News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Di Balik Gemerlap Jakarta, Kampung Tanpa Sinar Matahari Buat Warganya Tak Kenal Malam dan Hidup Berhimpitan

Kampung Rawa, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, dijuluki kampung tanpa kenal sinar matahari. Warganya hidup dalam gang bak lorong sempit, gelap, dan lembap.
Senin, 30 Maret 2026 - 14:19 WIB
Kondisi gang sempit sebagai akses masuk Kampung Rawa yang dijuluki 'Tanpa Sinar Matahari' di Johar Baru, Jakarta Pusat
Sumber :
  • tvOneNews

Jakarta, tvOnenews.com - Jakarta dikenal sebagai kota metropolitan. Kota yang tidak pernah tidur di tengah gemerlap lampu, gedung tinggi hingga kehidupan modern.

Namun di balik urbanisasi Jakarta, terdapat realita lain yang masih tersembunyi dan jarang tersorot. Ada sebuah kampung padat terhimpit bangunan raksasa di Jakarta.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Kampung Rawa, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, sinar matahari nyaris tidak tersentuh sama sekali. Merujuk dari laman Data Penduduk Jakarta Pusat, 25.315 warga kampung ini harus hidup berhimpitan di tengah tanah seluas 30,11 hektare.

Seorang warga Kampung Rawa, Murokhai menjelaskan, gang membentuk lorong sudah dianggap biasa oleh warga. Mereka harus bergantian saat saling berpapasan memasuki area tersebut.

"Berdempetan suka kesenggol. Biasanya pada miring badannya," ujar Murokahi saat diwawancarai Tim tvOne, Senin (30/3/2026).

Akses Masuk Kampung Rawa Jakarta Pusat

Potret kehidupan di Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, kampung dijuluki tanpa sinar matahari
Potret kehidupan di Kampung Rawa, Johar Baru, Jakarta Pusat, kampung dijuluki tanpa sinar matahari
Sumber :
  • tvOneNews

Lebih lanjut, Murokhai mengatakan, biasanya warga saling mengerti. Perlintasan memasuki kawasan kampung dijuluki tanpa sinar matahari itu hanya bermuatan satu orang.

Bahkan, kata dia, akses kendaraan motor saja tidak bisa masuk lantaran gang hanya berbentuk lorong. Maka dari itu, para warga sudah mengerti dengan kondisi tersebut.

"Iya satu orang ganti-gantian. Kalau ini nggak bisa soalnya sempit," terangnya.

Selaras dengan Murokhai, warga lainnya bernama Titin mengatakan, dirinya dan keluarga bak merasakan antrean tiket masuk wisata. Gang membentuk labirin tidak dapat dimasuki banyak orang.

"Yang satu dulu miring sampai keluar, yang satu lagi berhenti, baru kita masuk," tuturnya.

Titin mengaku kondisi seperti itu tidak boleh terjadi terus-menerus. Warga kampung dijuluki tanpa sinar matahari itu minimal bisa merasakan hidup nyaman.

"Biar nggak ada gang seperti itu gimana caranya. Semoga aja ada perbaikan," harap dia.

Hidup di Rumah Sepetak dalam Gang Gelap Jakarta

Di sisi lain, para warga harus tinggal di rumah yang hanya berukuran sepetak. Bahkan luas gang tidak sampai satu meter menutupi ruang cahaya matahari setiap waktu.

Sebuah keluarga yang dipimpin oleh Minah (54), salah satu warga asli Kampung Rawa harus hidup berhimpitan di sepetak gang gelap itu.

Minah mengaku dirinya sudah dari lahir tinggal di rumah sepetak. Di sana, ia merasakan hidup yang pahit dan kejam di tengah kondisi itu selama 54 tahun.

Minah dan keluarga memaksakan aktivitasnya di tengah labirin. Selama 54 tahun, ia tidak pernah sedikitpun mendapat cahaya matahari di halaman rumahnya.

Meski demikian, Minah sudah terbiasa dengan kondisi terpencil ini. Walau tidak seberuntung dengan yang lain, ia tetap menjalani aktivitas sehari-harinya.

"Kayak biasa orang-orang aja kita sudah biasa. Waktunya cuci piring ya cuci piring, waktunya mandi ya kita mandi, nggak ada gangguan," ucap Minah.

Minah memahami setiap kali mencuci pakaian memikirkan cara mengeringkannya. Hal ini mengingat tempat tinggalnya di tengah kondisi lembap dan tak tersentuh nikmatnya cahaya matahari.

Namun begitu, Minah harus menaiki atap bangunan tempat tinggalnya. Tujuannya tentu agar kering dengan cepat saat terkena cahaya sinar matahari.

"Enggak jemur di depan rumah karena kan nggak kering. Kalau di atas, ada hawa sedikit jadinya bisa kering. Misalnya hari ini mencuci pakaian, besok kering biasanya sore," bebernya.

Sirkulasi Udara Terbatas

Lebih lanjut, Minah menjelaskan, rumah yang ditinggali olehnya seluas 3x4 meter dibangun menjulang tinggi. Ia harus hidup bersama tiga anak setelah suami meninggal dunia.

Di dalam bangunan itu, Minah dan keluarga menempatkan toilet dan ruang bersih di belakang rumahnya. Meski sempit, ia tetap menatanya dengan rapi.

Kemudian, Minah dan warga harus hidup di tengah keterbatasan sirkulasi udara. Ia menganggap sirkulasi sebagai barang mahal akibat kondisi gang yang lembap dan pengap.

Warga mau tak mau harus memasang kipas angin. Kata Minah, kipas angin menjadi penyambung napas agar tetap mendapatkan udara.

Meski seolah tak punya pilihan, warga harus beradaptasi dan berdamai dengan menggantungkan kebutuhan sirkulasi udara lewat kipas angin hingga cahaya lampu yang hidup selama 24 jam.

Minah menyampaikan harapan terpendamnya kepada Pemprov Jakarta. Ia hanya menginginkan pemerintah menengok kondisi rumah di Kampung Rawa yang bertahun-tahun hidup di tengah gelap gulita.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ingin sekali ada pembaharuan, ada bantuan dari pemerintah minimal mencari solusi terhadap bangunan-bangunan di sini," tukas Minah.

(hap)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dicoret dari Timnas Prancis usai Alami Cedera, Kylian Mbappe Terancam Absen Bela Real Madrid

Dicoret dari Timnas Prancis usai Alami Cedera, Kylian Mbappe Terancam Absen Bela Real Madrid

Kylian Mbappe terancam absen pada pertandingan pertama Real Madrid setelah jeda internasional. Sang penyerang dicoret dari skuad Timnas Prancis usai mengalami cedera.
Jerman Telan Kekalahan dari Yunani untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Jurgen Klopp Bilang Begini

Jerman Telan Kekalahan dari Yunani untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Jurgen Klopp Bilang Begini

Pelatih Timnas Jerman, Jurgen Klopp, mengatakan bahwa kekalahan dari Yunani adalah bagian dari proses pembelajaran. Ini merupakan kekalahan perdana Der Panzer dari Yunani sepanjang sejarah.
Dedi Mulyadi Beri Penjelasan soal Pernyataan Orang Kaya Tidak Boleh Tinggal di Kompleks Orang Kaya, Singgung Disparitas Ekonomi

Dedi Mulyadi Beri Penjelasan soal Pernyataan Orang Kaya Tidak Boleh Tinggal di Kompleks Orang Kaya, Singgung Disparitas Ekonomi

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan penjelasannya soal pernyataan orang kaya tidak boleh tinggal di kompleks orang kaya. 
Viral! Istri Bongkar Perselingkuhan Suaminya dengan Guru di Sumedang Pakai Modus Transfer Gopay

Viral! Istri Bongkar Perselingkuhan Suaminya dengan Guru di Sumedang Pakai Modus Transfer Gopay

Viral di media sosial TikTok seorang istri yang bongkar perselingkuhan suaminya dengan guru di Sumedang dengan modus kirim pesan lewat aplikasi kirim uang Gopay
Leo/Daniel Tembus Final Asian Games 2026, Ganda Putra Indonesia Potensi Amankan Medali Emas

Leo/Daniel Tembus Final Asian Games 2026, Ganda Putra Indonesia Potensi Amankan Medali Emas

Ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil melaju ke final bulu tangkis Asian Games 2026. Ganda putra tanah air pun berpotensi amankan medali emas.
Banjir Melanda India Utara, 56 Orang Tewas

Banjir Melanda India Utara, 56 Orang Tewas

Banjir yang melanda India Utara, menyebabkan 56 orang tewas dan 46 orang lainnya terluka. 

Trending

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

Joey Pelupessy Soroti Para Pemain Debutan Timnas Indonesia, Luke Vickery Dapat Pujian Usai Cetak Assist ‎

‎Timnas Indonesia berjaya mengawali FIFA ASEAN Games 2026 dengan hasil positif. Kemenangan 2-0 atas Singapura berhasil diamankan dalam laga perdana pada Jumat (25/9/2026).
Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Harga Paket Seragam Siswa di Pacitan Capai Rp2 Juta, Ini Penjelasan Sekolah

Sejumlah sekolah tingkat SMA dan SMK di Kabupaten Pacitan mendapat sorotan terkait pengadaan seragam siswa setelah proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dan kegiatan pembelajaran telah berlangsung.
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Garuda Terancam Tanpa Dua Pemain

Timnas Indonesia akan melakoni laga derbi melawan Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026. Sayangnya, John Herdman terancam tanpa dua pemain andalannya.
Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Top 3 Voli: Megawati Hangestri Dapat Peringatan, Kesan Pemilik Nomor di Hillstate soal Megatron, hingga Kim Hee-jin Pevoli Senior

Redaksi tvOnenews.com telah memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar Megawati Hangestri di musim ketiga hingga wejangan para seniornya.
Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Kabar Baik, 5 Zodiak Ini Diprediksi Bersinar di Tempat Kerja Besok 29 September 2026

Siap-siap ketiban hoki! 5 zodiak ini diprediksi beruntung soal karier besok, 29 September 2026. Ada yang dapat peluang, perhatian, hingga kepercayaan!
5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 Shio Beruntung Soal Karier Besok 29 September 2026

5 shio diprediksi hoki soal karier besok 29 September 2026. Ada peluang kerja baru, kepercayaan dari atasan, hingga kesempatan menunjukkan kemampuan.
Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Timnas Indonesia Lawan Malaysia Jelang Piala Asia 2027, John Herdman Berterima Kasih kepada Erick Thohir

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Erick Thohir dan jajaran PSSI. Sebab, FIFA ASEAN Cup 2026 membantu mereka persiapkan diri jelang Piala Asia 2027.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT