News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anak 3 Tahun Belum Lancar Ngomong? Ini Kisah Nyata Ibunda Timothy Anugrah dan Penjelasan Dokter

Kisah nyata ibunda Timothy Anugrah ungkap penyebab anak belum lancar ngomong bukan selalu speech delay. Simak juga penjelasan dokter anak berikut ini!
Minggu, 26 Oktober 2025 - 12:12 WIB
Ilustrasi Ibu dan Anak
Sumber :
  • Freepik

Menanggapi banyak kasus serupa, dr. Dimple Nagrani, Sp.A dalam kanal YouTube HappyKids Parenting menjelaskan bahwa kotoran telinga bukanlah sesuatu yang berbahaya.

“Ternyata kotoran telinga itu normal banget. Kita butuh pelumas atau kotoran telinga agar telinga tidak kering,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan bahwa membersihkan telinga anak, apalagi dengan cotton bud atau pengorek kuping, justru bisa menyebabkan masalah serius.

“Setiap kali kita berusaha membersihkan, yang terjadi adalah kita mendorong kotoran itu semakin dekat ke gendang telinga. Ini bisa menyebabkan impaksi,” terang dr. Dimple.

Impaksi telinga adalah kondisi ketika kotoran telinga menumpuk dan mengeras sehingga menutupi liang telinga. 

Akibatnya, pendengaran anak terganggu dan bisa memengaruhi kemampuan bicaranya.

Selain itu, penggunaan cotton bud pada bayi atau anak kecil sangat berisiko karena mereka sering bergerak saat dibersihkan.

“Saat kita membersihkan telinga bayi, dia bisa bergerak atau menangis. Ini bisa menyebabkan gendang telinga terluka atau bahkan pecah,” tambahnya.

Dokter Dimple juga menekankan bahwa kotoran telinga yang tampak kuning dan sedikit berbau adalah hal normal.

“Jadi benar-benar deh, jangan bersihin telinga anak pakai cotton bud. Kalau memang sudah terganggu, segera ke dokter THT,” tegasnya.

Pelajaran untuk Orang Tua

Kisah ibunda Timothy Anugrah mengingatkan bahwa tidak semua anak yang lambat bicara mengalami gangguan perkembangan. 

Terkadang, penyebabnya justru sederhana, seperti pendengaran yang terganggu akibat kotoran telinga.

Jadi, sebelum panik dan menilai anak mengalami speech delay, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter anak atau THT terlebih dahulu. 

Dengan penanganan tepat, banyak anak bisa kembali berkembang dengan normal seperti pengalaman mendiang Timothy.

Kotoran telinga bukan musuh, tapi pelindung alami. Namun, jika berlebihan dan mengganggu pendengaran, biarkan dokter yang membersihkannya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jangan terburu-buru menilai anak mengalami speech delay tanpa memeriksa hal yang paling sederhana yaitu fungsi pendengarannya.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK: Panglima TNI Punya Kewenangan Penuh Izin Periksa Anggota TNI yang Diduga Terlibat Korupsi BNPB

KPK: Panglima TNI Punya Kewenangan Penuh Izin Periksa Anggota TNI yang Diduga Terlibat Korupsi BNPB

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto punya kuasa penuh terkait izin pemeriksaan terhadap dua anggota TNI ...
Meski Mengaku Kondisinya Belum Fit 100 Persen, Samuel Maxson Septionus Berhasil Pecahkan Rekor Nasional di IOAC 2026

Meski Mengaku Kondisinya Belum Fit 100 Persen, Samuel Maxson Septionus Berhasil Pecahkan Rekor Nasional di IOAC 2026

Samuel Maxson memecahkan rekor nasional Kelompok Umur KU1 di gelaran Indonesia Open Aquatic Championship 2026 (IOAC) yang diselenggarakan PB Akuatik Indonesia.
BREAKING
NEWS
Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Nomor Telepon Presiden Prabowo: Inisial LSP, ASN, dan EH

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Nomor Telepon Presiden Prabowo: Inisial LSP, ASN, dan EH

Polri tetapkan tiga tersangka kasus dugaan penyadapan secara ilegal dan penghapusan data elektronik serta illegal access terhadap Presiden RI Prabowo Subianto.
Sukses Juara Liga 2, Garudayaksa FC Ingin Ulangi Prestasi di I.League Cup 2026-2027

Sukses Juara Liga 2, Garudayaksa FC Ingin Ulangi Prestasi di I.League Cup 2026-2027

Garudayaksa FC tak sekadar ingin meramaikan I.League Cup 2026/27. Klub tersebut memasang target tinggi dengan membidik gelar juara.
Viral! Kronologi Dua WNI Tewas Terseret Ombak saat Memancing di Jepang, Sempat Diselamatkan Peselancar

Viral! Kronologi Dua WNI Tewas Terseret Ombak saat Memancing di Jepang, Sempat Diselamatkan Peselancar

Berikut fakta-fakta soal kisah 4 WNI yang terseret ombak saat memancing di Jepang. Dua di antaranya dinyatakan meninggal dunia usai dilakukan pencarian.
Menteri Rosan Laporkan Progres Proyek Kampung Haji Indonesia di Mekkah ke Presiden Prabowo: Siap Groundbreaking Desember 2026

Menteri Rosan Laporkan Progres Proyek Kampung Haji Indonesia di Mekkah ke Presiden Prabowo: Siap Groundbreaking Desember 2026

Proyek strategis pembangunan Kampung Haji Indonesia di Mekkah, Arab Saudi, dipastikan memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Desember 2026

Trending

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar Duka, Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru Mercy Monica Yolanda Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari lingkungan peradilan di Indonesia. Hakim Pengadilan Negeri Koto Baru, Mercy Monica Yolanda, S.H., M.Kn., dikabarkan meninggal dunia.
PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS Berduka, Perancang Logo Baru Partai Ndang Sutisna Meninggal Dunia

PKS sampaikan pesan belasungkawa atas meninggalnya Ndang Sutisna, perancang logo baru partai yang karyanya menjadi identitas visual PKS.
Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Dua Kali Mangkir, KPK Segera Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid: Kalau Bisa Datang, Kenapa Harus Upaya Paksa?

Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) mengaku kembali melayangkan surat pemanggilan terhadap Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid.
Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Begini Pernyataan Lengkap Herri Pras saat Digeruduk OTK dan Diduga Alami Kekerasan Fisik

Video kedatangan rombongan OTK di Rumah Herri Pras beredar di media sosial. Dalam rekaman yang diberitakan, seorang pria terlihat menendang Herri hingga terjatuh.
4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

4 Keuntungan untuk Timnas Indonesia usai Piala Asia 2027 Resmi Mundur, Bisa Tambah Pemain Naturalisasi Baru

Jadwal Piala Asia 2027 bergeser ke Desember, memberi John Herdman dan PSSI waktu tambahan untuk mematangkan skuad Timnas Indonesia dan memantau diaspora
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT