GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Covid-19 Melandai, Warga Manggarai Berani Gelar Acara Budaya

Atraksi caci yang digelar di Rentung menimbulkan kerumunan dan berisiko menjadi klaster penularan Covid-19.
Rabu, 22 September 2021 - 09:15 WIB
Atraksi Caci di Manggarai, NTT
Sumber :
  • Jo Kenaru

Manggarai, NTT- Bunyi rancak gong dan gendang membahana di tengah-tengah halaman kampung Rentung. Puluhan pria bertelanjang dada sama-sama mengenakan celana putih dibalut sarung songket terikat sampai di lutut. 

Kepala mereka dipasang pelindung dengan kain disampir sepanjang pundak. Sapu tangan putih yang dihias renda-renda diikat pada dua sisi giring-giring yang tergantung di pinggang. Para pria dewasa itu berjingkrak memutari arena.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Suara pada perisai menandakan para petarung segera menukar peran. Caci menyerang dengan cemeti (larik) sebagai senjata yang dibuat dari irisan kulit kerbau kering sementara lawannya menangkis dengan prisai bundar atau ngiiling yang juga terbuat dari kulit kerbau.

Terkena sabetan ujung cemeti yang pipih sudah pasti menimbulkan luka untuk para pecaci.

 Seolah larut dalam sengitnya atraksi, penonton yang memadati arena seolah abai dengan prokes Covid-19. Para penonton berdiri berdesak-desakan. Sedikit sekali yang memakai masker.

Digelar saat PPKM

Pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali mulai 21 September – 4 Oktober 2021.

Atraksi caci yang digelar di Rentung menimbulkan kerumunan dan berisiko menjadi klaster penularan Covid-19.

Selaku ketua panitia acara, Kanisius Mbombot menjelaskan, acara caci terpaksa dilaksanakan karena sudah ditetapkan dalam musyawarah bersama tokoh-tokoh kampung.

Dan keputusan yang diambil, lanjutnya, menyesuaikan kondisi kasus Covid-19 di Manggarai yang sudah menurun tajam.

“Ini terpaksa kami lakukan, tapi kami tidak mau abaikan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah. Kami juga mengikuti perkembangan informasi kasus Covid-19 yang terus menurun sehingga kami tidak segan tidak ragu untuk melaksanakan acara ini,” ujar Kanisius ketika diwawancarai tvOnenews, Selasa (21/9).

 Terpisah, Jubir Satgas Covid-19, Lodivikus Moa menegaskan, acara caci yang diadakan di Rentung Desa Belang Turi Kecamatan Ruteng itu tidak mendapat persetujuan dari Satgas Covid-19 Kabupaten Manggarai.

 “Itu tidak disetujui oleh gugus tugas sebab Manggarai masih dalam PPKM level dua,” kata Lodi Moa.

Lodi berkata, tak hanya di Rentung, acara caci atau keramaian lain yang dilaksanakan di beberapa tempat di Manggarai selama masa PPKM berlangsung tanpa seizin gugus tugas.

Menurut Lodi Moa, angka penularan Covid-19 di Kabupaten Manggarai sudah turun jauh. Saat ini hanya 4 pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD dr Ben Mboi Ruteng. Level PPKM pun kata dia, sudah diturunkan ke level dua.

Caci, Perpaduan Seni Gerak dan Uji Ketangkasan

Caci merupakan laga adat, warisan budaya turun-temurun orang Manggarai. Biasa dihelat saat acara adat besar dan syukuran tertentu. Ornamen caci cukup banyak, masing-masing memiliki filosofi.

Serangan cemeti pada laga caci tidak seenaknya, mirip aturan tinju, yang melarang pecaci tidak boleh memukul pada bagian pinggang ke bawah.

Uniknya, pecaci yang selesai menerima serangan lawan harus memekikkan yel-yel atau paci karena caci dan paci bak dua sisi mata uang sebagai penunjuk identitas si pemain caci itu sendiri. Yel-yel atau paci boleh diteruskan dengan nyanyian. 

Caci merupakan seni gerak dan uji ketangkasan. Jika lengah pecaci pasti menderita luka di badan juga di bagian wajah.

Mengajarkan nilai sportivitas dan fraternitas (persaudaraan), pagelaran caci tidak dikenal istilah menang atau kalah. Caci justru sebagai perekat relasi sosial.

Dalam Rangka Syukuran Kampung

Lebih lanjut Kanisius Mbombot menjelaskan, caci yang digelar selama dua hari yaitu 20-21 September 2021 merupakan rangkaian acara menuju puncak acara “Penti” yaitu acara syukuran kampung Rentung yang puncaknya dilaksanakan pada 23 September 2021. 

Penti merupakan salah satu upacara adat bagi orang Manggarai, Flores NTT yang hingga kini masih dilestarikan. Penti adalah sebuah ritual adat yang memiliki makna yang luhur sebagai ucapan syukur kepada Tuhan YME dan leluhur atas hasil panen.

Menurut Kanisius, penti weki peso beo Rentung sudah diagendakan sejak tahun 2020. Pria 62 tahun itu mengatakan, acara penti di Rentung terakhir diadakan pada tahun 2012 lalu.

“Penti weki peso beo (syukuran) untuk kapu gauk saka gawas (kebaikan) leluhur pada beberapa tahun yang telah dilewati. Sejak tahun 2012 baru dibuatkan hal yang sama. Tujuannya agar masyarakat bolek loke baca tara, ita hang ciwal bae hang mane (sejahtera) wus rucuk kandos dango (tidak kesusahan),” terang Kanisius yang bertutur menggunakan Bahasa Manggarai. 

Acara ini menurutnya sudah diagendakan sejak lama dan diputuskan oleh para tetua kampung dan para kepala suku di kampung Rentung.

“Penti diawali dengan sanda mbata atau nyanyian adat, dilanjutkan dengan pantek (acara pembuka),” imbuh dia.

Selain beragam ritual adat menuju acara puncak penti, diselingi dengan keramaian rakyat berupa pentas caci. Sebelum acara puncak masih ada sederetan ritual mata air, sawah dan ladang ditutup dengan doa ada yang didaraskan di atas batu mesbah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Karena filosofi kehidupan sebuah kampung itu terdiri gendang one lingkon peang berpusat di rumah adat dan berakhir di kebun, compang bate dari (tempat berjemur), natas bate labar (halaman tempat bermain) wae bate teku (tempat timba), uma bate duat (kebun),” Kanisius menjelaskan.

Acara penti berpuncak pada penyembelihan hewan kurban dan pemberian sesajen di dalam rumah adat yang biasa disebut takung mangko mese dan takung langkar. Penti biasa ditutup dengan ritual congka nggolong. (Jo Kenaru/act)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Aprilia Bagikan Update Kondisi Jorge Martin yang Dilarikan ke Rumah Sakit Pasca Crash di Tes MotoGP Catalunya 2026

Aprilia Bagikan Update Kondisi Jorge Martin yang Dilarikan ke Rumah Sakit Pasca Crash di Tes MotoGP Catalunya 2026

Aprilia memberikan kabar terbaru terkait kondisi dari Jorge Martin pasca juara dunia 2024 itu mengalami crash saat Tes MotoGP Catalunya 2026.
Jelang Idul Adha Sapi Warga Lumajang Ini Raib Dicuri, Polisi Lakukan Pencarian

Jelang Idul Adha Sapi Warga Lumajang Ini Raib Dicuri, Polisi Lakukan Pencarian

Nasib apes dialami Mistah (40) warga Desa Tegalbangsri, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang yang menjadi korban pencurian hewan kurban jenis sapi miliknya.
Lando Norris akan Tinggalkan Formula 1? Juara Dunia F1 2025 Mengaku Tertarik untuk Jalani Uji Coba di Formula E

Lando Norris akan Tinggalkan Formula 1? Juara Dunia F1 2025 Mengaku Tertarik untuk Jalani Uji Coba di Formula E

Juara dunia F1 2025, Lando Norris, memberi sinyal ketertarikannya menjajal mobil Formula E dalam waktu dekat.
Hasil Malaysia Masters 2026: Lewati Babak Kualifikasi, Kadek Dhinda Langsung Jumpa Ratchanok Intanon di Babak Utama

Hasil Malaysia Masters 2026: Lewati Babak Kualifikasi, Kadek Dhinda Langsung Jumpa Ratchanok Intanon di Babak Utama

Hasil Malaysia Masters 2026 sektor tunggal putri yang mempertemukan Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi menghadapi Lo Sin Yan Happy pada babak kualifikasi
Geledah Rumah Pengusaha Terkait Kasus Bupati Ponorogo, KPK Dapati Barang Bukti Ini

Geledah Rumah Pengusaha Terkait Kasus Bupati Ponorogo, KPK Dapati Barang Bukti Ini

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah seorang pengusaha di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Senin (18/5/2026).
Duduk Perkara Perseteruan Antara Ahmad Bahar dan Hercules Hingga Anaknya Dibawa ke Markas Grib Jaya

Duduk Perkara Perseteruan Antara Ahmad Bahar dan Hercules Hingga Anaknya Dibawa ke Markas Grib Jaya

Perseteruan Ahmad Bahar dan Hercules bermula dari video AI yang terkirim ke WhatsApp pribadi hingga anak Ahmad Bahar dibawa ke markas GRIB Jaya.

Trending

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

Trend Terpopuler: Jawaban Tegas Sherly Tjoanda Tak Bisa Bantu Warga, hingga Dedi Mulyadi Terkejut Didatangi Warga Papua

jawaban tegas Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda yang tidak bisa membantu warga. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terkejut saat didatangi oleh warga Papua
News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

News Terpopuler: FSGI Sebut Juri LCC Kalbar Tak Belajar dari Pengalaman, hingga Gebrakan Dedi Mulyadi Menata Tambang di Jabar

FSGI sebut juri Lomba Cerdas Cermat di Kalimantan Barat tidak belajar dari pengalaman. Gebrakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi serius menata pertambangan 
Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Dedi Mulyadi Semprot Kadis Kehutanan, Pekerja yang Harus Merawat Bibit Pohon Malah Dialihkan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meninjau langsung penataan kawasan eks Hibisc Fantasy dan meminta penambahan personel guna mempercepat proses reboisasi.
Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Mahkota Binokasih Kembali ke Sumedang, Dedi Mulyadi Beri Instruksi Keras ke Kepala Daerah: Tata Kota dan Jaga Estetika

Puncak rangkaian Kirab Mahkota Binokasih Tatar Sunda resmi berakhir dengan prosesi penyerahan kembali mahkota legendaris ke Keraton Sumedang Larang, Senin (18/5). 
Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler Kemarin: KDM Tiba-Tiba Minta Maaf, Sikap Resmi SMAN 1 Sambas, Sherly Tjoanda Tegas soal Pinjol 

Terpopuler kemarin, 18 Mei 2026: KDM tiba-tiba minta maaf, sikap resmi SMAN 1 Sambas, hingga Sherly Tjoanda sampaikan keputusan tegas soal pinjol.
Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Nasib Josepha Setelah Viral 'Dicurangi' Juri: Akan Dapat Jabatan Mentereng dan Tak Ada Lomba Cerdas Cermat Ulang

Rencana Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI untuk menggelar kembali babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dipastikan batal. 
Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Tak Cukup Rekrut Sahabat Megawati Hangestri, Pink Spiders Makin Garang Usai Datangkan Pevoli Kuba

Pink Spiders semakin menunjukkan ambisinya jelang musim baru setelah merekrut Yensy Kindelán, usai sebelumnya juga mendatangkan sahabat Megawati Hangestri.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT