DPR Dorong Elektrifikasi Transportasi, Klaim Bisa Pangkas Beban APBN hingga 30%
- Pixabay
Dengan berkurangnya impor, tekanan terhadap neraca perdagangan dapat ditekan, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.
Sugeng menilai, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada penghematan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian energi nasional.
Dorong Transisi Energi Berkelanjutan
Elektrifikasi transportasi juga sejalan dengan agenda transisi energi menuju sumber yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan listrik, terutama jika didukung energi terbarukan, akan membantu menekan emisi karbon.
Dengan demikian, kebijakan ini memiliki dua manfaat sekaligus, yakni efisiensi fiskal dan keberlanjutan lingkungan.
Sugeng menegaskan bahwa momentum ini harus dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan transformasi energi secara menyeluruh dan terarah.
Tantangan Implementasi
Meski memiliki potensi besar, implementasi elektrifikasi transportasi tetap menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari infrastruktur hingga kesiapan industri.
Ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik, harga kendaraan, hingga kesiapan masyarakat menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Namun demikian, dengan dukungan kebijakan yang tepat dan konsisten, elektrifikasi transportasi dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi beban subsidi energi sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional. (nsp)
Load more