GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Cara Mencegah Virus Nipah yang Muncul Kasusnya di India

Virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia setelah dilaporkan muncul kasus baru di India. Berdasarkan pemantauan situasi global dan laporan WHO hingga Januari
Selasa, 27 Januari 2026 - 21:37 WIB
Korban virus Nipah di India
Sumber :
  • Deutsche Welle

Jakarta, tvOnenews.com – Virus Nipah kembali menjadi perhatian dunia setelah dilaporkan muncul kasus baru di India. Berdasarkan pemantauan situasi global dan laporan World Health Organization (WHO), hingga 23 Januari 2026 tercatat dua kasus terkonfirmasi dan tiga kasus suspek Virus Nipah di wilayah West Bengal, India.

Mengutip laman resmi Kementerian Kesehatan RI, Virus Nipah pertama kali teridentifikasi pada akhir 1990-an di Malaysia, tepatnya di sebuah peternakan babi. Saat itu, ternak babi menunjukkan gejala demam, gangguan pernapasan, hingga kejang-kejang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

WHO mencatat, Virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang berperan sebagai reservoir alami. Virus ini tidak menimbulkan penyakit pada kelelawar, namun dapat menular ke hewan lain seperti babi, lalu menyebar ke manusia.

Fakta Virus Nipah yang menyebar di India, Mirip Covid?
Fakta Virus Nipah yang menyebar di India, Mirip Covid?
Sumber :
  • Antara/Reuters

Faktor lingkungan seperti penebangan hutan disebut turut berperan dalam penyebaran virus. Hilangnya habitat membuat kelelawar berpindah mendekati permukiman warga dan area peternakan, sehingga meningkatkan risiko penularan dari hewan ke manusia.

Cara Penularan Virus Nipah

Virus Nipah termasuk dalam kelompok Paramyxovirus, yakni virus RNA yang juga berkaitan dengan penyakit seperti pneumonia, gondongan, dan campak. Namun, Virus Nipah memiliki tingkat fatalitas yang tinggi.

Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan terinfeksi, seperti air liur, darah, atau urine. Selain itu, konsumsi daging hewan yang terinfeksi, terutama jika tidak dimasak hingga matang sempurna, juga berpotensi menularkan virus.

Tak hanya dari hewan ke manusia, Virus Nipah juga dapat menular antarmanusia. Penularan ini umumnya terjadi melalui kontak erat dengan pasien, terutama saat pasien mengeluarkan banyak cairan tubuh, seperti air liur.

Gejala Infeksi Virus Nipah

Setelah terpapar, Virus Nipah memiliki masa inkubasi sekitar 4 hingga 14 hari. Gejala yang muncul dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.

Beberapa gejala yang umum dirasakan antara lain demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, nyeri otot, sesak napas, muntah, hingga kesulitan menelan.

Pada kondisi tertentu, infeksi Virus Nipah dapat menyebabkan peradangan otak atau ensefalitis. Gejala berat yang muncul meliputi penurunan kesadaran, disorientasi, gangguan konsentrasi, perubahan suasana hati, hingga kejang. Dalam kasus parah, infeksi ini dapat berujung pada kematian.

Langkah Pencegahan Virus Nipah

Meski hingga kini belum ditemukan kasus Virus Nipah di Indonesia, masyarakat diminta tetap waspada. Sejumlah langkah pencegahan perlu diterapkan, seperti menghindari kontak langsung dengan hewan berisiko, terutama kelelawar dan babi.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi serta menghindari buah yang menunjukkan bekas gigitan kelelawar.

Saat membersihkan kotoran atau urine hewan, penggunaan alat pelindung diri seperti sarung tangan dan pelindung wajah sangat dianjurkan.

Selain itu, penting untuk memasak daging hingga matang, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI Widyawati mengingatkan masyarakat agar memperkuat daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan rutin beraktivitas fisik.

“Tidak mengonsumsi buah dengan bekas gigitan kelelawar. Kemudian cuci dan kupas buah secara menyeluruh sebelum dikonsumsi,” ujar Widyawati, Selasa (27/1/2026).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia juga mengimbau masyarakat yang hendak bepergian ke India atau negara yang melaporkan kasus Virus Nipah agar mematuhi protokol kesehatan setempat.

Widyawati menegaskan, siapa pun yang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, sesak napas, muntah, atau penurunan kesadaran dalam 14 hari setelah pulang dari negara terjangkit, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kondisi Terkini Aktivis KontraS Andrie Yunus di RSCM: Tim Medis Berhasil Tangani Reaksi Kimia di Mata Korban

Kondisi Terkini Aktivis KontraS Andrie Yunus di RSCM: Tim Medis Berhasil Tangani Reaksi Kimia di Mata Korban

Kondisi kesehatan Andrie Yunus, aktivis KontraS korban serangan air keras yang terjadi pada Kamis (12/3) malam, hingga kini masih dalam pengawasan tim medis. 
Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang

Bank Jakarta Hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang

Bank Jakarta hadirkan Posko Mudik di Rest Area KM 429 Semarang sampai 20 Maret 2026. Hal ini dalam rangka memberikan layanan kepada para pemudik Lebaran 2026.
Danantara Indonesia Inisiasi Hibah PLTS Sumenep ke Pemda, PLN Siap Suplai Listrik Bersih Bagi 2.000 KK

Danantara Indonesia Inisiasi Hibah PLTS Sumenep ke Pemda, PLN Siap Suplai Listrik Bersih Bagi 2.000 KK

Melalui asistensi Danantara Indonesia, PT PLN (Persero) menandatangani Perjanjian Kerja Sama Operasi (KSO) bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep.
Polisi Masih Dalami Dua Orang Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

Polisi Masih Dalami Dua Orang Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS

Polda Metro Jaya lakukan penyelidikan terkait penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Polisi Sebut Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Mulai Panik, Ini Buktinya

Polisi Sebut Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Mulai Panik, Ini Buktinya

Polisi memastikan foto terduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus yang beredar di media sosial merupakan hasil AI.
Polisi Amankan 86 Titik CCTV untuk Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

Polisi Amankan 86 Titik CCTV untuk Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Terhadap Aktivis KontraS

Polda Metro Jaya mengamankan 86 titik CCTV untuk menyelidiki kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus oleh orang tak dikenal.

Trending

Kabar Baik Timnas Indonesia! Pemain dari Barcelona Siap Gantikan Peran Thom Haye di FIFA Series 2026

Kabar Baik Timnas Indonesia! Pemain dari Barcelona Siap Gantikan Peran Thom Haye di FIFA Series 2026

Pemain Persija Jakarta, Jordi Amat, mengaku tidak menutup kemungkinan jika dipercaya oleh John Herdman untuk bermain sebagai gelandang di Timnas Indonesia.
Dilarang Beroperasi oleh KDM, Kusir Delman di Garut Justru Senyum Bahagia

Dilarang Beroperasi oleh KDM, Kusir Delman di Garut Justru Senyum Bahagia

Selama tujuh hari —tiga hari sebelum dan empat hari setelah Lebaran— delman tak diizinkan melintas di jalanan utama di jalan utama Kabupaten Garut.
Ramalan Keuangan Zodiak 17 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 17 Maret 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 17 Maret 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Simak prediksi peluang finansial dan kondisi keuangan tiap zodiak.
Terima Kasih Jay Idzes dan Emil Audero, Timnas Indonesia Kini Jadi Sorotan Media Italia Jelang FIFA Series 2026

Terima Kasih Jay Idzes dan Emil Audero, Timnas Indonesia Kini Jadi Sorotan Media Italia Jelang FIFA Series 2026

Terima kasih Jay Idzes dan Emil Audero! Kehadiran dua pemain Serie A membuat Timnas Indonesia jadi sorotan media Italia jelang FIFA Series 2026 di Jakarta.
Media Jerman Tak Habis Pikir dengan Kevin Diks, hingga Jawaban Elkan Baggott Setelah Dipanggil John Herdman

Media Jerman Tak Habis Pikir dengan Kevin Diks, hingga Jawaban Elkan Baggott Setelah Dipanggil John Herdman

Berita bola terpopuler 16 Maret 2026: Kevin Diks mencetak sejarah di Bundesliga, hingga jawaban dari Elkan Baggott usai kembali dipanggil Timnas Indonesia.
Layak Dibuang AC Milan? 3 Pemain dengan Rating Buruk saat Rossoneri Keok 1-0 dari Lazio di Liga Italia

Layak Dibuang AC Milan? 3 Pemain dengan Rating Buruk saat Rossoneri Keok 1-0 dari Lazio di Liga Italia

Tiga pemain yang dapat rating rendah setelah tampil buruk saat AC Milan kalah dari Lazio pada lanjutan Serie A musim 2025/2026. Layak dibuang musim panas nanti?
Jadwal Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah

Jadwal Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah

Jadwal sidang isbat penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah yang akan digelar Kementerian Agama (Kemenag) RI. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT