Ternyata Nabi Muhammad sudah Ajarkan Cara Mengusahakan Jenis Kelamin Anak sesuai Keinginan
- dok.ilustrasi freepik
tvOnenews.com – Kehadiran buah hati ke dunia merupakan anugerah terindah bagi setiap pasangan suami istri. Kebahagiaan tersebut dipastikan bakal semakin berlipat ganda apabila jenis kelamin anak yang lahir bisa sesuai dengan ekspektasi serta impian besar yang diidam-idamkan sejak awal pernikahan.
Menariknya, jauh sebelum dunia kedokteran modern berkembang pesat seperti sekarang, tuntunan Islam ternyata sudah mengulas tuntas mengenai rahasia di balik penentuan jenis kelamin anak ini.
Dilansir dari tayangan di kanal YouTube Max Iar bertajuk "Cara Mengatur Jenis Kelamin Anak yang Akan di Lahirkan - Ustadz Khalid Basalamah", ulama kondang Ustaz Khalid Basalamah membeberkan fakta bahwa jenis kelamin calon bayi sebenarnya bisa diikhtiarkan sejak awal oleh pasangan suami istri (pasutri).
- YouTube/khalidbasalamah
Ustaz Khalid Basalamah menegaskan bahwa kunci utama untuk mengatur jenis kelamin anak tersebut terletak pada momentum krusial, yaitu saat tercapainya puncak kenikmatan atau klimaks biologis antara suami dan istri ketika berhubungan badan.
Siapa Klimaks Duluan? Ini Hadis Nabi yang Wajib Dipahami Pasutri
Dalam ceramahnya, Ustaz Khalid Basalamah mengutip sebuah hadis di mana Nabi Muhammad SAW pernah ditanya oleh sahabat mengenai apa yang menyebabkan seorang anak terlahir sebagai laki-laki atau perempuan.
Rasulullah SAW menjawab, "Andai saja lebih dulu klimaks, maka otomatis anaknya menyerupai dia. Namun apabila wanita lebih dulu klimaks, maka anaknya menyerupai dia."
Berdasarkan landasan hadis tersebut, Ustaz Khalid Basalamah menarik kesimpulan taktis bagi para pasutri yang sedang merencanakan keturunan.
![]()
Jika suami dan istri mendambakan kehadiran anak laki-laki, maka sang suami yang harus mencapai klimaks atau ejakulasi terlebih dahulu di atas ranjang.
Sebaliknya, jika pasutri lebih menginginkan kehadiran anak perempuan, maka sang istri yang wajib diberikan kesempatan untuk menyentuh garis klimaks terlebih dahulu sebelum suami menyusul.
Oleh sebab itu, masalah ritme dan siapa yang menyelesaikan hubungan biologis duluan menjadi perkara yang sangat vital.
Bahkan, Ustaz Khalid Basalamah menambahkan strategi khusus: jika pasutri ingin mutlak mendapatkan anak laki-laki, maka pada saat memasuki masa subur biologis wanita, sang suamilah yang wajib mengontrol diri agar bisa ejakulasi lebih dulu.
![]()
Bahaya Ejakulasi Dini: Kontrol Syahwat Jadi Penentu Utama
Selain faktor teknis siapa yang keluar duluan, Ustaz Khalid Basalamah juga menyoroti faktor psikologis yang kerap mengacaukan rencana pasutri, salah satunya adalah rasa cinta yang terlampau berlebihan kepada pasangan saat berada di ranjang.
"Kita boleh mencintai pasangan tapi kadang-kadang kalau terlalu mencintai pasangan, tanda kutip di sini, ini membuat ejakulasi dini. Karena dia tidak bisa kontrol syahwatnya," tegas Ustaz Khalid Basalamah.
Imbas dari ketidakmampuan mengontrol syahwat ini dinilai bisa menggagalkan target jenis kelamin anak yang diimpikan.
Oleh karena itu, Ustaz Khalid Basalamah berpesan agar pasutri tidak sekadar mengumbar hawa nafsu saat bercinta, melainkan harus saling bekerja sama dan berhati-hati.
"Hubungan biologis ini bukan lagi karena syahwat harus gini dan gitu, enggak. Namun dia harus bisa mengontrol itu yang bisa menjadi faktor-faktor penentu jenis kelamin anak," pungkasnya.
Wallahu A'lam Bishawab.
Load more