GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Viral Skin Booster Berbahan Kulit Mayat di Korea Selatan, Benarkah Sudah Masuk ke Indonesia?

BPOM memastikan skin booster menggunakan bahan dari kulit mayat asal Korea Selatan yang viral di media sosial belum masuk & tidak ada izin edaran di Indonesia.
Sabtu, 19 September 2026 - 12:22 WIB
Ilustrasi skin booster
Sumber :
  • Reuters

Jakarta, tvOnenews.com - Perawatan kecantikan asal Korea Selatan berupa skin booster yang menggunakan bahan dari "kulit mayat" menggegerkan publik. Perhatian ini tak lepas adanya kemunculan utas yang membahas produk tersebut viral di Threads.

Produk skin booster tersebut disebut mengandung Human Acellular Dermal Matrix (hADM) atau berasal dari "kulit mayat". Penggunaan produk perawatan kecantikan ini dikabarkan marak di Korea Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kehebohan ini pertama kali berasal dari salah satu utas warganet dengan akun Threads @tiaranab. Akun itu menyebut skin booster berbahan "kulit mayat" sudah dijual secara legal di Singapura hingga telah masuk ke wilayah Indonesia.

Ia juga memberikan klaim bahwa produk kecantikan yang menggunakan bahan dari kulit mayat tersebut disuplai dari jenazah di Gaza.

"Buat yang belum tahu, sekarang ada skin booster dari mayat! Iya, sudah dijual di Singapura dan masuk ke Indonesia. Jadi, memang kerja sama antara Israel dan Korea Selatan ya. Hati-hati banget kalau dapat tawaran skin booster ini," tulisnya dikutip tvOnenews.com, Sabtu (19/9/2026).

Unggahan tersebut menuai respon dari publik. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga ikut bereaksi terkait klaim produk skin booster yang berbahan hADM atau kulit mayat telah masuk ke Indonesia.

Apakah Skin Booster 'Kulit Mayat' yang Viral Sudah Berizin di Indonesia?

Kepala BPOM Taruna Ikrar mengatakan, produk kecantikan yang marak digunakan di Korea Selatan tersebut tidak ada izinnya di Indonesia. Skin booster itu bahkan belum memperoleh persetujuan, belum terdaftar, dan belum beredar di Indonesia.

Taruna menegaskan bahwa, BPOM tidak tinggal diam apabila produk tersebut telah masuk ke wilayah RI. Pihaknya saat ini langsung melakukan investigasi secara menyeluruh melalui Kedeputian 1 (Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif) serta Kedeputian 4 (Bidang Penindakan).

Taruna kembali berbicara adanya Lampiran V (Nomor urut 1187) Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (PerBPOM) Nomor 25 Tahun 2025 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetik, dinyatakan bahwa sel, jaringan, atau produk yang berasal dari manusia. Skin booster yang viral tersebut dapat dipastikan tidak bisa mendapatkan izin untuk digunakan dalam kosmetik.

"Dengan demikian, produk yang mengandung Human Acellular Dermal Matrix (hADM) atau bahan turunan jaringan manusia tidak termasuk dalam definisi kosmetik sebagaimana diatur dalam peraturan tersebut," ujar Taruna dilansir dari Antara.

Harus Penuhi Persyaratan jika untuk Produk Layanan Kesehatan

Lebih lanjut, Taruna menjelaskan apabila produk itu difungsikan sebagai produk obat maupun biologi dalam pelayanan kesehatan yang diedarkan atau digunakan di Indonesia, maka harus memenuhi persyaratannya sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Termasuk juga harus melalui proses registrasi dan evaluasi yang melibatkan Komite Nasional Obat dan Produk Biologi; pengkajian bersama dengan para ahli/pakar di bidang terkait; pemenuhan standar keamanan, khasiat, dan mutu sesuai ketentuan yang berlaku bagi produk biologi," terangnya.

Ia menyampaikan bahwa BPOM tidak segan-segan bertindak secara tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku apabila ditemukan pelanggaran bahkan mengedarkan produk tersebut secara ilegal ke wilayah Indonesia.

Istilah Suntik Kulit Mayat Hanya Sensasional

Sementara, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI), dr. Hanny Nilasari menjelaskan produk yang berbahan hADM. Produk tersebut merupakan matriks jaringan kulit manusia yang berasal dari donor.

Bahkan, kata dia, produk ini juga telah melalui proses khusus untuk menghilangkan sel serta komponen yang dapat memicu reaksi imun. Adapun hal yang dipertahankan meliputi kerangka matriks ekstraseluler, mulai dari kolagen, elastin, dan komponen glikosaminoglikan.

Ia menyoroti istilah "suntik kulit mayat" yang menggegerkan publik. Penyebutan tersebut justru bersifat sensasional dan tidak menggambarkan proses ilmiahnya secara tepat.

"Namun, masyarakat tetap perlu mengetahui secara jujur bahwa bahan dasarnya berasal dari jaringan kulit manusia yang didonasikan," ujar dr. Hanny.

Ia menyampaikan bahwa, produk hADM tersebut bukan jaringan hidup. Produk perawatan kecantikan ini juga bukan sel punca dan bukan sekadar asam hialuronat biasa.

Ia berpendapat harus ada kehati-hatian dalam penggunaan klaim "100 persen murni". Pasaslnya, produk tersebut telah mengalami penghilangan sel, pemurnian, sterilisasi, pengolahan untuk berubah menjadi partikel, serta rekonstitusi sebelum penyuntikan.

dr. Hanny mengimbau agar istilah itu jangan sampai dipahami sebagai jaringan manusia utuh atau bahan yang sama sekali tidak membutuhkan proses.

"Teknologi hADM telah digunakan dalam rekonstruksi luka, bedah, dan regenerasi jaringan. Namun, penggunaannya sebagai skin booster estetik yang disuntikkan ke wajah merupakan perkembangan yang relatif baru," tuturnya.

Ia kemudian membahas status peredaran dan penggunaan suatu produk. Di negara asalnya tidak bisa sembarang diedarkan maupun dipakai di Indonesia.

Ia mengatakan bahwa, produk itu di Korea Selatan justru dipasarkan sebagai produk jaringan manusia. Oleh karena itu, jalur pengawasan antara Korsel dan Indonesia tentu memiliki perbedaan.

"Karena itu, kalimat ‘sudah disetujui pemerintah Korea’ tidak boleh langsung diartikan bahwa seluruh klaim estetiknya telah disetujui berdasarkan uji klinis berskala besar," tukasnya.

(hap)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Asian Games 2026: Telah Resmi Buka! Rumah Indonesia di Nagoya akan Jadi Pusat Dukungan Atlet dan Diplomasi Tim Merah Putih

Asian Games 2026: Telah Resmi Buka! Rumah Indonesia di Nagoya akan Jadi Pusat Dukungan Atlet dan Diplomasi Tim Merah Putih

Rumah Indonesia resmi dibuka di Nagoya, Jepang, sebagai rumah atlet dan ofisial, sekaligus pusat diplomasi olahraga serta promosi Indonesia di Asian Games 2026.
Luke Vickery Ternyata Pernah Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19, Kini Bersiap Debut Bersama Skuad Garuda

Luke Vickery Ternyata Pernah Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF U-19, Kini Bersiap Debut Bersama Skuad Garuda

Luke Vickery punya cerita unik bersama Australia di Piala AFF U-19 2024. Kini, setelah menjadi WNI, ia berpeluang debut bersama Timnas Indonesia.
Ancaman Penyelundupan hingga Illegal Crossing, BNPP RI Geber Infrastruktur Keamanan di Perbatasan Karimun

Ancaman Penyelundupan hingga Illegal Crossing, BNPP RI Geber Infrastruktur Keamanan di Perbatasan Karimun

BNPP RI dan Pemkab Karimun membahas percepatan infrastruktur, air bersih, listrik, konektivitas, ekonomi, serta keamanan untuk memperkuat kawasan perbatasan pada 2027.
PNM Sulap Lorong Kota Menjadi Sumber Pangan Lewat Program Agro Urban Madani

PNM Sulap Lorong Kota Menjadi Sumber Pangan Lewat Program Agro Urban Madani

PNM menghadirkan Agro Urban Madani, program ketahanan pangan yang memanfaatkan ruang terbatas di kawasan padat penduduk untuk budidaya sayuran dan berbagai komoditas pangan lainnya.
3 Fakta Terbaru Sopir Travel Aris Sanda yang Jadi Korban Kekejaman KKB

3 Fakta Terbaru Sopir Travel Aris Sanda yang Jadi Korban Kekejaman KKB

Aris Sanda merupakan pria asal toraja yang sudah tinggal lama di Papua bekerja sebagai sopir travel. Meninggal dunia setelah dihadang kelompok KKB diperjalanan.
Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Maluku dan Nusa Tenggara, Angkat 4 Kategori soal Kesehatan-Lingkungan Asri

Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Maluku dan Nusa Tenggara, Angkat 4 Kategori soal Kesehatan-Lingkungan Asri

Menteri Tito dalam hal ini menyampaikan apresiasi kepada para kabupaten hingga provinsi yang meraih Apresiasi Pemda Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Maluku dan Nusa Tenggara.

Trending

Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Bak Petir di Siang Bolong, Calon Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Malah Dipanggil Timnas Jerman

Calon pemain naturalisasi Timnas Indonesia mendapat panggilan mengejutkan ke Jerman U-21, membuka babak baru dalam perebutan jasanya di level internasional.
Kondisi Terbaru Pasutri yang Sering Siram Air Kotor saat Warga Mau ke Masjid untuk Shalat, Berujung Digeruduk Warga

Kondisi Terbaru Pasutri yang Sering Siram Air Kotor saat Warga Mau ke Masjid untuk Shalat, Berujung Digeruduk Warga

Pasangan suami istri (pasutri) yang menyiram air kotor ke warga yang menuju masjid untuk shalat Jumat di Kutabaru, Pasar Kemis, Tangerang digeruduk oleh warga.
Lamine Yamal Blak-blakan soal Rasisme: Terjadi Setiap Hari Tanpa Disadari

Lamine Yamal Blak-blakan soal Rasisme: Terjadi Setiap Hari Tanpa Disadari

Bintang Barcelona, Lamine Yamal, mengungkap pengalaman pahitnya menghadapi rasisme yang disebut telah terjadi ribuan kali. Ia menyoroti komentar dan tatapan.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Beruntung 20 September 2026: Ada yang Ketiban Rezeki Tak Terduga

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Beruntung 20 September 2026: Ada yang Ketiban Rezeki Tak Terduga

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling beruntung pada 20 September 2026: Ada yang ketiban rezeki tak terduga. Zodiakmu termasuk?
Asian Games 2026: Indonesia Berhasil Amankan Tiket Babak Semifinal pada Dua Cabor Ini Sebelum Opening Ceremony

Asian Games 2026: Indonesia Berhasil Amankan Tiket Babak Semifinal pada Dua Cabor Ini Sebelum Opening Ceremony

Indonesia mengamankan dua tiket semifinal Asian Games 2026 Aichi-Nagoya melalui cabang olahraga teqball dan soft tennis beregu putra.
Ramalan Keuangan Shio Monyet 20 September 2026: Lebih Berpeluang Cuan atau Apes karena Pengeluaran?

Ramalan Keuangan Shio Monyet 20 September 2026: Lebih Berpeluang Cuan atau Apes karena Pengeluaran?

Bagi Anda pemilik shio Monyet, hari ini menjadi momen untuk mengevaluasi strategi finansial, memperhitungkan risiko, dan mengelola arus kas secara lebih cermat.
Mbah Hosen Wafat Usai Saksikan Madura United Menang, Laga Kontra PSIM Jadi yang Terakhir

Mbah Hosen Wafat Usai Saksikan Madura United Menang, Laga Kontra PSIM Jadi yang Terakhir

Mbah Hosen, suporter ikonik Madura United, wafat setelah sempat hadir di stadion menyaksikan laga kontra PSIM yang menjadi pertandingan terakhirnya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT