Kok Bisa Plastik Hitam Berbahaya untuk Bungkus Makanan? Begini Penjelasannya
- Dibuat oleh ChatGPT
Kandungan bahan kimia tersebut perlu diperhatikan karena plastik yang tidak dibuat khusus untuk kemasan pangan belum tentu aman ketika bersentuhan langsung dengan makanan.
Meski demikian, tidak semua plastik hitam otomatis mengandung seluruh zat tersebut. Risiko bergantung pada bahan baku, proses daur ulang, dan jenis plastik yang digunakan.
Apa Bahaya Plastik Hitam untuk Kesehatan?
Salah satu kekhawatiran dalam penggunaan plastik yang tidak memenuhi standar kemasan pangan adalah kemungkinan berpindahnya zat kimia dari kemasan ke makanan. Proses ini dikenal sebagai migrasi bahan kimia.
Risiko migrasi dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti suhu, jenis makanan, lama kontak, serta komposisi plastik. Makanan yang masih panas dan kontak dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko perpindahan zat tertentu dari kemasan.
“Lantas apa bahayanya? Zat-zat tersebut bisa berpisah ke makanan saat kena panas, dan kontak langsung dalam waktu yang lama.”
Paparan bahan kimia tertentu, bergantung pada jenis dan dosisnya, dapat berdampak pada kesehatan. Beberapa zat berbahaya diketahui berkaitan dengan gangguan sistem saraf, kerusakan ginjal, gangguan hormon, hingga potensi kanker.
“Efeknya bisa menimbulkan gangguan saraf, kerusakan ginjal, gangguan hormon, dan potensi karsinogenik. Artinya, ia boleh dipakai untuk keperluan lain, tapi jangan untuk pembungkus makanan. Karena kita tidak tahu plastik itu berasal dari mana,” ujar Prof. Zulys.
Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menggunakan plastik hitam yang tidak jelas asal-usul dan peruntukannya untuk membungkus makanan. Perlu diingat, tingkat risiko tidak sama pada setiap jenis plastik dan tidak berarti setiap kontak dengan plastik hitam pasti menyebabkan penyakit.
Apa Alternatif Bungkus Makanan yang Lebih Aman?
Untuk mengurangi risiko paparan bahan kimia dari kemasan, masyarakat dapat memilih pembungkus yang memang sesuai untuk makanan. Prof. Zulys menyarankan penggunaan bahan alami maupun wadah yang dapat digunakan kembali.
“Apa alternatifnya? Ada daun pisang atau daun jati, alami dan tidak beracun. Wadah yang bisa digunakan kembali seperti kotak makan atau besek.”
Daun pisang dan daun jati dapat menjadi pilihan untuk membungkus daging, selama kondisinya bersih dan layak digunakan. Sementara itu, kotak makan atau besek dapat dimanfaatkan sebagai wadah yang bisa digunakan kembali sesuai kebutuhan.
Load more