Polda Jabar Kena Semprot Lemkapi setelah Pegi Setiawan Terbukti Tak Bersalah dalam Kasus Pembunuhan Vina dan Eky Cirebon
Pegi Setiawan yang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Vina dan Eky Cirebon oleh Polda Jabar terbukti tidak bersalah dalam sidang prapradilan di
Polda Jabar Kena Semprot Lemkapi setelah Pegi Setiawan Terbukti Tak Bersalah dalam Kasus Pembunuhan Vina dan Eky Cirebon
Sumber :
Tangkapan layar
tvOnenews.com -Polda Jabar kena semprot Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) setelah terbukti salah dalam menetapkan Pegi Setiawan sebagai tersangka.
Polda Jabar sebelum menetapkan Pegi Setiawan sebagai tersangka kasus pembunuhan Vina dan EkyCirebon yang terjadi pada 2016 silam.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Polda Jabar menangkap Pegi Setiawan di Bandung pada 21 Mei lalu. Hampir dua bulan kemudian tepatnya pada Senin (8/7/2024) PN Bandung menyatakan Pegi Setiawan bebas sebagai tersangka.
Menanggapi hal itu Direktur Lemkapi Eksekutif Edi Hasibuan menyebut Polda Jabar ceroboh.
"Ada indikasi ini bentuk kecerobohan penyidik Polda Jabar yang menetapkan Pegi Setiawan sebagai tersangka," katanya pada Selasa (16/7/2024).
Padahal menurut Edi, semua sistem dan aturan serta tahapan penyelidikan hingga penyidikan sudah menjadi tugas sehari-hari bagi seorang polisi reserse.
“Seharusnya itu sudah di luar kepala,” ujarnya.
Pedoman penyidikan tercantum dalam Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 06 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana.
“Jadi kalau masih ada kesalahan prosedur atau kecerobohan penyidik tentu sangat disesalkan,” ucapnya.
Kecerobohan Polda Jabar ini tentu berdampak terhadap kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Maka dari itu perlu ada sanksi yang tegas terhadap penyidik dan penanggung jawab yang menangani kasus ini.
Edi mendorong Propam Polri dan Itwasum melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses penetapan Pegi Setiawan sebagai tersangka.
“Kita harapkan Divisi Propam Polri dan Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) melakukan audit dan jangan ragu memberikan sanksi jika ditemukan bukti ada tindakan tidak profesional dari penyidik Polda Jabar dan tim asisten Bareskrim Polri,” terangnya.
Betrand Peto ceritakan tradisi Imlek keluarga Sarwendah, termasuk angpao terbesar yang pernah diterimanya dari Ruben Onsu dan mendiang Yeye. Simak ceritanya!
Kemenangan 3-2 atas Juventus menjadi titik balik penting bagi Inter Milan. Laga kandang tersebut bukan sekadar tambahan poin, melainkan penegasan arah baru tim.
Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Ironis, pimpinan pondok pesantren (ponpes), Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, diduga cabuli santriwatinya berusia 19 tahun 25 kali. Hal ini diungkap kuasa hukum
Ramalan zodiak, 18 Februari 2026 untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Simak prediksi cinta, karier, dan keuangan selengkapnya.
Pelatih kepala Genoa, Daniele De Rossi, melontarkan kritik keras terhadap keputusan kontroversial yang berujung kartu merah untuk bek Juventus, Pierre Kalulu, dalam Derby d’Italia melawan Inter Milan.
Load more