GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kenangan Sosok Freddy Budiman di Mata Ustaz Fatim Karim, Cerita Soal Kisah Pertaubatan Freddy Sebelum Dia Dieksekusi Mati

Kilas balik Freddy Budiman, gembong narkoba yang dijatuhkan hukuman mati di Lapangan Tunggal Panaluan, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada 29 Juli 2016
Kamis, 2 Maret 2023 - 05:58 WIB
Kenangan Sosok Freddy Budiman di Mata Ustaz Fatim Karim, Cerita Soal Kisah Pertaubatan Freddy Sebelum Dia diekseksui Mati
Sumber :
  • tvOnenews.com

tvOnenews.com - Kilas balik sosok Freddy Budiman, seorang gembong narkoba yang dijatuhkan hukuman mati di Lapangan Tunggal Panaluan, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada 29 Juli 2016 silam.

Sosok Freddy Budiman dikenal sebagai salah satu bandar narkoba terbesar di Indonesia dengan jaringan internasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Belakangan beredar sebuah potongan video di media sosial TikTok terkait kesaksian salah seorang ustaz, yakni Ustaz Fatih Karim yang mengulas momen pertaubatan sang bandar narkoba menjelang eksekusi hukuman mati.

Ustaz Fatih Karim memberikan kesaksian tentang sosok Freddy Budiman saat mengisi ceramah di sebuah acara pengajian beberapa tahun silam.

Dilansir dari unggahan video yang dibagikan oleh akun TikTok @armotivation07, dalam tayangan tersebut, sosok Ustaz Fatih Karim menjelaskan momen saat kisah perjalanan tobatnya Freddy Budiman, sang gembong narkoba kelas kakap sebelum menjalani eksekusi mati di Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. 

Ustaz Fatih Karim adalah seorang pendamping rohani bagi para narapidana yang akan menjalani eksekusi mati.

Ustaz Fatih Karim menerangkan jika sebelum Freddy Budiman meninggal dunia usai dieksekusi mati regu tembak, dirinya terlihat sempat bertaubat dan mengakui dosa yang telah diperbuatnya selama hidup.

Ustaz Fatih Karim menjadi kunci saksi atas pertobatan yang dilakukan sang gembong narkoba kelas kakap, Freddy Budiman sebelum menemui ajal. 

Dilansir dari channel YouTube Khutbah Muslim, "Singkat cerita saya ngisi pengajian di penjara itu, ini isinya orang penjara semua. Saya kan nggak kenal wajahnya. Begitu saya lihat di kanan, ada orang pakai baju koko putih, kopiah putih, berjenggot-jenggot yang sudah mulai memutih, dari tadi sampai akhir pengajian nangis senangis-nangisnya. Pipinya basah dengan air mata," ujar Ustadz Fatih.

"Kenapa kelas kakap? karena yang diedarkan bukan satu dua kilo yang diedarkan berton-ton!" terang sang Ustaz.

Saat itu Ustaz Fatih Karim sempat dibuat bertanya-tanya atas sosok pria yang menangis saat pengajian berlangsung dan mengaku segala perbuatan dosanya di hadapan Allah SWT.

"Saya tanya ke penjaga penjara, 'Dia siapa? Dia Freddy Budiman'. Almarhum, ada yang masih ingat Freddy Budiman? Pengedar narkoba kelas kakap, bukan kakap lagi sudah paus,"terangnya. "Singkat cerita saya mau ketemu dilarang polisi, ternyata hari itu dibacakan surat eksekusi mati!Masya Allah," tutur sang ustaz dalam ceramahnya tersebut.

Saat malam bertepatan waktu sebelum Freddy Budiman dieksekusi mati dilakukan, mendadak wilayah Pulau Nusakambangan tiba-tiba diguyur hujan lebat disertai angin kencang dan petir hingga menjelang dini hari. 

Pada saat itu pula sang gembong narkoba, tengah bersiap-siap menjalani eksekusi hukuman mati yang akan berlangsung di Lapangan Tembak Limus Buntu, Tunggal Panaluan. 

Sesaat sebelum, Freddy di eksekusi mati, ia ditanya oleh petugas terkait permintaan terakhir sebelum dirinya dieksekusi mati. 

"Setelah eksekusi dibacakan, ada permintaan terakhir?" Keren, Masya Allah, apa katanya? 'Tolong izinkan saya, pada saat sebelum ditembak mati mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah Muhammadur Rasulullah',izinkan saya!" tutur Ustadz Fatih Karim antusias.

Permintaan terakhir yang diminta Freddy Budiman adalah mengucap kalimat tahlil, dan berharap kedua matanya tidak ditutup saat ditembak mati, lanjut Ustaz Karim.

"Permintaan yang kedua, tolong mata yang ditutup kain hitam dibuka matanya, kenapa? 'Karena saya ingin melihat dosa-dosa saya yang terlalu banyak untuk Indonesia'. Apa yang terjadi? Enggak dikasih izin. Tapi dia mohon-mohon, akhirnya dikasih izin," terang sang Ustaz.

Menurut kesaksian sang Ustadz, dirinya bahkan mendapat kabar jika Freddy Budiman sempat menkhatam Al-Quran sebanyak 7 kali sebelum dirinya di eksekusi mati. 

Ustaz Karim pun mengungkapkan bahwa Freddy Budiman meninggal dunia dalam keadaan wajahnya tersenyum. 

"Tangan kaki dilepas, digendong, badannya tinggi besar, ringan mas badannya. Kata sipir penjara, badannya ringan, ditaruh di keranda jenazah, wajahnya senyum. Masya Allah, mantan pemakai narkoba, matinya mengucapkan Laa ilaaha Illallah," ujar Ustaz Karim.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Begitu difoto sama teman saya tadi, sipir penjara, cekrek, 'Ustaz doakan Ustaz, wajahnya mas Freddy'. Dikirim, Ya Allah saya itu nangis, senyum mas, senyum. Di keningnya ada keringat sebulir-bulir jagung. Seperti kata Rasulullah, seorang yang khusnul khotimah," tutur Ustaz Karim dalam ceramahnya.

(udn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Uang Pengganti Capai Rp5,6 Triliun

Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Uang Pengganti Capai Rp5,6 Triliun

Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Kemendikbudristek. Jaksa juga menuntut uang pengganti Rp5,6 triliun.
Kian Tertinggal dari Para Rival, Lewis Hamilton Curiga Ferrari Melewatkan Hal Penting di F1 2026

Kian Tertinggal dari Para Rival, Lewis Hamilton Curiga Ferrari Melewatkan Hal Penting di F1 2026

Lewis Hamilton menilai Ferrari mungkin melewatkan detail penting yang kini dimaksimalkan para rival pada F1 2026.
Resmi Jadi Wakil di Asia, AFC Malah Beri Sanksi Berat untuk Persib Bandung di Ajang Liga Champions Asia Imbas Pitch Invasion

Resmi Jadi Wakil di Asia, AFC Malah Beri Sanksi Berat untuk Persib Bandung di Ajang Liga Champions Asia Imbas Pitch Invasion

Akibat ulah Bobotoh, Persib pun terpaksa memulai kompetisi musim depan dengan kerugian besar. AFC resmi menghukum Persib Bandung dalam putusan sidang Komite Disiplin dan Etik AFC pada Rabu (13/5/2026). 
Dedi Mulyadi Minta Dinkes Jabar Tingkatkan Kewaspadaan Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Sebut Respons Cepat Jadi Kunci Utama

Dedi Mulyadi Minta Dinkes Jabar Tingkatkan Kewaspadaan Antisipasi Penyebaran Hantavirus, Sebut Respons Cepat Jadi Kunci Utama

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan Dinkes Jabar untuk memperketat pengawasan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit akibat Hantavirus. 
Prabowo Klaim Gaji Hakim Indonesia Kini Lampaui Malaysia, Naik Hingga 300 Persen

Prabowo Klaim Gaji Hakim Indonesia Kini Lampaui Malaysia, Naik Hingga 300 Persen

Presiden Prabowo menaikkan gaji hakim secara signifikan hingga mendekati 300 persen sebagai upaya memperkuat independensi dan mencegah praktik suap dalam sistem peradilan.
Top Skor Pertandingan AVC Champions League 2026: Trio Asing Baru Jakarta Bhayangkara Presisi Langsung Tampil Impresif

Top Skor Pertandingan AVC Champions League 2026: Trio Asing Baru Jakarta Bhayangkara Presisi Langsung Tampil Impresif

Top Skor Pertandingan AVC Champions League 2026 setelah pertandingan Jakarta Bhayangkara Presisi menghadapi Zhaiyk VC yang berlangsung pada hari Rabu, 13 Mei.

Trending

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

Imbas Polemik Penilaian Juri Lomba Cerdas Cermat Kalbar, Wedding Planner Langsung Putus Hubungan Kerja dengan MC

MC yang bertugas dalam Lomba Cerdas Cermat yang diselenggarakan MPR mengalami pemutusan hubungan kerja setelah polemik penilaian dewan juri terhadap peserta
Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Sama-sama Tersingkir dari Piala Asia U-17, AFC Resmi Beri Hukuman bagi Qatar Imbas Pertandingan Vs Timnas Indonesia U-17

Tak hanya dipastikan tersingkir, Qatar justru mendapatkan hukuman dari AFC imbas dari pertandingan melawan Timnas Indonesia U-17 di laga pekan kedua babak penyisihan grup Piala Asia U-17. 
Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Rekam Jejak Indri Wahyuni, Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Kalbar yang Viral

Berikut profil dan rekam jejak karier Indri Wahyuni, dewan juri Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat yang viral di media sosial.
Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Status WhatsApp Diduga dari Juri LCC 4 Pilar MPR Indri Wahyuni Bocor ke Media Sosial, Isinya di Luar Dugaan

Viral di media sosial beberapa potongan foto screenshot status WhatsApp yang diduga milik juri LCC 4 Pilar MPR RI Indri Wahyuni yang berisi sejumlah pesan.
John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

John Herdman Penuh Senyum, Timnas Indonesia Segera Dapat Tambahan 5 Pemain Diaspora Jelang Piala Asia 2027

Timnas Indonesia dikabarkan akan segera mendapatkan lima pemain diaspora tambahan untuk Piala Asia 2027. Kelima pemain tersebut kabarnya adalah permintaan dari pelatih John Herdman.
Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai Viral Kasus Cerdas Cermat MPR, Isi Status WhatsApp Juri Indri Wahyuni Buat Geram Warganet

Usai viral Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kini, warganet dibuat geram dengan isi status WhatsApp Indri Wahyuni
Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Curhatan Shindy Lutfiana Usai Dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, Sebut Rekan Sejawat Rayakan Kejatuhannya

Shindy Lutfiana curhat usai dicopot sebagai MC LCC MPR Kalbar, mengaku kehilangan pekerjaan dan kecewa rekan sejawat rayakan kejatuhannya. Simak pengakuannya!
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT