Mitos atau Fakta, Tidur Setelah Sahur Bisa Bikin Berat Badan Naik Drastis?
- Freepik/jcomp
tvOnenews.com - Kebiasaan tidur setelah sahur sering kali disebut sebagai penyebab utama kenaikan berat badan selama bulan Ramadhan.
Banyak orang percaya bahwa setelah makan sahur, langsung tidur bisa membuat lemak menumpuk dan berat badan meningkat drastis.
Namun, benarkah hal ini benar secara medis? Dalam penjelasannya di kanal YouTube pribadinya, dr. Tirta Mandira Hudhi membantah anggapan tersebut dan memberikan penjelasan ilmiah mengenai hubungan antara tidur setelah sahur dan kegemukan.
Menurut dr. Tirta, anggapan bahwa tidur setelah sahur langsung membuat tubuh gemuk adalah mitos jika dilihat dari sisi ilmiah.
"Sebenarnya bukan bikin gemuk. Kegemukan itu adalah suatu siklus proses dalam satu hari penuh ketika dibandingkan antara jumlah makanan yang masuk dan aktivitas yang keluar,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa berat badan seseorang naik ketika terjadi surplus kalori, yaitu saat jumlah kalori yang dikonsumsi melebihi jumlah kalori yang dibakar oleh tubuh.
Kalori berlebih inilah yang kemudian disimpan dalam bentuk lemak di area tubuh tertentu seperti perut, paha, dan lengan.
Jadi, tidur setelah sahur bukanlah penyebab langsung kegemukan, melainkan gaya hidup dan pola makan sepanjang hari yang lebih berperan besar.

- YouTube/@TirtaPengPengPeng
Namun, dr. Tirta juga mengingatkan bahwa tidur setelah sahur tetap memiliki dampak negatif terhadap ritme sirkadian tubuh, yaitu jam biologis alami yang mengatur siklus tidur, energi, dan metabolisme.
“Tidur habis sahur itu meningkatkan potensi risiko berantakannya ritme sirkadian. Karena kalian sudah bangun ketika sahur, lalu setelah salat subuh kalian tidur lagi, tubuh jadi bingung, ini tidurnya fase apa,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pada waktu subuh, kadar insulin dalam tubuh berada pada tingkat yang tinggi, yang artinya tubuh siap menggunakan energi dari makanan untuk beraktivitas.
“Ketika insulin sedang tinggi, itu waktu terbaik untuk memanfaatkan energi. Jadi alangkah lebih baik kalau kalian habis sahur dan salat subuh, jangan tidur lagi, tapi gunakan untuk aktivitas ringan,” lanjutnya.
dr. Tirta bahkan menyarankan agar momen setelah salat subuh dijadikan waktu ideal untuk olahraga ringan atau aktivitas fisik sederhana.
Aktivitas seperti jalan kaki, stretching, push up, atau pull up di rumah dapat membantu tubuh membakar energi dari makanan sahur dan menjaga kebugaran tanpa mengganggu puasa.
“Kalau bisa, justru setelah salat subuh itu waktu terbaik buat gym atau workout ringan. Karena insulinnya lagi tinggi, tubuh siap dipakai kerja,” tambahnya.
Ia menekankan bahwa olahraga setelah sahur tidak harus intens atau berat.
Cukup dengan gerakan ringan di rumah selama 10-15 menit agar tubuh tetap aktif.
Selain membantu metabolisme, aktivitas ringan ini juga dapat membuat tubuh lebih segar dan fokus menjalani aktivitas pagi tanpa rasa kantuk berlebihan.
Namun, bagi orang yang merasa sulit menahan kantuk setelah sahur, dr. Tirta menyarankan untuk tidur singkat atau power nap maksimal 20-30 menit, bukan tidur berjam-jam hingga siang.
Tidur yang terlalu lama justru bisa menurunkan produktivitas dan mengganggu pola metabolisme alami tubuh.
Dengan memahami prinsip dasar ini, tidur setelah sahur sebenarnya tidak langsung membuat seseorang gemuk. (adk)
Load more