GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gatal di Area Intim Bisa Jadi Bukan Sekadar Iritasi, Ini Cara Mengatasinya Supaya Tidak Makin Parah dan Bikin Infeksi!

Gatal di area intim bisa jadi bukan sekadar iritasi biasa. Menurut dr. Haekal, ini cara tepat mengatasinya agar tak makin parah dan sebabkan infeksi.
Selasa, 7 Oktober 2025 - 11:48 WIB
Ilustrasi Kesehatan Miss V
Sumber :
  • Freepik

tvOnenews.com - Gatal di area intim atau kemaluan merupakan masalah yang cukup umum, baik pada pria maupun wanita.

Meski terlihat sepele, keluhan ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan rasa percaya diri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bahkan, menurut penjelasan dr. Haekal Anshari dalam kanal YouTube Kata Dokter, gatal di area kemaluan tidak selalu disebabkan oleh hal ringan seperti iritasi, tetapi bisa juga akibat infeksi serius yang berpotensi menimbulkan komplikasi.

dr. Haekal menjelaskan bahwa penyebab utama gatal pada organ kelamin dapat dibagi menjadi tiga faktor besar, yaitu iritasi, alergi, dan infeksi.

Selain itu, kondisi stres fisik maupun emosional juga bisa memperparah rasa gatal pada area sensitif tersebut.

1. Gatal karena iritasi dan alergi

Menurut dr. Haekal, penyebab paling umum dari gatal di kemaluan adalah iritasi atau alergi terhadap bahan kimia tertentu.

Beberapa kebiasaan yang dapat memicu iritasi antara lain:

  • Menggunakan sabun pembersih yang mengandung pewangi, terutama sabun kewanitaan yang tidak sesuai pH alami organ intim.
  • Memakai pakaian dalam yang terlalu ketat atau terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat.
  • Menggunakan ddeterjen dengan bahan keras saat mencuci pakaian dalam.

Bahan pewangi dan kimia dalam sabun atau deterjen bisa mengganggu keseimbangan pH kulit di area sensitif, sehingga menimbulkan rasa gatal, panas, dan kemerahan.

Untuk mengatasinya, dr. Haekal menyarankan agar hindari sabun yang mengandung pewangi serta gunakan pakaian dalam berbahan katun yang lembut dan mudah menyerap keringat.

Selain itu, pilih deterjen yang lembut dan tidak mengandung bahan pemicu alergi.

2. Gatal akibat infeksi

Selain karena iritasi, gatal di kemaluan juga bisa disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, virus, atau parasit seperti kutu kemaluan.

Kondisi ini memerlukan penanganan medis dengan obat-obatan sesuai penyebabnya.

“Kalau penyebabnya karena infeksi, maka pengobatannya menggunakan obat antijamur, antibakteri, antibiotik, antiparasit, dan antihistamin untuk meredakan gatal dan pembengkakan,” jelas dr. Haekal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Infeksi yang dibiarkan tanpa pengobatan bisa menimbulkan komplikasi serius, bahkan menyebar ke organ lain.

Karena itu, sangat penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter apabila gatal tidak kunjung reda setelah beberapa hari.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Tragedi di Gunung Dukono: Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Berpelukan

Tragedi di Gunung Dukono: Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Berpelukan

Operasi pencarian terhadap pendaki yang hilang di Gunung Dukono, Maluku Utara, berakhir dengan penemuan yang memilukan. 
Menteri HAM: Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Bersama Libatkan Eksekutif-Tokoh Nasional

Menteri HAM: Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Bersama Libatkan Eksekutif-Tokoh Nasional

Eskalasi kekerasan di tanah Papua yang terus meningkat kini menjadi alarm bagi pemerintah pusat. 
Top 3 Pekan Ini: Sherly Tjoanda Salah Ucap, Kades Hoho Nekat Lantik Perangkat Desa, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut

Top 3 Pekan Ini: Sherly Tjoanda Salah Ucap, Kades Hoho Nekat Lantik Perangkat Desa, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut

Top 3 Pekan Ini: Sherly Tjoanda salah ucap di hadapan jemaah haji, Kades Hoho nekat lantik perangkat desa setelah curhat ke KDM, 3 alasan pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee.
Polisi Selidiki Penyebab Tabrakan Beruntun yang Tewaskan Empat Orang di Padang, Periksa Intensif Para Pengemudi

Polisi Selidiki Penyebab Tabrakan Beruntun yang Tewaskan Empat Orang di Padang, Periksa Intensif Para Pengemudi

Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polresta Padang tengah bekerja keras mengusut tuntas penyebab kecelakaan maut yang melibatkan enam kendaraan di Jalan Raya Padang Indarung, Lubuk Kilangan, Kota Padang. 

Trending

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Dedi Mulyadi: Bangun Jalan Tol Ribuan Kilometer Saya Sanggup, Tanam Pohon Sampai Besar dan Rimbun yang Sulit

Dedi Mulyadi: Bangun Jalan Tol Ribuan Kilometer Saya Sanggup, Tanam Pohon Sampai Besar dan Rimbun yang Sulit

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal filosofi ekologi Padjadjaran di sela-sela aktivitasnya menyusuri hutan lindung seluas 2,5 hektare di sekitar Istana Cipanas. 
Dugaan Ritual Nyeleneh di Ponpes Pati Terbongkar, Mantan Pegawai Sebut Kiai Ashari Sering Lakukan Ini Setiap Malam Sebelum Cabuli Santriwati

Dugaan Ritual Nyeleneh di Ponpes Pati Terbongkar, Mantan Pegawai Sebut Kiai Ashari Sering Lakukan Ini Setiap Malam Sebelum Cabuli Santriwati

Ayah korban berinisial M mengatakan langkah hukum yang diambil keluarganya bukan hanya untuk kepentingan anaknya, tetapi juga karena kekhawatiran masih banyak santriwati lain yang diduga mengalami perlakuan serupa.
Kang Sung-hyung Resmi Konfirmasi Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027

Kang Sung-hyung Resmi Konfirmasi Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung resmi mengonfrimasi secara langsung bahwa Megawati Hangestri bermain untuk timnya di Liga Voli Korea 2026-2027.
Kiai Ashari Diduga Tak Sendirian, Orang Dekat Disebut Siapkan ‘Kamar Khusus’ untuk Lakukan Aksi Bejat 

Kiai Ashari Diduga Tak Sendirian, Orang Dekat Disebut Siapkan ‘Kamar Khusus’ untuk Lakukan Aksi Bejat 

Ali mengatakan perkembangan signifikan baru terlihat setelah adanya pergantian pejabat kepolisian pada awal 2026. Dari hasil pendalaman, muncul dugaan adanya pihak internal ponpes yang ikut membantu memuluskan aksi Kiai Ashari.
KOVO Rilis Daftar Pemain Asing V-League, Lawan-Lawan Berat Megawati Hangestri Masih Bertahan

KOVO Rilis Daftar Pemain Asing V-League, Lawan-Lawan Berat Megawati Hangestri Masih Bertahan

KOVO mengumumkan perpanjangan kontrak sejumlah pemain asing V-League 2026, termasuk rival-rival utama Megawati Hangestri, yang dipastikan tetap memperkuat klub.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT