Jangan Abaikan! 7 Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau bagi Kesehatan, Warga di Wilayah Terdampak Harus Waspada
- Ilustrated by ChatGPT
tvOnenews.com - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian masyarakat, termasuk warga di Jakarta dan sejumlah wilayah terdampak lainnya.Â
Partikel abu yang terbawa angin bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan apabila terhirup atau mengenai bagian tubuh secara langsung.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan bahwa paparan abu vulkanik dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.Â
Partikel halus, termasuk PM2,5, dapat masuk lebih jauh ke dalam paru-paru dan berpotensi memicu peradangan serta gangguan kardiopulmonal.
Tak hanya pernapasan, abu vulkanik juga dapat menyebabkan gangguan pada mata dan kulit.Â
Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), serta orang yang banyak bekerja di luar ruangan.
Berikut tujuh dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi kesehatan yang perlu diwaspadai warga Jakarta dan wilayah terdampak.
- Kolase tvOnenews.com/ Threads @sarikhakartika @amin_nur134
1. Memicu Gangguan Saluran Pernapasan
Salah satu dampak utama paparan abu vulkanik adalah gangguan pada saluran pernapasan. Kemenkes menyebut abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan, terutama ketika partikel debu terhirup.
Partikel halus dalam abu dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu berbagai keluhan. Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama paparan abu masih terjadi.
2. Meningkatkan Risiko ISPA
Kemenkes juga mencatat adanya kecenderungan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA di sejumlah wilayah terdampak.
ISPA menjadi salah satu gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai ketika masyarakat terpapar abu vulkanik. Keluhan seperti batuk dapat muncul dan perlu diperhatikan, terutama apabila berlangsung terus-menerus atau disertai gangguan pernapasan.
3. Menyebabkan Batuk dan Sesak Napas
Paparan abu vulkanik juga dapat memicu batuk hingga sesak napas. Partikel halus seperti PM2,5 dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan berpotensi menimbulkan inflamasi.
Masyarakat yang mengalami batuk atau sesak napas setelah terpapar abu vulkanik dianjurkan untuk segera mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Load more