News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

dr Sumy Hastry Kasih Clue di Hadapan Deddy Corbuzier Tentang Kasus Pembunuhan Keji di Subang, Tapi Ternyata...

Dokter ahli forensik dr Sumy Hastry Purwanti mengugkapkan kepada Deddy Corbuzier bahwa dirinya sudah memberikan clue tentang pelaku pembunuhan dari hasil olah TKP dan otopsi yang kedua kali 
Rabu, 16 Agustus 2023 - 13:37 WIB
dr Sumy Hastry Kasih Clue di Hadapan Deddy Corbuzier Tentang Kasus Pembunuhan Keji di Subang, Tapi Ternyata...
Sumber :
  • youtube

tvonenews.com - Kasus pembunuhan keji di Subang diketahui ditangani oleh salah ahli forensik, dr Sumy Hastry Purwanti yang merupakan Polwan pertama di Asia dengan gelar Doktor Forensik.

Dalam sebuah kesempatan, dr Sumy Hastry Purwanti mengungkap tentang misteri pembunuhan keji ibu dan anak di Subang, yang hingga kini masih belum menemui titik terang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Warga Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Sabu, Subang, digegerkan atas penemuan mayat ibu dan anak, di dalam bagasi mobil Alphard mereka, pada Rabu 18 Agustus 2021 silam. 

Simak kesaksian Dokter ahli forensik dr Sumy Hastry Purwanti kepada Deddy Corbuzier atas kasus pembunuhan keji ibu dan anak di Subang berikut ini.

dr Sumy Hastry Kasih dalam podcast Deddy Corbuzier mengungkap Kasus Pembunuhan Keji di Subang. Source: Youtube Deddy Corbuzier

Dalam dua tahun terakhir, penyelidikan kasus pembunuhan Ibu dan anak yang bernama Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) sudah masuk tahap pemeriksaan DNA. 

Belum menemukan titik terang, hingga kemudian kasus pembunuhan ibu dan anak tersebut diambil alih oleh Polda Jabar sejak 15 November 2021.

dr Sumy Hastry Purwanti adalah seorang ahli forensik yang kerap membagikan pengalamannya selama bertugas sebagai dokter forensik.

Ia pernah menangani berbagai kasus besar di Indonesia, seperti Juru Kunci Merapi, Mbah Maridjan hingga sang bandar narkoba, Freddy Budiman.

dr Sumy Hastry Purwanti bercerita bahwa dirinya kerap ditugaskan untuk memeriksa berbagai kasus kematian sebagai tim Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polri.  

Kombes. Pol. Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti, DFM, Sp.F yang dikenal dengan dr. Hastry adalah dokter perwira menengah Polri yang dipercaya mengemban amanat sebagai Kabid Dokkes Polda Jateng sejak 1 Juni 2021. 

Dalam sebuah kesempatan, Ahli Forensik dr Sumy Hastry Purwanti hadir sebagai narasumber dalam podcast Deddy Corbuzier.

Disana ia berbicara tentang kasus pembunuhan keji ibu dan anak di Subang yang hingga kini belum juga menemui titik terang.

Awalnya Deddy Corbuzier bertanya kepada dr Hastry apakah selama ini ada kasus yang pernah ditangani, akan tetapi belum mendapat hasil yang bagus dan membuatnya angkat tangan.

"Tapi ada bu, kasus yang akhirnya ibu mengatakan e, sorry nih kayaknya gua angkat tangan, gua gabisa?," tanya Deddy Corbuzier.

"Kasus Subang, saya dikejar netizen tuh kasus Subang, yang 18 Agustus tahun 2021 tuh," ungkapnya pada podcast YouTube Deddy Corbuzier, pada Jumat (10/5/2023). 

"Angkat tangannya kenapa tuh bu?, tanya Deddy lagi. 

"Iya, belum ditangkap pelakunya, belum ada. padahal saya sudah otopsi kedua. Dan saya sudah jelaskan, sudah paparkan, udah kasih clue-clue nya gitu kan. Tapi ya, belum ada tersangka sampai sekarang. Kasus Subang ibu dan anak", ujar dr Sumy Hastry Purwanti.

dr Sumy Hastry Purwanti pun menyatakan bahwa dalam tugasnya sudah selesai dalam menyajikan data dan alat bukti atas kasus pembunuhan keji Subang tersebut. 

"Tapi saya gemes itu ya, padahal menurut saya itu bisa (terungkap). Kan nonton CSI toh, kita main DNA, saya ngomongin di sini aja yah, biar didengar ya," tegas dr Sumy Hastry Purwanti.

Dokter Forensik yang dulu pernah menangani kasus Freddy Budiman tersebut mengungkapkan bahwa DNA di TKP telah diambil, akan tetapi tidak ada yang cocok.

"Kalau nggak ada yang cocok, kita cari dari DNA yang saksi itu, ternyata dari saksi itu juga gak ada yang cocok," ujarnya pada Deddy Corbuzier. 

"Kita tariklah dari garis keturunan ibu, iya kan. Itu siapa tahu ada yang cocok gak? ternyata belum dikerjakan. Terus saya bilang, saya punya jam kematian loh. Jam kematian dia dibunuh," sambungnya.

Ia mengungkap bahwa kasus tersebut jelas kasus pembunuhan, bedasar hasil olah TKP dan otopsi jenazah ibu dan anak tersebut.

Selanjutnya, dr Hastry Purwanti juga membeberkan soal waktu kematian dari kedua korban, ibu dan anak, Tuti Suhartini (55), dan anaknya, Amalia Mustrikaratu (23). 

"Bu Tuti mungkin meninggal, ini bukan berdasarkan sesuai visum ya yang saya tulis, pokoknya saya ngomong jam kematian," ujarnya lagi menambahkan. 

"Bu Tuti dibunuh jam 2 sampai jam 4, Amel jam 4 sampai jam 6. Saya bermain dong di jam segitu, handphone siapa yang online, ambillah DNA nya, kita di TKP tuh udah ada 2 DNA yang kita ambil diduga pelaku (yang asing)," ungkapnya pada Deddy Corbuzier. 

"Mohon maaf ya pak Kabareskrim," ucapnya seolah tak enak menyebutkan. "Berarti lamban dong?" tanya Deddy Corbuzier. 

"Ah aku nggak ngomong ya mas Deddy, aku gak ngomong. Ah nggak apa-apa lah aku dipindah ke kamar mayat lagi," ucapnya sambil tersimpu malu seakan takut mengungkapkan yang sebenarnya. 

"Tapi kan passion Anda. Begitu dipindah, ah ini yang saya cari," sambung Deddy Corbuzier. 

dr Sumy Hastry juga menyebutkan bahwa ia sebagai Dokter dan Polisi mengaku tidak mengerti bagaimana untuk dapat mempercepat proses pengungkapan kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya gak papa si. Ya kan aku cuman polisi juga, tapi kan aku gak ngerti sih bagaimana untuk mempercepat ini. Karena ya saya tersiksa kalau Subang itu. Wong dateng (ibu dan anak) dalam mimpiku," tegas mantan Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Semarang tersebut.

(udn)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

10 Weton yang Diprediksi Asmaranya akan Bersemi pada Tanggal 28 Juni 2026: Kamis Wage Besok saatnya Kamu Nembak Si Dia!

10 Weton yang Diprediksi Asmaranya akan Bersemi pada Tanggal 28 Juni 2026: Kamis Wage Besok saatnya Kamu Nembak Si Dia!

Berikut sepuluh weton yang diramal akan bermandikan keberuntungan cinta pada 28 Juni 2026.
Pria Tega Siram Bensin hingga Bakar Tubuh Pacar, Cekcok Berawal Lihat Isi Chat WA Pelaku dengan Wanita Lain

Pria Tega Siram Bensin hingga Bakar Tubuh Pacar, Cekcok Berawal Lihat Isi Chat WA Pelaku dengan Wanita Lain

Seorang pria tega menyiram bensin ke bagian tubuh sang pacar viral di media sosial. Aksi dugaan penganiayaan ini membuat korban terbakar hidup-hidup di Kalteng.
Sempat Tak Terkalahkan di Awal, Wakil Asia Kian Menipis Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Sempat Tak Terkalahkan di Awal, Wakil Asia Kian Menipis Jelang Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Dominasi yang sempat dipamerkan di awal kompetisi Piala Dunia 2026 mulai runtuh. Akibatnya, hanya segelintir tim-tim tangguh yang mampu bertahan di fase gugur.
Tak Terima Pelatihnya Dihujat, Erling Haaland Blak-blakan Usai Norwegia Dibantai Prancis di Piala Dunia 2026

Tak Terima Pelatihnya Dihujat, Erling Haaland Blak-blakan Usai Norwegia Dibantai Prancis di Piala Dunia 2026

Kekalahan Norwegia dari Prancis pada laga Grup I Piala Dunia 2026 memicu kritik terhadap sang pelatih. Erling Haaland akhirnya buka suara soal keputusan itu.
Gubernur Pramono Anung Sebut Parpol di Jakarta Harus Utamakan Kepentingan Warga di Atas Golongan

Gubernur Pramono Anung Sebut Parpol di Jakarta Harus Utamakan Kepentingan Warga di Atas Golongan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo meminta seluruh partai politik di ibu kota untuk menanggalkan kepentingan pribadi maupun kelompok demi kesejahteraan masyarakat. 
5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

5 Dimensi Penerapan Risk Assessment Kasus Taufik Hidayat Sekap dan Aniaya YTR Versi Psikolog Forensik, Apa Saja?

Psikolog forensik, Reza Indragiri berbagi 5 dimensi jika risk assessment diterapkan dalam kasus penyekapan dan penganiayaan dilakukan Taufik Hidayat pada YTR.

Trending

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkuat Literasi Keuangan dan Pendampingan Masyarakat, Satgas PASTI OJK Lakukan Kolaborasi

Perkembangan layanan keuangan digital yang semakin pesat membuka banyak kemudahan bagi masyarakat.
Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Akui Diteror, Laporkan Dugaan Perusakan Kendaraan ke Polisi

Ketua Umum Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam (GAMIS) Indonesia, Fahri Salim, secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana perusakan terhadap kendaraan miliknya ke Polres Metro Jakarta Timur pada Jumat (26/6)
Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Hasil Piala Dunia 2026: VAR Gagalkan Kemenangan Iran, Langkah ke 32 Besar Masih Menggantung Usai Imbang 1-1 Lawan Mesir

Timnas Iran gagal amankan kemenangan dramatis dan harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir pada laga terakhir Grup G Piala Dunia 2026, Sabtu (27/6/2026).
Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Anak 6 SD Dijual Ibu Kandung di Banten, Modusnya Buat Publik Geram

Ironis, nasib seorang anak 6 SD di Tangerang, Banten. Pasalnya, anak itu dijual ibu kandungnya sendiri, yakni berinisial N (36). Modus Ibu kandung jual anak
Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung Mendapat Pelindungan Darurat dari LPSK

Ketua LPSK Achmadi menjelaskan bahwa pemberian pelindungan Darurat atas pertimbangan adanya situasi khusus sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat (4) UU Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Saksi dan Korban.
Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

Deretan Fakta Misteri Kasus Kematian Tragis ASN Pemkab Bangkalan di Bandara Juanda

RYS (50) aparatur sipil negara (ASN) sebagai Sekretaris Dinas PRKP Kabupaten Bangkalan ditemukan tewas membusuk dalam mobil dinas di area parkir Bandara Juanda.
Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Kepercayaan Publik Meningkat, Polri Disebut Berhasil Lakukan Reformasi Internal

Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri meningkat melalui hasil survei yang dikeluarkan oleh Litbang Kompas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT