Elektrifikasi Tambang Indonesia, 18 Truk Listrik Sudah Beroperasi di Kaltim
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Penggunaan kendaraan listrik di sektor pertambangan Indonesia mulai memasuki tahap operasional. Sebanyak 18 truk angkut listrik telah digunakan di salah satu area tambang di Kalimantan Timur. Penerapan tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak lagi sebatas pengujian teknologi, tetapi mulai menjadi bagian dari aktivitas pertambangan.
Perkembangan itu menjadi salah satu topik yang diangkat PT Indotruck Utama bersama Volvo melalui booth bertema Power Your Ambition di Mining Expo 2026, JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Booth tersebut menampilkan perkembangan teknologi kendaraan dan alat berat sekaligus menjadi ruang diskusi mengenai tantangan penerapan elektrifikasi di industri pertambangan. Salah satunya melalui forum bertajuk “Renewable Energy on Machine Application” yang diselenggarakan bersama PERTAABI pada Kamis (10/9/2026).
Expert PERTAABI, Sahala Sigalingging, mengungkapkan bahwa pemanfaatan unit elektrik di sektor pertambangan sudah berjalan dalam kegiatan operasional. Dari 18 unit yang beroperasi di Kalimantan Timur, sebagian telah digunakan selama sekitar delapan bulan, sementara unit pertama mendekati satu tahun pemakaian.
“Dalam penerapannya, unit elektrik sudah bisa digunakan. Tantangan berikutnya adalah memastikan ekosistem komersial dan teknisnya siap ketika penggunaannya diperluas,” ujar Sahala.
Menurutnya, keberhasilan elektrifikasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknologi kendaraan, tetapi juga kesesuaiannya dengan kondisi operasional di lapangan.
Karakteristik setiap lokasi tambang memiliki perbedaan, mulai dari kondisi jalur angkut, kebutuhan kapasitas kendaraan, hingga dimensi unit yang dapat digunakan. Karena itu, penyesuaian spesifikasi kendaraan terhadap kebutuhan produksi membutuhkan proses tersendiri yang dapat berlangsung selama beberapa tahun.
Praktisi operasi tambang, Agung Budi Prasetya, menambahkan bahwa pengujian langsung di lapangan menjadi tahapan penting sebelum perusahaan memperluas penggunaan kendaraan listrik.
Evaluasi tersebut mencakup keselamatan kerja, produktivitas, konsumsi energi, kebutuhan pengisian baterai, tingkat emisi, kesiapan operasional atau availability, hingga potensi downtime.
“Uji coba perlu dilakukan untuk memastikan unit elektrik mampu memenuhi kebutuhan operasi. Yang dievaluasi adalah aspek keselamatan, produktivitas, konsumsi energi, pola pengisian, emisi, availability hingga downtime sebelum menentukan langkah berikutnya,” kata Agung.
Ia menjelaskan, peralihan dari kendaraan konvensional menuju unit elektrik turut membawa perubahan pada sistem pendukung kegiatan pertambangan.
Load more