Beras Fortifikasi Sempat Ramai Dibicarakan, Apa Bedanya dengan yang Jenis Biasa?
- Dok. Kementan
Jakarta, tvOnenews.com - Beras merupakan salah satu makanan pokok yang kerap dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Selain yang bahan biasa, beras juga mempunyai jenis berupa fortifikasi yang sempat ramai dibicarakan.
Mengacu dari pemberitaan resmi Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) pada 15 September 2026, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengungkapkan hasil pemeriksaan 27 merek beras dipasarkan sebagai produk fortifikasi.
Mentan Amran menyampaikan bahwa, setidaknya sebanyak 25 merek yang beredar di pasaran dinyatakan tidak memenuhi ketentuan standar kandungan dan mutu alias palsu.
Temuan puluhan beras fortifikasi palsu berdasarkan hasil dari pengujian sampel melalui empat laboratorium, di antaranya, IPB Bogor, Laboratorium BRMP, Saraswanti Indo Genetech, dan Eurofins Angler Biochemlab.
Kehebohan ini membuat publik menunjukkan pertanyaannya terutama terkait kandungan, manfaat, hingga keamanannya.
Lantas, apa sebenarnya beras fortifikasi dan apa perbedaannya dengan beras biasa? Berikut penjelasannya yang dirangkum oleh tvOnenews.com pada Senin (5/10/2026).
Mengenal Beras Fortifikasi
- Kementan
Secara sederhana, beras fortifikasi adalah beras yang mendapatkan tambahan zat gizi mikro, terutama vitamin dan mineral. Fortifikasi dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas gizi pangan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan mikronutrien masyarakat.
Merujuk dari World Health Organization (WHO), fortifikasi merupakan praktik meningkatkan kandungan satu atau lebih mikronutrien dalam makanan. Hal ini bertujuan agar memperbaiki kualitas gizi dan memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat.
Maka dari itu, beras fortifikasi bukan berarti beras yang berasal dari jenis tanaman berbeda. Jenis tersebut dengan bahan biasa sama-sama tumbuh dari tanaman padi (Oryza sativa) dan diproses dari gabah.
Perbedaan dengan yang bahan biasa terletak pada adanya zat gizi tambahan yang diberikan melalui proses fortifikasi.
Perbedaan Beras Fortifikasi dengan Beras Biasa
Jika mengacu pada perbedaan utamanya, perbandingan beras fortifikasi dan beras biasa terletak di kandungan mikronutriennya.
Beras biasa mempunyai kandungan gizi alami. Asalnya tak lepas dari beras itu sendiri. Adapun beras fortifikasi memperoleh tambahan vitamin atau mineral tertentu.
Proses fortifikasi beras bisa menggunakan sejumlah metode. Hal ini juga mengacu pada proses melapisi permukaan beras dengan campuran vitamin dan mineral atau membuat butiran beras yang mengandung zat gizi untuk kemudian dicampurkan dengan beras biasa.
Load more