Yamaha Gear Ultima Diuji di 60 Tanjakan Ekstrem Jawa Barat
- Yamaha
Jakarta, tvOnenews.com - Yamaha Gear Ultima diuji melewati sekitar 60 tanjakan ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Barat. Pengujian yang dilakukan Sabar Pria Gunawan tersebut menggunakan sepeda motor dalam kondisi standar pabrikan tanpa modifikasi, termasuk pada jalur yang dikenal memiliki tanjakan curam dan tikungan tajam.
Pengujian itu mencakup sejumlah lokasi, antara lain Tanjakan Monteng di jalur menuju Kamojang, Tanjakan Naga di Punclut, Lembang, serta Tanjakan Endog di Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat. Sabar menguji kemampuan motor tersebut melalui beberapa skenario untuk melihat performanya ketika menghadapi karakter jalan yang berbeda.
Sabar mengaku semula meragukan kemampuan mesin motor matik tersebut untuk melewati jalur ekstrem. Namun, setelah menyelesaikan rangkaian pengujian, ia menilai mesin 125 cc berteknologi Blue Core Hybrid mampu menghadapi tanjakan yang dicobanya.
”Sejujurnya waktu sebelum memulai pengujian ini saya sangat penasaran dengan kemampuan Gear Ultima karena saya berpikir mungkin motor ini kuat secara rangka dan build quality, tapi soal ketangguhan mesin saya pikir biasa saja dan tidak akan bisa melibas tanjakan-tanjakan viral yang ada di area Jawa Barat sekitarnya seperti Tanjakan Monteng, Tanjakan Naga, dan yang lainnya,” ujar Sabar, pemilik akun TikTok @apihmototv, dikutip dari keterangan pers Yamaha, Selasa (20/10/2026).
Ia menjelaskan, pengujian tersebut tidak hanya dilakukan dengan melintasi tanjakan secara langsung. Sabar juga menerapkan sejumlah metode untuk melihat kemampuan motor ketika membawa beban dan kembali bergerak di jalur menanjak.
”Di pengujian kali ini saya sengaja tidak cuma sekadar melintas, tapi ada beberapa cara pengujian agar lebih tergambarkan dan ternyata setelah kurang lebih 60 tanjakan yang telah saya taklukan bareng Gear Ultima, memang mesin Blue Core Hybrid 125cc bikin tenaga motor ini bisa menuntaskan seluruh tanjakan ekstrem viral,” katanya.
3 Metode Pengujian
Sabar menggunakan tiga metode untuk menguji kemampuan menanjak Yamaha Gear Ultima. Pada metode pertama, ia mengendarai motor seorang diri dan melintasi tanjakan tanpa mengambil ancang-ancang.
Metode kedua dilakukan dengan membonceng penumpang sehingga total bobot pengendara dan penumpang mencapai sekitar 130 kilogram. Sementara itu, metode ketiga menggunakan teknik stop and go, yakni menghentikan motor di bagian tanjakan yang paling curam, kemudian kembali berakselerasi dari posisi diam.
Ketiga metode tersebut bertujuan untuk melihat respons mesin dalam kondisi berkendara yang berbeda, terutama ketika motor harus membawa beban tambahan atau kembali bergerak di jalan menanjak.
Tanjakan dengan Karakter Berbeda
Sejumlah jalur yang menjadi lokasi pengujian memiliki tantangan tersendiri. Tanjakan Gogog di Cisarua, misalnya, memiliki permukaan jalan yang bervariasi, mulai dari aspal hingga bebatuan. Kondisi tersebut turut menguji kemampuan motor saat melintasi medan yang tidak rata.
Sementara itu, jalur menuju kawasan Gantole di Cililin, Kabupaten Bandung Barat, memiliki tanjakan panjang sekitar empat kilometer. Pada rute ini, pengujian juga mencakup metode stop and go untuk melihat kemampuan motor kembali melaju setelah berhenti di tengah tanjakan.
Tanjakan Monteng, yang menghubungkan kawasan Majalaya dengan Jembatan Kuning Kamojang, menghadirkan kombinasi tanjakan dan tikungan tajam. Dalam pengujian tersebut, Gear Ultima dilaporkan mampu melewati jalur itu ketika membawa penumpang tanpa berhenti.
Adapun Tanjakan Endog di Sariwangi, Kabupaten Bandung Barat, memiliki kemiringan yang disebut mencapai 45 derajat. Sementara itu, Tanjakan Naga di kawasan Punclut, Lembang, memiliki jalur berkelok sepanjang sekitar 300 meter yang menuntut pengendara menjaga momentum saat menanjak.
Hasil pengujian tersebut menjadi gambaran performa motor dalam menghadapi kondisi jalan tertentu. Namun, kemampuan melewati tanjakan tetap dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk kondisi permukaan jalan, bobot kendaraan beserta muatannya, teknik berkendara, dan kondisi kendaraan.
Teknologi Blue Core Hybrid
Yamaha membekali Gear Ultima dengan mesin Blue Core Hybrid berkapasitas 125 cc. Motor ini juga menggunakan fitur Electric Power Assist yang memberikan bantuan tenaga pada awal akselerasi selama sekitar tiga detik pertama.
Selain teknologi mesin, Yamaha menyematkan dek kaki yang luas dan posisi berkendara yang dirancang untuk menunjang kenyamanan pengendara. Suspensi depan dan belakang juga mendukung pengendaraan ketika melewati jalan dengan permukaan tidak rata.
Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, mengatakan Gear Ultima dirancang untuk memenuhi kebutuhan mobilitas harian sekaligus menghadapi beragam kondisi jalan di Indonesia.
”Yamaha Gear Ultima kami rancang tidak hanya sekadar untuk memenuhi kebutuhan komuter harian yang praktis dan irit bahan bakar, tetapi juga untuk memberikan rasa percaya diri serta ketenangan bagi para pengendaranya saat harus menghadapi berbagai kondisi medan di Indonesia,” ujar Rifki.
Ia menambahkan, pengujian di sejumlah tanjakan Jawa Barat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kemampuan teknologi Blue Core Hybrid dalam mendukung akselerasi dan pengendaraan saat membawa beban.
Meski demikian, pengujian yang dilakukan dalam kondisi tertentu tersebut belum dapat menjadi tolok ukur tunggal untuk membandingkan kemampuan Gear Ultima dengan seluruh skutik lain di kelasnya. Pengujian terukur dengan parameter yang sama diperlukan untuk menilai perbedaan performa secara lebih objektif.
Load more