Cara Mengenali Bakat dan Potensi Anak Sejak Dini Menurut Dokter Spesialis Anak, Ini Cara Orang Tua Mengenali Bakatnya
- Gambar ilustrasi AI / Gemini
Nutrisi Juga Menjadi Bagian dari Dukungan Perkembangan
Selain stimulasi dan pendampingan, kebutuhan nutrisi turut menjadi perhatian dalam perkembangan anak. Dr. Shyrien menjelaskan bahwa fungsi otak membutuhkan jaringan saraf yang saling berkomunikasi dan didukung oleh asupan nutrisi.
“Tapi itu semua butuh nerve (saraf) yang saling berkomunikasi, persarafan yang saling berkomunikasi (dan) saling mendukung. Nah itu yang kita penuhi dari nutrisi, memori kognisi yang baik, nah itu yang kita penuhi dari AHA/DHA,” jelasnya.
“AHA/DHA mendukung agar anak IQ-nya mencapai titik optimal yang bisa dicapai.” Dalam konteks pemenuhan nutrisi, Champion merupakan minuman cokelat pertama di Indonesia yang secara khusus diperkaya DHA dan diperkenalkan sebagai minuman cokelat untuk anak usia 7–12 tahun yang diperkaya DHA dan dilengkapi 10 jenis vitamin.
Produk tersebut juga menjadi bagian dari program Anak Juara Champion (AJC), yang memberikan ruang bagi anak untuk menunjukkan bakat di bidang akademis, seni, olahraga, hingga kreativitas digital. Perhatian terhadap nutrisi perlu berjalan bersama dukungan orang tua terhadap minat anak.
“Anak tidak harus menjadi juara dengan cara yang sama. Yang paling berarti adalah ketika orang tua mengenali apa yang disukai dan dikuasai anak, lalu hadir untuk mendukung prosesnya. Kami berharap dapat menjadi salah satu pilihan bagi keluarga dalam memperhatikan asupan nutrisi anak, sejalan dengan dukungan yang mereka berikan setiap hari,” ujar Haruman Rustandi, Marketing Director Coffee & Health Food PT Mayora Indah Tbk.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap masa depan dan pendidikan sang buah hati, anak-anak terpilih dalam program ini juga akan dianugerahi Beasiswa Anak Juara Champion. Pada akhirnya, persoalannya bukan apakah seorang anak menjadi juara kelas atau tidak.
Yang lebih penting adalah apakah orang tua mampu melihat kemampuan yang mungkin belum muncul dalam angka rapor. Anak tidak harus unggul di semua bidang.
Potensinya justru dapat ditemukan ketika orang tua mau mengamati minatnya, memberi kesempatan mencoba, mendampingi saat gagal, dan menyediakan lingkungan serta nutrisi yang mendukung proses tumbuh kembangnya. (udn)
Load more