News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tren Penyakit Kronis Bergeser ke Generasi Muda, Gaya Hidup Jadi Pemicu Utama

Banyaknya anak muda yang kini terserang penyakit kronis umumnya diakibatkan konsumsi makanan cepat saji dan minuman bersoda secara berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup.
Rabu, 13 Mei 2026 - 20:56 WIB
Ilustrasi para lansia sedang melakukan pemeriksaan Kesehatan.
Sumber :
  • Dok. BPJS Kesehatan

Jakarta, tvOnenews.com - Tren usia penderita penyakit kronis kini mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya identik dengan kelompok lanjut usia (lansia), saat ini penyakit kronis semakin banyak ditemukan pada masyarakat usia produktif.

Kondisi ini juga dirasakan pemilik Klinik Sehat Setia Brebes, Munaryo. Ia mengungkapkan bahwa selama belasan tahun menjalankan Klub Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), sebelumnya hampir tidak ada pasien penyakit kronis berusia di bawah 40 tahun yang datang berobat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pasien usia muda terus meningkat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Setiap bulan kami mengelola 400-450 pasien Prolanis diabetes melitus, hipertensi, dan jantung. Rata-rata usianya memang 40 tahun ke atas. Dalam lima tahun terakhir, semakin banyak pasien yang usianya di bawah 40 tahun. Bahkan kini kami punya pasien hipertensi dan pasien diabetes melitus berusia di bawah 30 tahun,” tutur Munaryo, saat diwawancara melalui telepon pada Rabu (13/5/2026).

Munaryo menjelaskan, dari sisi medis pergeseran usia penderita penyakit kronis dipengaruhi banyak faktor, salah satunya pola hidup masyarakat. Menurutnya, generasi muda kini cenderung mengonsumsi makanan cepat saji dan minuman bersoda secara berlebihan tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup.

“Kebiasaan ini sudah merembet ke anak-anak kecil, sehingga saya pribadi memprediksi dalam 20 tahun mendatang tren penderita pasien kronis berusia muda bisa menjadi tinggi sekali. Kalau tidak segera ditangani, bahaya. Bisa menjadi bom waktu bagi kita. Ini menjadi tanggung jawab bersama antara tenaga kesehatan, pemerintah, BPJS Kesehatan, hingga pegiat media sosial untuk proaktif mengedukasi masyarakat,” ungkapnya.

Sebagai salah satu Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) pelopor Prolanis di wilayah Brebes dan sekitarnya, Klinik Sehat Setia rutin memberikan edukasi mengenai penyakit kronis kepada peserta Prolanis, baik secara individu maupun kelompok. Edukasi dilakukan setiap Minggu setelah kegiatan senam bersama.

Selain itu, Munaryo juga memanfaatkan grup WhatsApp dan media sosial untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.

“Bagi pasien yang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk datang ke klinik, kami punya layanan home visit, kami yang akan datang ke rumah pasien. Selain itu kami juga rutin mengecek data kunjungan peserta Prolanis, kami pantau jadwal kontrol peserta tersebut. Kalau terlambat kontrol, kita segera rangkul supaya kembali kontrol,” ujar Munaryo.

Ia menegaskan dokter FKTP memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada pasien penyakit kronis beserta keluarganya. Dukungan keluarga dan tenaga medis dinilai penting untuk menjaga semangat hidup pasien.

“Banyak pasien kami yang mengasosiasikan penyakit kronis dengan kematian. Kami upayakan pendekatan sosiologis maupun dari sisi rohani agar pasien tidak pesimis, kami yakinkan bahwa penyakitnya bisa dikendalikan dengan hidup sehat. Pesan saya untuk masyarakat, kita bisa memilih untuk sehat. Sehat itu bukan takdir, tapi sesuatu yang kita tentukan sendiri. Jangan ditunda,” tegasnya.

Sebagai informasi, sepanjang 2025 BPJS Kesehatan tercatat mengeluarkan biaya sebesar Rp50,3 triliun untuk membiayai 59,9 juta kasus penyakit kronis, seperti jantung, stroke, gagal ginjal, kanker, dan penyakit lainnya.

Penyakit tersebut kerap muncul sebagai komplikasi dari hipertensi dan diabetes melitus yang dialami pasien. Padahal, risiko penyakit kronis dapat ditekan sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat.

BPJS Kesehatan juga telah meluncurkan Program Prolanis Muda untuk menjawab tantangan meningkatnya kasus hipertensi dan diabetes melitus pada usia produktif. Program tersebut ditujukan bagi peserta JKN berusia di bawah 45 tahun yang terdiagnosis hipertensi atau diabetes melitus.

Melalui pendekatan berbasis komunitas, Prolanis Muda diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku hidup sehat secara berkelanjutan di kalangan generasi muda.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Apa Kabar Mees Hilgers yang Lama Menepi karena Cedera ACL? Ngaku Sudah Kontak John Herdman

Apa Kabar Mees Hilgers yang Lama Menepi karena Cedera ACL? Ngaku Sudah Kontak John Herdman

Kabar segar menghampiri lini pertahanan Timnas Indonesia. Bek tangguh Mees Hilgers menyuarakan optimismenya untuk bisa kembali mengenakan jersey Merah Putih ...
Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026: Max Verstappen Sukses Amankan Pole Position Asapi George Russell

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026: Max Verstappen Sukses Amankan Pole Position Asapi George Russell

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026 yang berlangsung di Sirkuit Marina Bay, Jumat 9 Oktober dengan sukses Max Verstappen amankan pole position.
Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah melalui program Sekolah Rakyat.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.

Trending

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026: Max Verstappen Sukses Amankan Pole Position Asapi George Russell

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026: Max Verstappen Sukses Amankan Pole Position Asapi George Russell

Hasil Kualifikasi Sprint Race F1 GP Singapura 2026 yang berlangsung di Sirkuit Marina Bay, Jumat 9 Oktober dengan sukses Max Verstappen amankan pole position.
Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Imbas Kekalahan Aneh 6-0 dari Malaysia Masih Terasa, PSSI-nya Singapura Banjir Kritik Usai Umumkan FIFA Matchday Lawan Brasil

Federasi Sepak Bola Singapura (FAS) menuai kritik setelah mengumumkan laga persahabatan melawan Brasil dan Paraguay pada November 2026.
Akses Kerja Masih Tertutup, Ratusan Karyawan Minta Gubernur Jakarta Turun Tangan

Akses Kerja Masih Tertutup, Ratusan Karyawan Minta Gubernur Jakarta Turun Tangan

Ratusan karyawan Club de Arjuna mendesak Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung turun tangan membuka akses menuju tempat usaha mereka yang masih tertutup tembok.
Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral Tsunami 60 Meter Akibat Erupsi Anak Krakatau, Badan Geologi Bongkar Fakta Video TikTok yang Bikin Resah

Viral kabar tsunami 60 meter akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dipastikan hoaks oleh Badan Geologi. Simak fakta erupsi, status Waspada, dan radius aman
Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Upaya Putus Rantai Kemiskinan, Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat

Pemerintah Indonesia terus menggenjot pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah melalui program Sekolah Rakyat.
Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Video Asusila 13 Menit Diduga Pakai Seragam Poltekkes Bandung Viral, Pihak Kampus Ungkap Fakta Ini

Viral video asusila berdurasi 13 menit diduga memakai atribut Poltekkes Bandung. Pihak kampus membantah pemeran dalam rekaman merupakan mahasiswinya.
Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Mobil Bergaya RWB Ingin Tampil Beda Tanpa Cat Ulang? Ini Teknologi Wrapping Gentian Blue yang Wajib Disimak

Tampilan mobil bergaya RWB bisa diperbarui lewat wrapping Gentian Blue bertekstur liquid metal. Gaya modifikasi mobil ala Rauh-Welt Begriff (RWB)
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT