Cara Mudah Cegah Campak pada Anak, Nomor 3 Gratis Disediakan Pemerintah
- dok.ilustrasi viva/freepik
Jakarta, tvonenews.com- Lagi ramai kabar seorang dokter meninggal karena campak di Cianjur, Jawa Barat.Â
Hal ini semakin mengingatkan para orang tua agar selalu menjaga kesehatan anak. Terutama, perilaku pencegahan campak pada anak. Â
Pencegahan campak itu sangat penting dilakukan, agar tidak mudah menular melalui udara (batuk atau bersin).Â
- dok.ilustrasi kementerian kesehatan
Berikut ini cara cegah campak, dianjurkan praktisik kesehatan masyarakat, dr Ngabila Salama efektif untuk mencegahnya:
1. Hindari kontak dengan penderita
Perlu sekali, jauhi orang yang sedang mengalami gejala campak (demam, ruam, batuk, mata merah).
Lalu saat ada anggota keluarga yang sakit, usahakan isolasi sementara. Hal ini sebagai langkah pencegahan.
"Anak gak divaksin merasa baik saja padahal terjadi 4 kondisi: suatu saat anak bisa sakit cacat atau meninggal, karier menularkan penyakit untuk orang lemah sekitar, biang kerok mutasi virus dalam tubuhnya, dan sumber wabah," jelas dr Ngabila Salama.Â
2. Gunakan masker dan etika batuk
Kemudian, perlu memberlakukan hidup bersih. Seperti melakukan pakai masker terutama saat berada di tempat ramai, dan tutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin.
- dok.ilustrasi viva/freepik
3. Vaksinasi (cara paling utama)
Bagi orang tua, harus sejak dini memahami pentingnya vaksin campak yaitu vaksin MR atau Vaksin MMR.Â
Pada umumnya, diberikan pada anak usia 9 bulan dan dilanjutkan sesuai jadwal imunisasi.Â
"Jangan ada lagi manusia yang meninggal karena penyakit ini dapat dicegah GRATIS dengan imunisasi. Yang meninggal karena campak itu belum vaksin campak sama sekali atau vaksin belum lengkap," katanya kepada tvonenews.com, Minggu (29/3).
4. Jaga Kebersihan
Tidak lupa juga menjaga kebersihan dengan selalu cuci tangan dengan sabun secara rutin. Disarankan untuk tidak menyentuh wajah sebelum tangan bersih.Â
"Sebaliknya anak divaksin ada beberapa masih bisa sakit walau tidak parah sakitnya, karen penyebab sakit bisa dari faktor host, agent, environment. Host bisa jadi dari gizi anak kurang, buruk karena ada komorbid genetik dIl, environment lingkungan sanitasi buruk," tegas dr Ngabila.
Load more