News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

5 Masjid Bersejarah di Kota Cirebon yang Sering Dikunjungi Warga saat Bulan Ramadhan

Ada 5 masjid di Kota Cirebon yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun dari luar kota selama bulan suci Ramadhan
  • Reporter :
  • Editor :
Kamis, 7 April 2022 - 12:21 WIB
Masjid Agung Sang Cipta Rasa
Sumber :
  • Erfan Septiawan

Cirebon, Jawa Barat - Selama bulan Ramadhan, masjid-masjid menjadi destinasi warga untuk wisata religi. Setidaknya, ada 5 masjid di Kota Cirebon yang sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun dari luar kota. ke 5 masjid ini memiliki daya tarik pada bangunan dan sejarahnya.

Antara lain Masjid Merah Panjunan, Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Masjid Agung Attaqwa, Masjid Jagabayan, dan Masjid Kramat Kalijaga

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masjid Merah Panjunan

Masjid ini berlokasi di Jalan Panjunan, No 43 Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Jawa Barat. Sesuai dengan namanya masjid ini berwarna merah, sebab dibangun menggunakan batu bata merah.

Konon masjid ini adalah masjid tertua di Indonesia, didirikan oleh Syarif Abdurrahman atau biasa disebut dengan Pangeran Panjunan pada tahun 1480 atau sekitar abad ke 15.

Jika dilihat dari luar, masjid ini memiliki gaya arsitektur perpaduan antara Tionghoa dan Islam. Meski tampak sederhana, masjid ini memiliki keunikan. Pintu masjid dibuat lebih kecil dari bangunan, hal ini untuk mencirikan sikap rendah hati ketika bertemu sang pencipta.

Keramik yang ditempel pada dinding merupakan peninggalan istri Sunan Gunung Jati. Jika dilihat dari motif dan perpaduan warnanya, ada keramik gaya China dan keramik gaya Belanda, yang diperkirakaan usianya sejak abad ke 17 atau datang dari Dinasti Qing melalui jalur perdagangan.

Pada atap masjid terlihat seperti klenten. Ketika masuk ke dalam terdapat banyak tiang penyangga yang jika dihitung jumlahnya ada 17 buah.

Di sekitar Masjid Panjunan, dikenal dengan kawasan kampung arab. Karena sempat menjadi tempat berniaga dan menetap seorang keturunan Arab yang diperintah sultan dari Baghda. Dia bermigrasi ke Pulau Jawa dan kemudian menjadi murid Sunan Gunung Jati.

Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta berada di kawasan Keraton Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Sama seperti Masjid Merah Panjunan, masjid ini dibangun pada tahun 1480.

Jika dilihat dari luar, arsitektur masjid perpaduan antara Islam dan Hindu, atapnya berbentuk limas, dan ada ornamen bunga teratai di tempat imam sholat. Dekorasi ini seperti akulturasi dari budaya hindu.

Tiang penyangga di dalam masjid ditautkan satu dengan yang lain, tidak menggunakan paku melainkan hanya dengan pasak. Terdapat dua bangunan di dalamnya, yaitu ruangan utama dan serambi.

Untuk masuk ke ruang utama yang berada di tengah dan dikelilingi ruang serambi, pengunjung perlu menundukkan kepala. Pintu yang terbuat lebih kecil dari bangunan sengaja dibuat sebagai pengingat agar tetap rendah hati.

Hampir semua pengunjung yang datang, hapal dengan azan pitu yang masih asri dikumandangkan saat salat jumat.

Masjid Agung At-Taqwa

Masjid Agung At-taqwa dulunya merupakan sebuah tajug atau mushola yang berada dekat dengan alun-alun Cirebon. Masjid ini mendapat pembaharuan yang cukup modern.

Sebutan Tajug Agung melekat sebelum Presiden RI Pertama Soekarno menggantinya dan dikenal menjadi Masjid Agung At-Taqwa di tahun 1961.

Masjid yang bernama At-Taqwa ini, berdiri tahun 1918 dan didirikan oleh R. Adipati Salmon Salam Suryadiningrat.

Masjid Agung At-Taqwa menjadi masjid yang terlihat megah dengan ornamen Islam dan payung yang mirip dengan payung di Masjid Nabawi. Fasilitas yang terbilang anyar jika dilihat dengan masjid yang lain.

Saat Ramadhan, sejumlah PKL dadakan sering terlihat divpinggiran trotoar. setiap malam lailatul qadr, saf di masjid ini dipadati masyarakat. Bahkan masjid ini juga menjadi salah satu destinasi wisata religi oleh sebagian peziarah.

Masjid Kramat Kalijaga

Tempat ini dikenal dengan Situs Taman Kera Kalijaga, berada di Jalan Pramuka, Rt 08/03 Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Dari informasi yang didapat, petilasan ini ditemukan sekitar abad ke 7.

Situs yang didirikan oleh Sunan Kalijaga tersebut di dalamya terdapat masjid, dua buah sumur tua, tempat pesarean, serta tempat Sunan Kalijaga bertapa, dan beberapa makam yang dikramatkan.

Ketika berkunjung, meski berada di wilayah perkotaan, pengunjung dapat dengan mudah menemukan kera ekor panjang. Menariknya lagi, kera tersebut konon jelmaan dari 99 santri penjaga situs.

Masjid di kawasan tersebut biasanya ramai pengunjung saat Ramadhan, selain sering dikunjungi untuk berziarah, tidak sedikit pengunjung yang menetap silih berganti selama Ramadhan.

Masjid Jagabayan

Lokasinya yang berada di gang sempit, di pinggir jalanan Kota Cirebon, tidak menyurutkan pengunjung yang hendak berdiam diri di Masjid Jagabayan saat bulan Ramadhan. Masjid Jagabayan merupakan salah satu masjid tua di Cirebon yang dibangun sekitar tahun 1437.

Bahkan, saat Jumat Kliwon Masjid Jagabayan pasti dipadati pengunjung untuk berdzikir dan bertawasul. Hal tersebut menjadi tradisi yang masih dilakukan, pengunjungnyapun bukan hanya dari masyarakat sekitar juga ada dari luar Kota Cirebon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sama seperti masjid pada umumnya, kegiatan yang diadakan di Masjid Jagabayan di antaranya seperti sholat tarawih, tadarus, doa bersama, dan mendekatkan diri pada Allah SWT.

Ketika masuk ke masjid ini, bangunanya terlihat sangat sederhana dan kurang pembaharuan. Namun masjid ini memiliki sejarah yang tidak kalah penting untuk diingat, yaitu awal mulanya adalah sebuah pos penjagaan Keraton Cirebon. (erfan septyawan/act) 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pengusaha Tembakau Madura Haji Her Datangi KPK Hari Ini

Pengusaha Tembakau Madura Haji Her Datangi KPK Hari Ini

Pengusaha tembakau asal Madura, Haji Khairul Umam alias Haji Her mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (9/4/2026).
Siswi SMP di Kalideres Diduga Jadi Korban Pelecehan Saat Pulang Sekolah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Siswi SMP di Kalideres Diduga Jadi Korban Pelecehan Saat Pulang Sekolah, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan sejumlah siswa bergerombol dan geram, usai adanya informasi siswi sekolah mengalami pelecehan oleh orang tak dikenal (OTK)
Dedi Mulyadi Datangi Samsat Soekarno Hatta, Plt Baru Langsung Diuji: Gak Boleh Lagi Ada Kejadian

Dedi Mulyadi Datangi Samsat Soekarno Hatta, Plt Baru Langsung Diuji: Gak Boleh Lagi Ada Kejadian

Setelah adanya polemik, Dedi Mulyadi datangi Samsat Soekarno Hatta, Plt yang baru ditunjuk langsung diuji oleh Gubernur: Gak boleh lagi ada kejadian.
Masyaallah, Jawa Barat Bakal Punya Listrik dari Sampah, Dedi Mulyadi Bocorkan Lokasi Pembangunan PSEL

Masyaallah, Jawa Barat Bakal Punya Listrik dari Sampah, Dedi Mulyadi Bocorkan Lokasi Pembangunan PSEL

Kabar baik dari Kang Dedi Mulyadi kalau Jawa Barat bakal punya listrik dari sampah. Hal ini menjadi sebuah inovasi yang menguntungkan warga Jabar
Harga Minyak Ambruk hingga 18 Persen Usai Gencatan Senjata AS-Iran, Pasar Global Berubah Arah

Harga Minyak Ambruk hingga 18 Persen Usai Gencatan Senjata AS-Iran, Pasar Global Berubah Arah

Harga minyak dunia anjlok tajam hingga 18 persen usai gencatan senjata AS-Iran. Simak analisis, proyeksi, dan dampaknya ke ekonomi global.
Oliver Bearman Dikaitkan akan Kembali Ke Ferrari untuk F1 Musim Depan, Kepala Tim Haas Langsung Bilang Begini

Oliver Bearman Dikaitkan akan Kembali Ke Ferrari untuk F1 Musim Depan, Kepala Tim Haas Langsung Bilang Begini

Nama pembalap muda asal Inggris, Oliver Bearman, kembali dikaitkan dengan peluang promosi ke Ferrari setelah start impresif di F1 2026.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Hector Souto Harus Terima Fakta Pahit Jelang Timnas Futsal Indonesia Hadapi Vietnam di Semifinal Piala AFF 2026

Rekor pertemuan menjadi sorotan utama jelang duel Timnas Futsal Indonesia asuhan Hector Souto kontra Vietnam pada babak semifinal Piala AFF Futsal 2026.
Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Jagat media sosial mendadak dihebohkan dengan pernyataan Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT