kenakan Rompi Pink

Lensa Berbicara: Potret Eks Kepala BGN dan Dua Mantan Wakilnya Kenakan Rompi Pink

Kejaksaan Agung menetapkan mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait tata kelola program MBG, Rabu (3/6). 
Resmi Berpaling ke Liga Thailand Bersama Asnawi Mangkualam, Eks Kapten Persebaya Berpeluang Jadi Lawan Persib Bandung

Resmi Berpaling ke Liga Thailand Bersama Asnawi Mangkualam, Eks Kapten Persebaya Berpeluang Jadi Lawan Persib Bandung

Dengan Port FC yang finis sebagai runner up Liga Thailand, Bruno Moreira bahkan berpeluang menjadi lawan bagi juara Super League, Persib Bandung di kompetisi internasional, ASEAN Club Championship. 
Dedi Mulyadi Temukan Kotak Pandora Pembunuhan Keluarga Indramayu, Arjun Curiga Bangunan di Depan Rumah Aman Yani

Dedi Mulyadi Temukan Kotak Pandora Pembunuhan Keluarga Indramayu, Arjun Curiga Bangunan di Depan Rumah Aman Yani

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) menemukan fakta baru saat undang Arjun guna ungkap misteri Aman Yani dalam pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni Indramayu.
Sempat Dikabarkan Batal Gabung, Calvin Verdonk Ternyata Sudah OTW Jakarta untuk Perkuat Timnas Indonesia!

Sempat Dikabarkan Batal Gabung, Calvin Verdonk Ternyata Sudah OTW Jakarta untuk Perkuat Timnas Indonesia!

Sempat diragukan bergabung dengan kondisi urusan keluarga, Calvin Verdonk akhirnya akan bergabung dengan Timnas Indonesia. 
Dua Tahun di Indonesia Tanpa Liga, Satoru Mochizuki Putar Otak Demi Selamatkan Timnas Indonesia Putri

Dua Tahun di Indonesia Tanpa Liga, Satoru Mochizuki Putar Otak Demi Selamatkan Timnas Indonesia Putri

Tak digelarnya Liga Putri secara profesional di Indonesia memaksa Satoru Mochizuki mengumpulkan Safira Ika cs untuk membangun skuad Timnas Indonesia Putri.
Langkah Cerdas Dedi Mulyadi Atasi Krisis Sampah Jabar, Siapkan Solusi Jangka Panjang Sebelum TPA Penuh

Langkah Cerdas Dedi Mulyadi Atasi Krisis Sampah Jabar, Siapkan Solusi Jangka Panjang Sebelum TPA Penuh

Persoalan sampah yang kian mengkhawatirkan di Jawa Barat mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Tolak tetapkan status darurat sampah.

Trending

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dicopot Prabowo sebagai Kepala BGN, Harta Kekayaan Dandan Hindayana Jadi Sorotan Publik

Usai Dandan Hindayana dicopot Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN, pada Selasa (2/6/2026). Kini publik soroti harta kekayaan Dandan Hindayana. Untuk
Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang Pernah Sidak Dapur SPPG di Bawah Kandang Burung Walet

Sebelum Presiden Prabowo Subianto tunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (Kepala BGN) gantikan Dadan Hindayana. Ternyata sepak terjang Nanik
Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Adu Harta Kepala BGN Lama dan Baru: Dadan Hindayana vs Nanik S Deyang, Siapa Lebih Tajir?

Perbandingan harta kekayaan Dadan Hindayana dan Nanik S Deyang yang sama-sama pernah memimpin Badan Gizi Nasional. Simak rincian aset, properti, kendaraan
Beredar Kabar Dadan Hindayana Cs Dijemput, Kejagung: Nanti Dirilis Resmi

Beredar Kabar Dadan Hindayana Cs Dijemput, Kejagung: Nanti Dirilis Resmi

Beredar kabar mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua mantan Wakil Kepala BGN, yakni Lodewyk Pusung dan Sonny Sanjaya dijemput. 
Kubu Pemilik Kapal Tongkang Pembawa Muatan Tambang Klaim Dapat Sorotan dari KSP: Kami Menyajika Fakta

Kubu Pemilik Kapal Tongkang Pembawa Muatan Tambang Klaim Dapat Sorotan dari KSP: Kami Menyajika Fakta

Penangkapan Kapal Tongkang Capicorn milik PT Putera Mineral Mandiri (PPM) yang mengangkut 25 kontainer muatan bahan mineral tambang timah dan ilminite yang akan diekspor ke Singapura menuai berbuntut panjang.
Breaking News! Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung, Tangan Diborgol dan Muka Tertunduk Lesu

Breaking News! Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Ditahan Kejagung, Tangan Diborgol dan Muka Tertunduk Lesu

Dadan Hidayana yang diringkus Kejagagung terlihat keluar dari Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) dengan mengenakan rompi tahanan dan memasang muka lesu.
DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

DPR Ungkap Alasan Utama Nanik S Deyang Ditunjuk Gantikan Dadan Hindayana Jadi Kepala BGN

Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menyebut pergantian Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) telah melalui pertimbangan dan evaluasi yang matang.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT