Tips Amankan Keuangan Jangka Panjang Bagi Pemula
- Antara
3. Diversifikasi
Agar investasi kamu bisa cuan maksimal dengan risiko minimal, maka kamu harus melakukan diversifikasi, artinya, jangan habiskan dana kamu hanya untuk satu instrumen investasi.
Sebar dananya di berbagai instrumen yang berbeda, misalnya obligasi 70 persen, deposito 10 persen, saham 20% persen.
Apa tujuannya? Supaya meminimalisir kerugian apabila ada instrumen investasi yang sedang turun.
4. Ketahui tujuan investasi
Tujuan investasi memang utamanya adalah untuk mendapatkan keuntungan, tetapi motif spesifik setiap orang bisa berbeda-beda.
Ada yang ingin berinvestasi untuk tabungan jangka panjang, tetapi ada juga yang ingin berinvestasi untuk dijadikan media utama menambah kekayaan sebanyak-banyaknya.
Berbeda tujuan, berbeda risiko, pasti berbeda juga jenis investasinya. Nah, kamu perlu pastikan soal ini, supaya tak salah langkah saat berinvestasi.
5. Belajar, belajar, dan belajar
Saat berinvestasi, cobalah untuk mencari komunitas atau mentor yang bisa membimbingmu berinvestasi secara baik dan benar karena kita tidak menanam uang secara pasif, sehingga insting bisnis dan pasar investor pemula perlu sedikit diasah.
Investasi itu seperti berenang, kalau tidak ada guru yang membimbing, kita bisa tenggelam dan tidak ada yang menolong.
Dengan begitu, penting bagi semua investor, apalagi investor pemula untuk mempelajari jenis-jenis investasi yang akan dijalankan, mulailah dari mempelajari syarat, ketentuan, biaya, aturan main, mekanisme keuntungan, dan risikonya.
Jangan asal-asalan menanam uang hanya dari mendengar gosip saja dan kalau perlu, konsultasikan dengan ahli keuangan terdekat.
6. Pelajari profil risikomu
Setiap orang memiliki gaya berinvestasi dan menyisihkan uang yang berbeda-beda, tandanya profil risiko setiap orang tidaklah sama.
Ada orang-orang yang lebih suka berinvestasi langsung dengan nilai yang cukup besar, meskipun ia tidak bisa memastikan apakah 100 persen uangnya akan kembali, tetapi ia tahu jika uangnya kembali maka hasilnya juga akan lebih besar lagi. Ini berarti profil risikonya tinggi.
Namun, ada juga yang main aman dengan investasi kecil-kecilan, hasilnya juga tidak seberapa, tetapi konsisten ia bisa mendapatkan hasil setiap bulan, misalnya dengan bermain reksa dana. Ini berarti profil risikonya rendah.
Load more