Nikmatnya Momoh, Baceman Daging Jeroan Sapi Khas Kendal
- Teguh Joko Sutrisno
Kendal, Jawa Tengah - Ada banyak olahan daging yang khas di berbagai daerah. Ada rendang dari Padang, sei sapi dari Kupang, coto dari Makassar, atau empal gentong dari Cirebon. Kendal pun tak mau ketinggalan.
Olahan daging yang satu ini tak kalah lezat. Namanya Momoh. Ini makanan khas dari Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Bahan utamanya daging sapi, mulai dari daging hingga jeroan.
Salah satu pedagang kuliner momoh yang legendaris adalah Farchat. Ia membuka warung momoh di dekat Pasar Pagi Kaliwungu, persis di jalur pantura yang menghubungkan Semarang-Kendal arah Jakarta. Menurut Farchat, nama momoh itu muncul justru karena awalnya pada nggak mau makan hidangan tersebut.
"Kan bahannya daging dan jeroan sapi yang dicampur jadi satu dan dikasih bumbu. Tapi lantaran jeroan itu baunya memang agak gimana, maka waktu itu pada nggak mau. Mungkin belum biasa. Nah, orang sini kalau nggak mau itu bilangnya emoh-emoh. Maka lama-lama makanan ini disebut momoh," cerita Farchat.
Tapi kemudian, lanjut Farchat, setelah terbiasa malah terasa enaknya dan pada ketagihan, dan menjadi salah satu makanan khas Kaliwungu.
Pada awalnya dulu, momoh ini dibuat dari daging kerbau. Tapi setelah daging kerbau sulit didapat, maka diganti dengan daging sapi. Untuk memasaknya butuh waktu lama hingga lima jam. Itu karena jeroan sapi yang sangat alot atau liat. Dengan merebus lama maka jeroan akan empuk dan enak dimakan.
"Kalau alot kan digigitnya 'mendal', Mas. Maka harus direbus lama kalau perlu pakai panci press," ungkapnya.
Momoh ini dimasak dengan bumbu gurih manis. Gampangnya dibacem gitu, tapi dengan bahan rempah yang lebih banyak. Seperti laos, serai, ketumbar, kunyit, daun salam, dan lain-lain.
"Rempah itu untuk meredam aroma tajam jeroan sekaligus memperkuat rasa," katanya.
Karena Farchat membuka warung pagi hari, maka ia harus memasak sejak dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Ia sendiri yang menyiapkan bahan jeroan seperti babat, iso, limpa, hati, jantung, koyor, serta bagian daging yang keras.
Bumbunya selain rempah juga ada bumbu seperti bawang, garam, kemiri, cabai, dan yang utama gula jawa untuk baceman.
"Rasanya gurih dan manis khas Jawa tapi ada rasa sedikit pedas, dan aromanya itu yang bikin selera makan meningkat dan pengen nambah," jelas Farchat.
Untuk jenis momohnya ada dua. Momoh goreng dan momoh basah. Biasanya yang goreng itu untuk lauk sop atau soto. Kalau yang basah untuk lauk rames dan pecel.
"Mantep ini. Empuk, gak ngoyo ngunyahnya. Rasanya membekas terus di lidah," ungkap Imron, pengendara asal Surabaya yang akan ke Jakarta.
Harga momoh sepotongnya 15 ribu rupiah. Bisa juga untuk oleh-oleh yang dikemas dalam kuali tanah liat kecil. (Teguh Joko Sutrisno/act)
Load more