Periklindo Tanggapi Rencana Pemberian Insentif EV Berbasis Baterai Nikel
- ANTARA/Pamela Sakina
"Sementara kalau ingin mendapatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) itu harus pakai baterai nikel, baterai nikel itu sangat mahal," ujar Prabowo.
Di sisi lain, Prabowo melihat pengembangan baterai solid-state sebagai peluang strategis bagi Indonesia untuk mendongkrak nilai tambah cadangan nikel melalui penguasaan teknologi baterai generasi mendatang.
Menurutnya, teknologi ini sangat layak dipertimbangkan sebagai salah satu fokus industri baterai nasional karena menawarkan kerapatan energi yang tinggi sekaligus tetap memanfaatkan potensi nikel.
"Saat ini teknologi baterai solid-state itu bisa pakai nikel. Jadi kalau memang Indonesia mau masuk ke sana, masuklah ke teknologi solid-state baterai, selagi itu masih teknologi yang baru," jelas Prabowo.
Pemerintah Indonesia saat ini dikabarkan sedang memfinalisasi skema insentif pembelian kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) demi mendongkrak daya beli masyarakat.
Salah satu opsi yang tengah dimatangkan adalah pengalokasian insentif yang lebih besar bagi mobil listrik berbaterai nikel. Langkah ini dirancang untuk memaksimalkan potensi sumber daya mineral lokal sekaligus memperkokoh ekosistem industri baterai dalam negeri. (ant/rda)
Load more