News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tidak Perlu Suntik Insulin, dr. Zaidul Akbar Bilang Atasi Gula Darah Tinggi dengan Bahan yang Biasa Dicampur ke Es Kopi ini!

dr. Zaidul Akbar ungkap cara alami atasi gula darah tinggi tanpa suntik insulin, cukup dengan bahan yang biasa dicampur ke es kopi ini! Seperti apa?
Selasa, 4 November 2025 - 15:00 WIB
Ilustrasi Gula Aren
Sumber :
  • Freepik

tvOnenews.com - Diabetes atau gula darah tinggi masih menjadi salah satu penyakit kronis yang paling banyak diderita masyarakat Indonesia.

Banyak penderita diabetes harus rutin menyuntik insulin untuk menstabilkan kadar gula darahnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, dr. Zaidul Akbar pernah mengungkap cara alami yang dianggap tak biasa untuk membantu mengontrol diabetes, yakni dengan bahan yang sering dicampurkan ke es kopi: gula aren.

dr. Zaidul Akbar mengaku sempat berbincang dengan seorang ahli yang memiliki pengalaman unik dalam menangani pasien diabetes.

“Anda mungkin nggak habis pikir, saya kemarin bertemu dengan seorang yang Masyaallah saya tahu ilmu beliau, meskipun itu tidak bisa disamaratakan pada semua orang, tentunya harus dengan ilmu juga,” kata dr. Zaidul Akbar dikutip dari kanal YouTube miliknya.

Lebih lanjut, dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa sang ahli tersebut memiliki metode berbeda dari kebanyakan pendekatan medis konvensional.

dr. Zaidul Akbar
dr. Zaidul Akbar
Sumber :
  • YouTube/drzaidulakbarofficial

 

Alih-alih melarang gula sepenuhnya, ia justru menyarankan penderita diabetes untuk mengonsumsi gula aren dalam jumlah tertentu.

"Dia cerita, dia ngobatin orang yang kena diabetes suruh makan apa? Suruh makan gula aren,” ujar dr. Zaidul Akbar.

Bagaimana mungkin seseorang yang mengidap diabetes justru dianjurkan untuk mengonsumsi gula?

Menurut dr. Zaidul Akbar, alasan di balik saran tersebut bukan tanpa dasar.

Ia menegaskan bahwa gula aren berbeda jauh dengan gula pasir yang banyak beredar di pasaran saat ini.

Gula aren dianggap masih dalam bentuk alami dan tidak melalui proses rafinasi kimia yang dapat menghilangkan kandungan penting di dalamnya.

“Gula aren itu masih original gula. Masih ada seratnya, masih ada vitaminnya, masih ada mineralnya, masih ada enzimnya. Itu semua yang kita butuhkan. Kalau gula pasir sekarang, vitamin nggak ada, mineral nggak ada, enzim nggak ada, serat nggak ada,” terang dr. Zaidul Akbar.

Dari penjelasan tersebut, terlihat bahwa dr. Zaidul Akbar menyoroti pentingnya memilih jenis gula alami dibanding gula olahan.

Ia berpendapat bahwa tubuh sebenarnya membutuhkan energi dari gula, tetapi dalam bentuk yang tetap mempertahankan unsur alami seperti serat dan mineral.

Hal ini berbeda dengan gula pasir yang hanya memberikan kalori tanpa nilai gizi tambahan.

Meski begitu, dr. Zaidul Akbar juga menegaskan bahwa konsumsi gula aren tetap harus dalam batas wajar dan tidak boleh berlebihan.

"Kalau kita dengar begitu kan nggak masuk akal ya, makan gula aren? Tapi memang jumlahnya juga nggak boleh banyak. Intinya tetap harus ada ilmu,” jelasnya.

Selain itu, dr. Zaidul Akbar juga menekankan pentingnya mengubah pola hidup bagi penderita diabetes.

Gula aren bukanlah solusi tunggal, tetapi bisa menjadi bagian dari pola makan alami yang lebih sehat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga menyarankan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi makanan utuh (whole food), seperti sayur, buah, dan biji-bijian, serta menghindari makanan ultra-proses yang tinggi gula rafinasi.

Karena itu, dr. Zaidul Akbar mengingatkan agar masyarakat tidak bergantung pada obat tanpa memperhatikan gaya hidup sehari-hari. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jadwal Asian Games 2026, Kamis 10 September: Ada Timnas Basket Indonesia Vs Jepang

Jadwal Asian Games 2026, Kamis 10 September: Ada Timnas Basket Indonesia Vs Jepang

Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Kamis (10/9/2026). Timnas Basket Indonesia di nomor putra akan membuka perjuangan kontingen tanah air di pesta olahraga paling bergengsi di Asia ini.
Proses Selanjutnya Diungkap Kepolisian soal Kasus Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK, 3 Orang Ini Jadi Saksi

Proses Selanjutnya Diungkap Kepolisian soal Kasus Dugaan Bunuh Diri Fajar Sahrudin di GBK, 3 Orang Ini Jadi Saksi

Media sosial dihebohkan dengan kabar meninggalnya seorang pria bernama Fajar Sahrudin. Berikut penjelasan lengkap pihak Kepolisian.
Eks Menpora Dito Ariotedjo Bakal Jadi Saksi Persidangan Kasus Korupsi Kuota Haji

Eks Menpora Dito Ariotedjo Bakal Jadi Saksi Persidangan Kasus Korupsi Kuota Haji

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK akan menghadirkan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo alias Dito Ariotedjo dalam sidang kasus korupsi kuota haji.
Pencarian Jurnalis Hilang Diperluas Areanya Hari Ini Berdasar Pergeseran Arus, Ombak dan Arah Angin

Pencarian Jurnalis Hilang Diperluas Areanya Hari Ini Berdasar Pergeseran Arus, Ombak dan Arah Angin

Pencarian rombongan jurnalis dalam speed boat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten dilanjutkan pada Kamis (10/9) dengan perluasan area penyisiran difokuskan pada penyesuaian arus, pergeseran ombak, dan arah angin.
6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Ditemukan Tak Bernyawa di GBK, Fajar Sahrudin Sempat Divonis Bipolar Disorder, Ini Penyebabnya

Viral Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.

Trending

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Fajar Sahrudin Ditemukan Tak Bernyawa di Kawasan GBK, Polisi Akui Temuan Jasad Berawal dari Sinyal SOS

Seorang pria bernama Fajar Sahrudin ditemukan meninggal dunia di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) pada Minggu (6/9/2026) dini hari.
BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

BRIN Perkuat Pengembangan Teknologi Nuklir, Anggaran 2027 Difokuskan untuk Energi, Pangan, dan Kesehatan

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memastikan pengembangan teknologi nuklir tetap menjadi agenda strategis nasional di tengah kebijakan efisiensi anggaran
6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

6 Fakta Terbaru Kematian Fajar Sahrudin yang Diduga Akhiri Hidupnya, dari Kirim SOS hingga Reaksi Pengelola GBK

Kabar kematian Fajar Sahrudin alias FS (31), pria asal Lampung yang viral meninggal dunia diduga akibat bunuh diri di GBK memunculkan sejumlah fakta terbaru.
Detik-detik Pria Curi Tablet dan Macbook di TransJakarta

Detik-detik Pria Curi Tablet dan Macbook di TransJakarta

Sebuah video viral di media sosial, memperlihatkan aksi seorang pria diduga melakukan pencurian tablet hingga macbook milik penumpang bus TransJakarta yang tertinggal.
Walaupun Dekat Pusat Kota, Menikmati Yogyakarta dari Sagan Tetap Memberikan Ketenangan bagi Wisatawan

Walaupun Dekat Pusat Kota, Menikmati Yogyakarta dari Sagan Tetap Memberikan Ketenangan bagi Wisatawan

Menjelajahi Yogyakarta tak selalu harus dilakukan dengan ritme yang padat. Setelah seharian berkeliling kota, menikmati kuliner, atau mengunjungi berbagai destinasi, sebagian wisatawan justru mencari tempat untuk beristirahat dalam suasana yang lebih tenang.
Periksa Direktur PT CMC Terkait Kasus di Bengkulu, KPK Dalami Beneficial Ownership

Periksa Direktur PT CMC Terkait Kasus di Bengkulu, KPK Dalami Beneficial Ownership

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami beneficial ownership (BO) dari PT Cahaya Mas Cemerlang (CMC) terkait kait kasus suap proyek di Kabupaten Rejang Lebong dan wilayah lainnya di Provinsi Bengkulu.
Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan Deras Terjadi di Nagoya Jepang

Hujan dengan curah tertinggi yang pernah tercatat mengguyur Nagoya, Jepang bagian tengah. Akibatnya, 41 orang mengalami luka ringan dan mendorong pemerintah kota mengumumkan langkah-langkah bantuan darurat pada Rabu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT