GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bye-bye Diabetes Dan Sembelit, dr Zaidul Akbar Bilang Gula Darah Stabil dan BAB Lancar Hanya Dengan Bahan Ini: Jika Dimakan Bersama Kulitnya....

Dr Zaidul Akbar memberikan tips untuk Anda yang ingin terhindar dari risiko penyakit diabetes dan bahkan bisa membuat BAB jadi lancar. Bahan ini lebih sehat dari nasi
Selasa, 5 November 2024 - 18:09 WIB
Bye-bye Diabetes Dan Sembelit, dr Zaidul Akbar Bilang Gula Darah Stabil dan BAB Lancar Hanya Dengan Bahan Ini: Jika Dimakan Bersama Kulitnya....
Sumber :
  • Youtube dr Zaidul Akbar

tvOnenews.com - Dr Zaidul Akbar bilang hanya dengan bahan ini Anda bisa menjauhkan resiko diabetes dan bisa melancarkan buang air besar (BAB).

Sebagai informasi, ubi jalar adalah salah satu sumber karbohidrat alami yang kaya akan nutrisi dan manfaat kesehatan, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kadar gula darah stabil dan mencegah risiko diabetes. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ahli kesehatan dan pendakwah, dr. Zaidul Akbar, membagikan tips dan pandangan mengenai manfaat ubi jalar sebagai bagian dari pola makan sehat. 

Menurutnya, jika diolah dengan cara yang tepat, ubi jalar bisa menjadi pilihan yang lebih sehat daripada nasi putih yang sering kali menjadi makanan pokok sehari-hari.

Dalam ceramahnya, dr. Zaidul mengajak masyarakat untuk mencontoh cara-cara tradisional dalam mengolah ubi, seperti yang dilakukan oleh orang-orang zaman dahulu. 

Di Indonesia, terdapat berbagai jenis ubi, seperti ubi talas, ubi singkong, dan ubi jalar, yang biasa dijadikan sumber pangan. 

Ubi sering diolah menjadi getuk, sebuah makanan khas yang pada umumnya dicampur dengan kelapa parut sebagai pelengkap. 

Menurut dr. Zaidul, mencampurkan kelapa dengan ubi jalar memiliki manfaat kesehatan yang signifikan. 

"Getuk itu dicampurkan dengan kelapa, ilmunya di sini, ubi dan kelapa adalah kombinasi yang sempurna," katanya dalam salah satu unggahan di kanal YouTube-nya.

Manfaat Kombinasi Ubi dan Kelapa untuk Gula Darah

Menurut dr. Zaidul, perpaduan antara ubi dan kelapa bisa membantu mencegah lonjakan gula darah setelah mengonsumsinya. 

Ubi jalar mengandung karbohidrat, sementara kelapa mengandung lemak yang berfungsi memperlambat penyerapan karbohidrat ke dalam darah. Dengan kata lain, kombinasi ini membantu menstabilkan kadar gula darah.

Ilustrasi Ubi Jalar
Ilustrasi Ubi Jalar
Sumber :
  • Istockphoto

 

"Apabila anda mengonsumsi karbohidrat yang dimakan itu kalau mau tidak membuat gula darah kita ngelonjak setelahnya, kasih dia kelapa," tambah dr. Zaidul. 

Selain kelapa, ia juga menyarankan penggunaan minyak kelapa atau minyak kelapa murni (VCO) dalam olahan ubi sebagai upaya untuk menghindari kenaikan gula darah yang signifikan.

Di zaman sekarang, ubi cenderung diabaikan sebagai sumber karbohidrat dan digantikan dengan nasi putih. 

Namun, dr. Zaidul menjelaskan bahwa ubi sebenarnya jauh lebih sehat dan tidak menyebabkan kenaikan gula darah setinggi nasi putih. 

Mengganti nasi dengan ubi jalar dapat menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin menjaga kesehatan tubuh tanpa khawatir akan lonjakan gula darah. 

Ia menyarankan untuk mengukus ubi bersama kulitnya setelah dibersihkan, karena kandungan nutrisinya lebih lengkap jika dimakan bersama kulit.

"Yang menarik bahkan jika dimakan bersama kulitnya kandungan beta karotennya bisa lima kali lipat," ujarnya dalam unggahan di akun Instagramnya @zaidulakbar pada 2 Februari 2022.

Ubi jalar dikenal mengandung beta karoten yang tinggi, terutama pada ubi jalar berwarna oranye dan ungu. Beta karoten adalah antioksidan aktif yang menjadi komponen utama vitamin A. 

Antioksidan ini penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh dan menjaga kesehatan mata. Semakin pekat warna ubi jalar, semakin tinggi pula kandungan beta karotennya. 

Selain itu, ubi jalar juga mengandung lutein dan zeaxanthin, dua jenis antioksidan lain yang membantu mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas.

Bagi penderita diabetes atau mereka yang ingin menjaga kadar gula darah, ubi jalar menjadi pilihan yang baik karena memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi putih. 

Menurut penelitian, konsumsi ubi jalar dapat membantu mengontrol kadar gula darah karena kandungan seratnya yang tinggi, khususnya serat larut yang berfungsi memperlambat pencernaan karbohidrat dan penyerapan gula dalam tubuh. 

Penelitian juga menunjukkan bahwa serat larut dan karbohidrat kompleks dalam ubi jalar membuatnya dicerna lebih lambat, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang mendadak.

Ubi jalar juga kaya akan oligosakarida, yaitu sejenis serat yang menjadi makanan bagi mikrobioma dalam sistem pencernaan kita. 

Ilustrasi Ubi Jalar
Ilustrasi Ubi Jalar
Sumber :
  • Istockphoto

 

Oligosakarida bermanfaat sebagai prebiotik, yaitu zat yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Bakteri ini penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dan meningkatkan metabolisme tubuh.

"100 gram ubi jalar ini hanya mengandung 118 kalori, bebas lemak, dan tidak menyebabkan kenaikan drastis gula darah di tubuh," imbuh dr. Zaidul.

Dr. Zaidul memberikan tips sederhana untuk mengolah ubi secara sehat. Sebaiknya ubi dikukus bersama kulitnya, tentunya setelah dicuci bersih dan dibuang bagian kulit tipis yang kehitaman. 

Dengan cara ini, kandungan nutrisinya tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Pengolahan dengan dikukus juga membantu mempertahankan tekstur dan rasa alami ubi, tanpa tambahan minyak atau lemak berlebih yang tidak diperlukan.

Ubi jalar adalah pilihan yang baik sebagai sumber karbohidrat alami. Dengan mengonsumsinya bersama kelapa atau minyak kelapa, manfaat ubi jalar dapat dirasakan secara optimal, terutama dalam menjaga kadar gula darah dan mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dr. Zaidul Akbar menyarankan kita untuk tidak melupakan makanan alami seperti ubi jalar, yang telah terbukti bermanfaat dan sesuai dengan pola makan sehat.

Terutama bagi yang ingin mengurangi konsumsi nasi dan mencari alternatif yang lebih ramah bagi kadar gula darah. (udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Maarten Paes Gigit Jari, John Herdman Mulai Kepincut Kiper Arema untuk Gabung Timnas Indonesia?

Maarten Paes Gigit Jari, John Herdman Mulai Kepincut Kiper Arema untuk Gabung Timnas Indonesia?

Penampilan gemilang Adi Satryo bersama Arema FC di hadapan John Herdman membuka peluang kembali ke Timnas Indonesia. Akankah posisi Maarten Paes terancam?
Sosok Polwan yang Dititipi Koper Narkoba oleh Kapolres Bima AKBP Didik, Punya Hubungan di Masa Lalu

Sosok Polwan yang Dititipi Koper Narkoba oleh Kapolres Bima AKBP Didik, Punya Hubungan di Masa Lalu

Tabir gelap di balik kasus narkoba yang menjerat Kapolres Bima Kota nonaktif, AKBP Didik Putra Kuncoro, semakin terkuak. 
Bukan Karena Tulang Punggung Keluarga, Ini Alasan Utama Polisi Tangguhkan Penahanan Habib Bahar bin Smith

Bukan Karena Tulang Punggung Keluarga, Ini Alasan Utama Polisi Tangguhkan Penahanan Habib Bahar bin Smith

Polres Metro Tangerang Kota memilih mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap Habib Bahar bin Smith yang telah berstatus sebagai tersangka dugaan penganiayaan.
Hancur Lebur di ACL 2, Bojan Akui Mental Pemain Persib Terdampak

Hancur Lebur di ACL 2, Bojan Akui Mental Pemain Persib Terdampak

Bojan Hodak akui mental Persib terdampak usai kalah telak dari Ratchaburi di ACL 2. Namun ia optimistis Maung Bandung bangkit dan membalas di leg kedua demi tiket lolos.
Maraknya Kecelakaan di Jalan, Guru Besar UI Dorong Desain Jalan Berbasis Batas Kemampuan Manusia

Maraknya Kecelakaan di Jalan, Guru Besar UI Dorong Desain Jalan Berbasis Batas Kemampuan Manusia

Maraknya kecelakaan di jalan membuat Prof. Martha Leni Siregar memaparkan konsep Visi Nol Fatalitas sebagai upaya untuk mengurangi angka kecelakaan.
Polemik Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Mensos Buka 'Biang Kerok' Penyebabnya

Polemik Penonaktifan PBI BPJS Kesehatan, Mensos Buka 'Biang Kerok' Penyebabnya

Polemik penonaktifan peserta BPJS Kesehatan pada sektor Penerima Bantuan Iuran masih bergulir.

Trending

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Tekan Kekalahan

Dibungkam Yolla Yuliana Cs, Pelatih Jakarta Pertamina Enduro Ungkap Biang Kerok Megawati Hangestri Cs Tekan Kekalahan

Tim yang diperkuat Megawati Hangestri, Jakarta Pertamina Enduro, menelan pil pahit pada pertandingan perdana mereka pada seri ke-6 Proliga 2026 di Bojonegoro
John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

John Herdman Full Senyum Jelang FIFA Series 2026, "Si Anak Hilang" Timnas Indonesia Comeback sebagai Starter di Inggris

Elkan Baggott kembali starter bersama Ipswich Town. Comeback ini jadi kabar baik bagi pelatih Timnas Indonesia John Herdman jelang FIFA Series 2026 di SUGBK
Suporter Australia Ikhlas Jika Luke Vickery Pilih Bela Timnas Indonesia: Kami Punya Banyak Pemain di Posisinya

Suporter Australia Ikhlas Jika Luke Vickery Pilih Bela Timnas Indonesia: Kami Punya Banyak Pemain di Posisinya

Luke Vickery kabarnya sudah jalin komunikasi dengan pelatih John Herdman, publik Australia ikhlas jika sang striker memilih untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Ramalan Zodiak 14 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo

Simak ramalan zodiak 14 Februari 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Prediksi lengkap soal cinta, karier, dan keuangan di Hari Valentine.
Bayi Tertinggal Pesawat Usai Delay 5 Jam, Tangis Ibu Pecah: Susu Anak Saya Ada di Bagasi!

Bayi Tertinggal Pesawat Usai Delay 5 Jam, Tangis Ibu Pecah: Susu Anak Saya Ada di Bagasi!

Viral bayi tertinggal usai delay 5 jam Super Air Jet. Susu di bagasi ikut terbang, orang tua protes keras, maskapai akhirnya beri klarifikasi resmi.
Buntut Purbaya Pastikan Ketersediaan Anggaran Rp59 T untuk BPJS, PDIP: Jangan Ada Alasan Lagi RS Menolak!

Buntut Purbaya Pastikan Ketersediaan Anggaran Rp59 T untuk BPJS, PDIP: Jangan Ada Alasan Lagi RS Menolak!

Buntut Menkeu Purbaya menyatakan 3 bulan ke depan BPJS masih bisa berjalan normal, karena anggarannya ada Rp 59 T. Ternyata menyita perhatian PDIP
Pakar Nilai Investigasi Digital Forensik Bisa Bongkar Niat Jahat Pelaku Investasi

Pakar Nilai Investigasi Digital Forensik Bisa Bongkar Niat Jahat Pelaku Investasi

Ruby juga menegaskan hal tersebut terjadi dipicu juga oleh fakta bahwa regulasi belum selaras dengan teknologi yang ada.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT