News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jangan Abaikan! 7 Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau bagi Kesehatan, Warga di Wilayah Terdampak Harus Waspada

Berikut 7 dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi kesehatan, warga di wilayah terdampak harus lebih waspada dan jangan abaikan.
Senin, 7 September 2026 - 22:56 WIB
Ilustrasi pakai masker efek abu vulkanik Anak Krakatau
Sumber :
  • Ilustrated by ChatGPT

tvOnenews.com - Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian masyarakat, termasuk warga di Jakarta dan sejumlah wilayah terdampak lainnya. 

Partikel abu yang terbawa angin bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan apabila terhirup atau mengenai bagian tubuh secara langsung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengingatkan bahwa paparan abu vulkanik dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. 

Partikel halus, termasuk PM2,5, dapat masuk lebih jauh ke dalam paru-paru dan berpotensi memicu peradangan serta gangguan kardiopulmonal.

Tak hanya pernapasan, abu vulkanik juga dapat menyebabkan gangguan pada mata dan kulit. 

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), serta orang yang banyak bekerja di luar ruangan.

Berikut tujuh dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi kesehatan yang perlu diwaspadai warga Jakarta dan wilayah terdampak.

Mobil terpapar abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
Mobil terpapar abu vulkanik Gunung Anak Krakatau
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Threads @sarikhakartika @amin_nur134

1. Memicu Gangguan Saluran Pernapasan

Salah satu dampak utama paparan abu vulkanik adalah gangguan pada saluran pernapasan. Kemenkes menyebut abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan, terutama ketika partikel debu terhirup.

Partikel halus dalam abu dapat masuk ke saluran pernapasan dan memicu berbagai keluhan. Karena itu, masyarakat dianjurkan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan selama paparan abu masih terjadi.

2. Meningkatkan Risiko ISPA

Kemenkes juga mencatat adanya kecenderungan peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut atau ISPA di sejumlah wilayah terdampak.

ISPA menjadi salah satu gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai ketika masyarakat terpapar abu vulkanik. Keluhan seperti batuk dapat muncul dan perlu diperhatikan, terutama apabila berlangsung terus-menerus atau disertai gangguan pernapasan.

3. Menyebabkan Batuk dan Sesak Napas

Paparan abu vulkanik juga dapat memicu batuk hingga sesak napas. Partikel halus seperti PM2,5 dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan berpotensi menimbulkan inflamasi.

Masyarakat yang mengalami batuk atau sesak napas setelah terpapar abu vulkanik dianjurkan untuk segera mencari pertolongan ke fasilitas pelayanan kesehatan.

4. Mengiritasi Mata

Mata merupakan salah satu bagian tubuh yang rentan terkena dampak abu vulkanik. Partikel abu dapat masuk ke mata dan menyebabkan iritasi serta rasa tidak nyaman.

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tidak mengucek mata apabila terkena abu. Sebaiknya mata dibersihkan dengan hati-hati menggunakan air.

Saat harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat juga dianjurkan menggunakan pelindung mata atau *goggles* untuk mengurangi risiko paparan.

5. Menyebabkan Iritasi pada Kulit

Selain mata dan saluran pernapasan, abu vulkanik juga dapat menimbulkan iritasi pada kulit.

Partikel abu dapat menempel pada permukaan tubuh dan pakaian setelah seseorang beraktivitas di luar ruangan. Oleh sebab itu, Kemenkes menyarankan masyarakat mengenakan pakaian tertutup untuk meminimalkan kontak langsung dengan abu.

Setelah beraktivitas di luar rumah, masyarakat juga dianjurkan segera membersihkan tubuh dan mengganti pakaian.

6. Memperburuk Kondisi Asma dan PPOK

Paparan abu vulkanik perlu menjadi perhatian khusus bagi penderita penyakit pernapasan kronis, termasuk asma dan PPOK.

Kemenkes memasukkan penderita asma dan PPOK sebagai kelompok yang lebih rentan terhadap dampak paparan abu vulkanik. Partikel yang terhirup dapat memperburuk gangguan pada saluran pernapasan dan memicu keluhan yang lebih serius.

Karena itu, penderita penyakit pernapasan disarankan untuk sebisa mungkin mengurangi paparan abu vulkanik dan memperhatikan kondisi kesehatannya.

7. Berisiko Memicu Gangguan Kardiopulmonal

Partikel halus PM2,5 yang terdapat di udara juga menjadi perhatian Kemenkes. Partikel berukuran sangat kecil ini dapat masuk jauh ke dalam paru-paru dan memicu inflamasi.

Paparan partikel tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kardiopulmonal. Oleh karena itu, masyarakat, khususnya kelompok rentan, perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara memburuk akibat sebaran abu vulkanik.

Cara Melindungi Diri dari Paparan Abu Vulkanik

Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan ketika terjadi paparan abu vulkanik. Pintu dan jendela sebaiknya ditutup untuk mengurangi masuknya abu ke dalam rumah.

Masyarakat juga diminta menghindari aktivitas yang dapat membuat abu kembali beterbangan.

Apabila harus beraktivitas di luar ruangan, Kemenkes menganjurkan penggunaan masker N95, KN95, KF94, FFP2, atau masker setara. Masker medis dapat digunakan sebagai perlindungan sementara apabila masker tersebut belum tersedia.

Selain menggunakan masker, masyarakat disarankan memakai pelindung mata, mengenakan pakaian tertutup, serta segera membersihkan tubuh dan mengganti pakaian setelah beraktivitas di luar ruangan.

Kemenkes juga mengingatkan agar masyarakat tidak panik dan terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah. 

Apabila mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, iritasi mata, atau gangguan kesehatan lainnya setelah terpapar abu vulkanik, sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. (gwn)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bukan Sekadar Anabul, Mengapa Generasi Muda Makin Selektif Memilih Makanan untuk Kucing?

Bukan Sekadar Anabul, Mengapa Generasi Muda Makin Selektif Memilih Makanan untuk Kucing?

Generasi muda melihat kucing sebagai bagian dari lifestyle. Perubahan ini ikut mengubah cara cat parent memilih makanan, merawat, dan mengenali
Mengenal Apa Itu RDN? Ini Daftar Bank, Tingkat Keamanan, dan Mengapa Perlindungannya Penting bagi Investor

Mengenal Apa Itu RDN? Ini Daftar Bank, Tingkat Keamanan, dan Mengapa Perlindungannya Penting bagi Investor

Mengenal RDN, fungsi, bank penyedianya, hingga sistem keamanan yang diperlukan untuk melindungi dana investor dan menjaga kepercayaan pasar modal Indonesia
Detik-detik Kuli Bangunan Jatuh dari Lantai Dua Saat Pasang Pilar Cor Rumah

Detik-detik Kuli Bangunan Jatuh dari Lantai Dua Saat Pasang Pilar Cor Rumah

Korban dinyatakan meninggal dunia setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 4,1 meter saat bekerja di Desa Panggunguni, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, Jatim
Media Vietnam Kaget Bukan Main, Kemenangan Timnas Indonesia Atas Australia 2-0 Bikin Malaysia Ikut Ketiban Untung

Media Vietnam Kaget Bukan Main, Kemenangan Timnas Indonesia Atas Australia 2-0 Bikin Malaysia Ikut Ketiban Untung

Timnas Indonesia sukses mencuri perhatian setelah tampil mengejutkan dalam pertandingan terakhir Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027. Media Vietnam kaget.
9 Bahan Herbal untuk Membantu Meredakan Asam Urat, dari Jahe hingga Meniran Hijau

9 Bahan Herbal untuk Membantu Meredakan Asam Urat, dari Jahe hingga Meniran Hijau

Berikut 9 bahan herbal yang dapat membantu meredakan asam urat menurut dr. Saddam Ismail, dari jahe hingga meniran hijau.
Presiden Prabowo Pastikan Bantuan Beras 10 Kilogram Berlanjut hingga Desember 2026

Presiden Prabowo Pastikan Bantuan Beras 10 Kilogram Berlanjut hingga Desember 2026

Presiden RI, Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran menterinya untuk memperpanjang program bantuan pangan bagi masyarakat. 

Trending

Hyundai Hillstate Ternyata Sempat Ragukan Megawati Hangestri, Orang Dalam: Banyak Kekhawatiran

Hyundai Hillstate Ternyata Sempat Ragukan Megawati Hangestri, Orang Dalam: Banyak Kekhawatiran

Hyundai Hillstate ternyata sempat ragu merekrut Megawati Hangestri. Orang dalam mengungkap banyak kekhawatiran soal kondisi sang pevoli Indonesia.
Pamer Hasil Make Up Sendiri, Megawati Hangestri Dipuji Skuad Hillstate: Kamu Cantik Sekali

Pamer Hasil Make Up Sendiri, Megawati Hangestri Dipuji Skuad Hillstate: Kamu Cantik Sekali

Megawati Hangestri dipuji skuad Hyundai Hillstate setelah memamerkan hasil make up-nya sendiri saat momen photo shoot di Suwon Gymnasium beberapa waktu lalu.
Tak Tahan dengan Tekanan Hidup hingga Bullying Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Tinggalkan Autobiografi hingga Donasi

Tak Tahan dengan Tekanan Hidup hingga Bullying Pria Diduga Bunuh Diri di GBK, Tinggalkan Autobiografi hingga Donasi

Sebuah akun media sosial X dengan display name Stewie mengunggah sebuah postingan tentang dirinya yang mungkin telah meninggal dunia saat tweet tersebut muncul.
Kumpulan Fakta Kematian Fajar Sahrudin yang Viral di X, Jenazahnya Ditemukan Sudah Membiru di GBK

Kumpulan Fakta Kematian Fajar Sahrudin yang Viral di X, Jenazahnya Ditemukan Sudah Membiru di GBK

Fajar Sahrudin diduga mengambil keputusan tragis tersebut di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, setelah mengunggah pesan perpisahan serta autobiografi.
LHKPN Tim 9 Jadi Sorotan, KPK Diminta Aktif Telusuri Aset Pejabat

LHKPN Tim 9 Jadi Sorotan, KPK Diminta Aktif Telusuri Aset Pejabat

Peranan Tim 9 Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam penanganan dugaan kasus TPPU eks Jampidsus, Febrie Adriansyah turut disorot berbagai pihak.
Harapan Terakhir Fajar Sahrudin di Autobiografinya sebelum Ditemukan Meninggal Dunia di GBK

Harapan Terakhir Fajar Sahrudin di Autobiografinya sebelum Ditemukan Meninggal Dunia di GBK

Fajar Sahrudin menyelipkan pesan menyentuh tentang harapan terakhirnya bagi siapa pun yang membaca lembar perjalanan kisah yang ia tuliskan di autobiografinya.
Bupati Masinton Sebut Sikap Politik DPRD Tapteng Primitif, Hambat Percepatan Penanganan Bencana

Bupati Masinton Sebut Sikap Politik DPRD Tapteng Primitif, Hambat Percepatan Penanganan Bencana

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Masinton Pasaribu menanggapi santai terkait tidak harmonisnya hubungannya dengan DPRD Tapteng pascabencana.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT