News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kok Bisa Plastik Hitam Berbahaya untuk Bungkus Makanan? Begini Penjelasannya

Plastik hitam berbahaya untuk bungkus makanan karena berpotensi mengandung bahan kimia dari limbah elektronik. Simak risiko kesehatan dan alternatif yang lebih aman.
Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:26 WIB
Kantong Plastik Hitam untuk Makanan
Sumber :
  • Dibuat oleh ChatGPT

tvOnenews.com - Plastik Hitam masih sering digunakan untuk membungkus makanan, termasuk daging kurban. Namun, tahukah kamu bahwa Plastik Hitam Berbahaya jika digunakan untuk membungkus makanan karena berpotensi mengandung bahan kimia dari limbah elektronik? Oleh karena itu, penggunaan plastik hitam sebagai bungkus makanan perlu diwaspadai, terutama jika bersentuhan langsung dengan daging.

Plastik hitam yang beredar di pasaran tidak semuanya memiliki bahan dan proses pembuatan yang sama. Sebagian plastik hitam daur ulang dapat berasal dari limbah elektronik yang mengandung zat kimia tertentu dan tidak dirancang untuk kontak langsung dengan makanan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lantas, kok bisa Plastik Hitam berbahaya untuk bungkus makanan? Apa saja risiko yang perlu diketahui dan apa alternatif pembungkus yang lebih aman?

Plastik Hitam Bisa Berasal dari Limbah Elektronik

Dalam unggahan Instagram pribadinya pada 27 Mei 2026, Prof. Agustino Zulys menjelaskan risiko penggunaan plastik hitam untuk membungkus makanan, terutama daging kurban.

“Sangat berisiko menggunakan plastik hitam untuk membungkus makanan, apalagi untuk daging kurban,” ucap Prof. Zulys.

Ia menjelaskan bahwa sebagian plastik hitam yang digunakan untuk membungkus daging dapat berasal dari proses daur ulang limbah elektronik, seperti casing televisi, komputer, dan kabel.

“Plastik hitam yang sering dipakai untuk bungkus daging ternyata bukan plastik biasa. Plastik hitam berasal dari daur ulang limbah elektronik seperti casing TV, komputer, kabel. Artinya, yang dulu pembungkus alat listrik, sekarang pembungkus daging kurban,” lanjutnya.

Kondisi ini menjadi perhatian karena plastik yang berasal dari limbah elektronik berpotensi membawa residu bahan kimia yang tidak sesuai untuk kemasan makanan.

Kandungan Bahan Kimia dalam Plastik Hitam

Prof. Zulys juga menyoroti temuan penelitian terhadap sampel plastik hitam yang menunjukkan adanya kandungan sejumlah bahan kimia, termasuk bahan penghambat api dan logam berat.

“Dari penelitian, lebih dari 600 sampel plastik hitam ditemukan plastik hitam mengandung bahan anti api, logam berat seperti timbal, kadmium, merkuri, promethium, bahkan antimon dan juga mengandung pewarna hitam carbon black untuk menyembunyikan kontaminasi. Zat-zat ini sebenarnya dipakai untuk pembungkus elektronik bukan untuk makanan,” jelasnya.

Kandungan bahan kimia tersebut perlu diperhatikan karena plastik yang tidak dibuat khusus untuk kemasan pangan belum tentu aman ketika bersentuhan langsung dengan makanan.

Meski demikian, tidak semua plastik hitam otomatis mengandung seluruh zat tersebut. Risiko bergantung pada bahan baku, proses daur ulang, dan jenis plastik yang digunakan.

Apa Bahaya Plastik Hitam untuk Kesehatan?

Salah satu kekhawatiran dalam penggunaan plastik yang tidak memenuhi standar kemasan pangan adalah kemungkinan berpindahnya zat kimia dari kemasan ke makanan. Proses ini dikenal sebagai migrasi bahan kimia.

Risiko migrasi dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti suhu, jenis makanan, lama kontak, serta komposisi plastik. Makanan yang masih panas dan kontak dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko perpindahan zat tertentu dari kemasan.

“Lantas apa bahayanya? Zat-zat tersebut bisa berpisah ke makanan saat kena panas, dan kontak langsung dalam waktu yang lama.”

Paparan bahan kimia tertentu, bergantung pada jenis dan dosisnya, dapat berdampak pada kesehatan. Beberapa zat berbahaya diketahui berkaitan dengan gangguan sistem saraf, kerusakan ginjal, gangguan hormon, hingga potensi kanker.

“Efeknya bisa menimbulkan gangguan saraf, kerusakan ginjal, gangguan hormon, dan potensi karsinogenik. Artinya, ia boleh dipakai untuk keperluan lain, tapi jangan untuk pembungkus makanan. Karena kita tidak tahu plastik itu berasal dari mana,” ujar Prof. Zulys.

Karena itu, masyarakat sebaiknya tidak menggunakan plastik hitam yang tidak jelas asal-usul dan peruntukannya untuk membungkus makanan. Perlu diingat, tingkat risiko tidak sama pada setiap jenis plastik dan tidak berarti setiap kontak dengan plastik hitam pasti menyebabkan penyakit.

Apa Alternatif Bungkus Makanan yang Lebih Aman?

Untuk mengurangi risiko paparan bahan kimia dari kemasan, masyarakat dapat memilih pembungkus yang memang sesuai untuk makanan. Prof. Zulys menyarankan penggunaan bahan alami maupun wadah yang dapat digunakan kembali.

“Apa alternatifnya? Ada daun pisang atau daun jati, alami dan tidak beracun. Wadah yang bisa digunakan kembali seperti kotak makan atau besek.”

Daun pisang dan daun jati dapat menjadi pilihan untuk membungkus daging, selama kondisinya bersih dan layak digunakan. Sementara itu, kotak makan atau besek dapat dimanfaatkan sebagai wadah yang bisa digunakan kembali sesuai kebutuhan.

Jika tetap ingin menggunakan plastik, pilih kemasan bening atau berwarna terang yang memiliki keterangan food grade dan memang ditujukan untuk kontak dengan makanan. Pastikan juga kemasan digunakan sesuai petunjuk, terutama terkait suhu dan jenis makanan yang boleh dibungkus.

“Kalau tetap mau pakai plastik, pakailah plastik terang, bening yang food grade. Lebih aman dan terkontrol untuk kemasan makanan. Kalau kurban itu mendekatkan kita kepada Tuhan, jangan sampai plastiknya mendekatkan kita pada dokter,” tutup Prof. Zulys.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan memilih bungkus makanan yang sesuai, masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan pangan, termasuk saat membagikan daging kurban. Hal sederhana seperti memilih kemasan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko paparan zat kimia yang tidak diinginkan.

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Geger, Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Kain dan Plastik di Kabupaten Tangerang, Polisi Lakukan Penyelidikan

Geger, Mayat Bayi Perempuan Ditemukan Terbungkus Kain dan Plastik di Kabupaten Tangerang, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sejumlah warga digegerkan dengan adanya penemuan mayat bayi berjenis kelamin perempuan di Jalan Raya Gempol Sari Kp.Tegal Sari RT.03/RW.06, Ds.Gemol Sari, Sepat
Bukan Gyselle Silva atau Thancha Sooksod, Media Korea Ungkap Kunci Keberhasilan GS Caltex Menjuarai KOVO Cup 2026

Bukan Gyselle Silva atau Thancha Sooksod, Media Korea Ungkap Kunci Keberhasilan GS Caltex Menjuarai KOVO Cup 2026

Baru-baru ini, salah satu media Korea Selatan mengungkap kunci keberhasilan GS Caltex meraih gelar juara KOVO Cup 2026 usai menaklukan Hi Pass di partai final.
Ditinggal Kerja, Rumah Warga Kademangan Probolinggo Ludes Dilalap Api

Ditinggal Kerja, Rumah Warga Kademangan Probolinggo Ludes Dilalap Api

Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Brantas, Kelurahan-Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Kamis (22/10/2026) siang saat ditinggal pemiliknya bekerja.
Ruang Ganti Manchester United Meledak, Carrick Kritik Balik Bruno Fernandes usai Dikalahkan Como di Liga Champions

Ruang Ganti Manchester United Meledak, Carrick Kritik Balik Bruno Fernandes usai Dikalahkan Como di Liga Champions

Michael Carrick membalas kritik Bruno Fernandes soal taktik Manchester United usai dibantai Como 4-1. Sang pelatih menyoroti kerja keras pemain di lapangan.
Viral Iron Man Lerai Pengendara Mobil Cekcok di Kelapa Gading, Polisi Pastikan Tak Ada Korban

Viral Iron Man Lerai Pengendara Mobil Cekcok di Kelapa Gading, Polisi Pastikan Tak Ada Korban

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan aksi pria yang menggunakan kostum Iron Man melerai pengendara mobil yang terlibat cekcok di Jalan wilayah ...
Hasil PSM Vs Persebaya 1-0: Dua Penalti Alex Martins Gagal, Yuran Fernandes Cetak Gol Bunuh Diri

Hasil PSM Vs Persebaya 1-0: Dua Penalti Alex Martins Gagal, Yuran Fernandes Cetak Gol Bunuh Diri

PSM Makassar menang 1-0 atas Persebaya lewat gol bunuh diri Yuran Fernandes. Ardiansyah jadi pahlawan usai menepis dua penalti Alex Martins di injury time.

Trending

Mahasiswa Jombang Desak Pemerintah Evaluasi PSN dan Percepat Penanganan Karhutla

Mahasiswa Jombang Desak Pemerintah Evaluasi PSN dan Percepat Penanganan Karhutla

GMNI dan BEM Sospol Undar Jombang mendesak pemerintah mengevaluasi PSN dan mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
Heboh! Orang Tua Pukuli Dua Anak Balitanya di dalam Lift, Diduga Gegara Rebutan Stroller

Heboh! Orang Tua Pukuli Dua Anak Balitanya di dalam Lift, Diduga Gegara Rebutan Stroller

Media sosial Threads dihebohkan dengan video kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anak balitanya di dalam lift diduga dipicu rebutan naik ke stroller.
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Momentum Memperkuat Demokrasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Momentum Memperkuat Demokrasi Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat

Dua tahun masa pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinilai sebagai momentum krusial untuk memperkuat demokrasi ekonomi demi kesejahteraan masyarakat. 
Rektor Universitas Langlangbuana Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak Meninggal, Polresta Bandung Sampaikan Belasungkawa

Rektor Universitas Langlangbuana Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak Meninggal, Polresta Bandung Sampaikan Belasungkawa

Rektor Universitas Langlangbuana Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak meninggal dunia, Polresta Bandung sampaikan belasungkawa.
Kabar Duka, Rektor Universitas Langlangbuana Bandung Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak Meninggal Dunia

Kabar Duka, Rektor Universitas Langlangbuana Bandung Irjen Pol (Purn) A. Kamil Razak Meninggal Dunia

Kabar duka, Rektor Universitas Langlangbuana Bandung Irjen Pol (Purn) Dr. Drs. H. A. Kamil Razak, S.H., M.H. meninggal dunia.
Rekam Jejak Irjen Pol. (Purn) A. Kamil Razak yang Tutup Usia, Pernah Jabat Kapolres hingga Rektor Universitas Langlangbuana

Rekam Jejak Irjen Pol. (Purn) A. Kamil Razak yang Tutup Usia, Pernah Jabat Kapolres hingga Rektor Universitas Langlangbuana

Rekam jejak Irjen Pol. (Purn) A. Kamil Razak yang meninggal dunia pada 22 Oktober 2026. Simak perjalanan kariernya dari Bareskrim Polri, lembaga negara, hingga menjadi Rektor Universitas Langlangbuana.
Penanganan Karhutla 2026: PMKRI Dorong Penguatan Kebijakan Pelindungan Kemanusiaan dan Kesehatan Warga

Penanganan Karhutla 2026: PMKRI Dorong Penguatan Kebijakan Pelindungan Kemanusiaan dan Kesehatan Warga

PP PMKRI menyampaikan perhatian dan kepedulian mendalam terhadap penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang memengaruhi lingkungan hidup serta kesehat
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT