GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jangan Asal Ganti! Pakai Oli yang Tidak Sesuai Bisa Bikin Mesin Mobil Cepat Jebol, Mitos atau Fakta?

Jangan asal pilih oli mobil dan coolant sembarangan! Pakai yang tidak sesuai bisa bikin mesin cepat rusak. Simak penjelasan ahli otomotif berikut ini.
Rabu, 1 Oktober 2025 - 14:10 WIB
Ilustrasi Oli Mobil
Sumber :
  • Gemini AI

tvOnenews.com - Oli mesin adalah salah satu komponen penting yang sering dianggap sepele oleh sebagian pemilik kendaraan.

Banyak orang mengira selama mobil masih bisa jalan, oli apa pun bisa dipakai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, menurut ahli otomotif Ko Lung Lung yang dilansir dari kanal YouTube Dokter Mobil Indonesia, pemilihan oli yang tidak sesuai dengan spesifikasi mesin justru bisa berakibat fatal bagi umur kendaraan.

Ko Lung Lung menjelaskan bahwa tidak semua jenis mobil membutuhkan oli dengan spesifikasi tinggi seperti fully synthetic oil.

Misalnya, mobil-mobil lama atau mobil dengan mesin tua biasanya dirancang untuk menggunakan mineral oil.

Jika dipaksakan menggunakan oli full sintetik, meskipun mobil masih bisa berjalan normal, hasilnya tidak akan memberikan manfaat tambahan.

“Mobil tua perlu pakai spek olinya dia yang original, biasanya masih pakai mineral oil. Kalau dipaksakan full sintetik, mobil akan tetap jalan sih, nggak masalah. Ketika dia menguap tidak meninggalkan kerak tapi harganya jauh lebih mahal dan manfaatnya tidak terlalu terasa. ” ujar Ko Lung Lung.

Oli tidak hanya berfungsi sebagai pelumas, tapi juga menjaga suhu mesin tetap stabil, mencegah gesekan berlebihan, hingga memperpanjang umur komponen mesin.

Oleh karena itu, menggunakan oli sesuai spesifikasi pabrikan adalah keharusan.

Bagi mobil dengan mesin turbo, pemilik harus lebih berhati-hati.

Mesin turbo bekerja pada suhu tinggi dan tekanan besar, sehingga membutuhkan pelumas yang lebih kuat.

Dalam kasus ini, oli fully synthetic biasanya menjadi pilihan terbaik untuk melindungi mesin dari risiko cepat aus.

“Semua mobil tidak boleh pakai oli sembarangan. Kalau spesifikasinya fully synthetic, ya pakai fully synthetic. Kalau semi-sintetik ya pakai itu, mineral ya mineral. Dari semi ke full itu masih bisa, tapi jangan sebaliknya,” kata Ko Lung Lung menegaskan.

Selain oli, cairan pendingin atau coolant juga sering diabaikan.

Banyak pemilik mobil mengira semua jenis cairan berwarna bisa disebut coolant.

Padahal, menurut Ko Lung Lung, sebagian besar produk yang dijual di pasaran hanyalah air yang diberi pewarna tanpa kandungan pendingin yang sebenarnya.

“Coolant jangan asal isi air berwarna. Kebanyakan yang dijual itu cuma air yang dikasih warna, kandungan pendinginnya hampir nggak ada. Kalau mau pakai air biasa sih bisa, tapi ya siap-siap karatan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Kesalahan memilih coolant bisa membuat sistem pendingin bekerja tidak optimal.

Akibatnya, mesin lebih cepat panas, risiko karat meningkat, dan performa kendaraan menurun.

Karena itu, pemilik mobil dianjurkan untuk selalu menggunakan coolant dengan standar yang sesuai rekomendasi pabrikan.

Banyak orang tergoda menggunakan oli atau coolant murah karena alasan hemat biaya perawatan.

Namun, langkah ini justru bisa berbalik merugikan.

Mesin yang tidak dilindungi dengan baik rentan mengalami kerusakan, bahkan bisa membuat mobil mogok di tengah jalan.

Jika sudah rusak parah, biaya perbaikan tentu jauh lebih mahal dibanding biaya membeli oli sesuai spesifikasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan kata lain, oli dan coolant ibarat nyawa bagi mesin mobil.

Salah memilih bisa membuat performa turun drastis hingga berujung kerusakan permanen. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Menteri Arifah Fauzi Soroti Penangkapan Pimpinan Ponpes di Pati: Ini Bukti Masyarakat Tidak Diam

Menteri Arifah Fauzi Soroti Penangkapan Pimpinan Ponpes di Pati: Ini Bukti Masyarakat Tidak Diam

Setelah sempat melakukan pelarian lintas provinsi, pelarian AS, pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Pati, akhirnya terhenti. 
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Mauricio Souza Keberatan Keputusan Wasit FIFA Usai Persija Kena Comeback Persib

Mauricio Souza Keberatan Keputusan Wasit FIFA Usai Persija Kena Comeback Persib

Persija Jakarta kalah dengan skor 1-2 dari Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, pada Minggu (10/5/2026). 
Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan di Dataran Tinggi, Bupati Cianjur: Ini Sangat Mengkhawatirkan

Dedi Mulyadi Soroti Alih Fungsi Lahan di Dataran Tinggi, Bupati Cianjur: Ini Sangat Mengkhawatirkan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi meluncurkan program preventif untuk mengatasi banjir di wilayah dataran tinggi Cianjur. 

Trending

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Demi Lancarkan Aksi Bejatnya, Kiai Cabul Minta Santri Pijat hingga Tidur Bersama, Korban: Katanya Ajaran Guru

Aksi bejat yang dilakukan Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah perlahan terbongkar oleh kesaksian para korban. Kini oknum telah jadi tersangka
Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Kesaksian Korban Terkait Modus Sehari-hari Kiai Ashari terhadap Santriwati: Biasanya Selesai Pijit Dicium Pipi

Seorang santriwati Ponpes Ndholo Kusumo Pati akhirnya bicara kepada publik terkait modus Kiai Ashari sebelum melancarkan aksinya dengan mencabuli para korban.
Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang Santriwati Bongkar Alasan Para Korban Turuti Ajakan Tidur Kiai Ashari: Dibilang Obat Penyakit Hati

Seorang santriwati dari Ponpes Ndholo Kusumo Pati mewakili 50 korban membeberkan alasan kenapa para korban mau menuruti permintaan temani tidur Kiai Ashari.
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Reaksi Unik Dedi Mulyadi saat Tahu Rambut 18 Siswi SMK di Garut Dipotong Guru, Langsung Dibawa ke Salon

Langkah unik diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), dalam menangani trauma psikologis yang dialami 18 siswi SMKN 2 Garut usai rambut mereka dipotong secara sepihak di sekolah, 
Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abah Bidong Menangis Histeris Dapat Bantuan Rp30 Juta dari Kang Dedi Mulyadi: Buat Tahlilan dan Bekal Ema

Keluarga Abang Bidong menangis histeris dapat bantuan Rp30 juta dari Kang Dedi Mulyadi (KDM), untuk biaya tahlilan dan bekal istri almarhum.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT