5 Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Secara Alami Menurut dr. Vito Damay, Bisa Dilakukan dari Rumah
- Freepik.com
tvOnenews.com - Hipertensi atau tekanan darah tinggi sering disebut sebagai silent killer karena kerap tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga gangguan ginjal jika tidak dikendalikan.
Selain mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter, perubahan gaya hidup juga berperan penting dalam menjaga tekanan darah tetap stabil.
Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Vito Damay, membagikan lima cara alami yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dalam kanal YouTube pribadinya, DRV CHANNEL.
Namun, ia mengingatkan bahwa cara-cara ini bukanlah pengganti obat bagi pasien yang memang sudah memerlukannya.
Berikut penjelasannya.
1. Minum Jus Seledri atau Timun
- pexels.com/ROMAN ODINTSOV
Langkah pertama yang disarankan dr. Vito adalah memperbanyak konsumsi sayuran dan buah-buahan.
Salah satunya melalui jus seledri atau ketimun yang dipercaya dapat membantu menjaga tekanan darah.
Menurutnya, kandungan dalam sayuran dan buah dapat membantu menyeimbangkan hormon yang memicu penyempitan pembuluh darah sehingga aliran darah menjadi lebih lancar.
"Minum jus seledri atau ketimun atau makan sayuran yang dijus atau dimakan langsung juga boleh. Ini benar bisa menurunkan tekanan darah," ujar dr. Vito.
Ia juga menjelaskan bahwa bawang putih tunggal boleh saja dikonsumsi sebagai pelengkap, tetapi sebaiknya tetap didiskusikan dengan dokter agar penggunaannya sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.
2. Tidur Cukup dan Teratur
- Istockphoto
Kurang tidur ternyata dapat membuat tekanan darah menjadi tidak stabil. Kebiasaan begadang karena bermain handphone, menonton televisi, atau bekerja hingga larut malam bisa memicu peningkatan hormon stres.
dr. Vito menjelaskan bahwa tubuh memiliki irama sirkadian yang mengatur kapan tekanan darah meningkat dan kapan menurun.
"Ketika Anda tidur tepat waktu, reguler, teratur setiap harinya, maka ini membuat tekanan darah semakin rileks," jelasnya.
Ia menyarankan agar orang dewasa tidur sekitar enam hingga tujuh jam setiap malam dengan jam tidur yang konsisten agar tekanan darah lebih terkontrol.
3. Rutin Jalan Kaki
- Sumber : Pressfoto on Freepik
Tak perlu memaksakan diri untuk berlari jika kondisi fisik belum memungkinkan. Menurut dr. Vito, berjalan cepat sudah memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Ia menyarankan aktivitas ini dilakukan sekitar 30 menit setiap hari, sebanyak lima hingga tujuh kali dalam seminggu.
"Jalan cepat selama 30 menit sehari lakukan 5 sampai 7 kali seminggu," kata dr. Vito.
Menariknya, aktivitas tersebut tidak harus dilakukan di taman atau lintasan olahraga.
Berjalan cepat di pusat perbelanjaan pun tetap memberikan manfaat yang sama selama intensitasnya cukup.
4. Rileks atau Kelola Stres
- Pixabay
Stres berkepanjangan juga menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan tekanan darah.
Karena itu, dr. Vito menyarankan setiap orang memiliki waktu untuk beristirahat dan menikmati aktivitas yang disukai.
Mulai dari bermain musik, melukis, membaca buku, memperbaiki sepeda, hingga sekadar mendengarkan lagu dapat menjadi cara sederhana untuk membantu tubuh lebih rileks.
"Sekarang itu orang enggak bilang lagi, 'jangan stres'. Orang bilangnya managing stress atau atasi stres Anda," ungkapnya.
Menurutnya, memiliki waktu untuk diri sendiri (me time) justru dapat membuat seseorang kembali lebih produktif setelah beristirahat.
5. Kurangi Konsumsi Garam
- Viva.co.id
Cara terakhir yang tak kalah penting adalah membatasi asupan garam.
dr. Vito mengingatkan bahwa banyak orang memiliki kebiasaan menambahkan garam pada makanan yang sebenarnya sudah memiliki rasa cukup.
Padahal, berbagai makanan, kecap, makanan olahan, hingga camilan sudah mengandung natrium yang sering kali tidak disadari.
"Kurangi garam. Sebenarnya dalam sehari Anda cuma punya jatah makan garam satu sendok teh yang rata," jelas dr. Vito.
Ia mengaku lebih sering memanfaatkan rempah-rempah seperti kunyit, bawang, cabai, dan berbagai bumbu alami untuk memberikan cita rasa pada masakan dibandingkan menambahkan garam.
Cara Alami Bukan Pengganti Obat
Di akhir penjelasannya, dr. Vito menegaskan bahwa lima langkah tersebut dapat membantu mengontrol tekanan darah, tetapi bukan berarti pasien boleh menghentikan obat hipertensi tanpa persetujuan dokter.
"Lima cara tadi tidak menggantikan obat yang harusnya Anda minum, tapi bisa mengurangi dosisnya, bisa juga menyembuhkan tekanan darah tinggi pada orang yang belum ada komplikasi," tutupnya.
Karena itu, bagi penderita hipertensi yang sudah mendapatkan terapi dari dokter, perubahan pola hidup sehat sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pengobatan agar hasilnya lebih optimal.
Dengan kombinasi keduanya, risiko komplikasi akibat tekanan darah tinggi pun dapat ditekan. (gwn)
Load more