GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Sambil Berlinang Air Mata Farhat Abbas Tanya Ancaman Polisi ke Sepupu Saka Tatal, Reynaldi: Ditembak Ma...

Farhat Abbas bertanya soal ancaman yang diterima Reynaldi dari pihak kepolisian saat ditangkap 2016 lalu. Sepupu Saka Tatal itu bilang jika dirinya diancam...
Selasa, 30 Juli 2024 - 16:33 WIB
Sambil Berlinang Air Mata Farhat Abbas Tanya Ancaman dari Polisi, Sepupu Saka Tatal: Ditembak Ma...
Sumber :
  • YouTube/tvOneNews

tvOnenews.com - Reynaldi merupakan sepupu dari Saka Tatal yang dihadirkan dalam persidangan lanjutan peninjauan kembal (PK), Selasa (30/7/2024). Reynaldi dihadirkan sebagai salah satu saksi fakta yang mengungkapkan sejumlah fakta di persidangan tersebut.

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam persidangan yang dilaksanakan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Cirebon, Jawa Barat, Reynaldi menjawab sejumlah pertanyaan dari kuasa hukum Saka Tatal. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah perihal penyiksaan yang diberikan oleh kepolisian saat dirinya dan Saka Tatal dipaksa untuk mengaku.

 

Dalam pernyataannya di persidangan, Reynaldi mengungkapkan jika ia mengalami beberapa penyiksaan, seperti dipukul, ditendang, diinjak, disuruh meminum urin, hingga sunutan puntung rokok di beberapa bagian tubuh.

 

Dalam penangkapan di sekitar tanggal 31 Agustus 2016 lalu, Reynaldi ditangkap bersama beberapa orang lainnya, termasuk Saka Tatal dan kakak kandung Reynaldi yang bernama Eka Sandi.

 

 Farhat Abbas kemudian bertanya mengenai siapa orang yang paling parah mendapat penyiksaan. Reynaldi lantas menjawab jika semua orang yang ditangkap saat itu mendapat penyiksaan yang sama parahnya. Ia juga mengungkapkan, bahwa bekas-bekas luka penyiksaan yang diterimanya baru sembuh 1 bulan setelahnya

 

"Semua, Pak. Pulang-pulang selama 1 bulan baru beres (sembuh) muka, Pak. Jalan aja gak bisa," akui Reynaldi di persidangan PK.

 

Bahkan, ketika diwajibkan untuk menjalani wajib lapor ke kepolisian, Reynaldi masih mendapat pukulan dari Kepala Unit (Kanit) di kantor polisi. Padahal, luka tersebut baru saja sembuh.

 

"Senin dan Kamis saya ke situ (kantor polisi) masih dikepret (dipukul) bolak-balik sama Kanit yang di situ. Padahal itu baru sembuh. (Kanit) bilangnya, 'udah sehat?', (Reynaldi menjawab) 'sehat, Pak', ya, langsung ditabok bolak-balik (setiap) Senin dan Kamis," kata Reynaldi.

 

Farhat Abbas pun kembali mengajukan pertanyaan kepada Reynaldi mengenai kemungkinan ada atau tidaknya ancaman maupun tindakan kekerasan lain yang dilakukan oleh para polisi yang ada di sana.

 

"Ada ancaman kekerasan atau dibunuh atau apa?" tanya mantan suami Nia Daniati tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Sepupu Saka Tatal itu lantas menjawab, bahwa ada seorang polisi yang mengatakan jika dirinya dan beberapa orang lainnya yang ditangkap saat itu lebih baik ditembak mati saja.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Tragedi di Gunung Dukono: Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Berpelukan

Tragedi di Gunung Dukono: Dua Pendaki Singapura Ditemukan Tewas Berpelukan

Operasi pencarian terhadap pendaki yang hilang di Gunung Dukono, Maluku Utara, berakhir dengan penemuan yang memilukan. 
Menteri HAM: Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Bersama Libatkan Eksekutif-Tokoh Nasional

Menteri HAM: Penyelesaian Konflik Papua Butuh Keputusan Bersama Libatkan Eksekutif-Tokoh Nasional

Eskalasi kekerasan di tanah Papua yang terus meningkat kini menjadi alarm bagi pemerintah pusat. 
Top 3 Pekan Ini: Sherly Tjoanda Salah Ucap, Kades Hoho Nekat Lantik Perangkat Desa, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut

Top 3 Pekan Ini: Sherly Tjoanda Salah Ucap, Kades Hoho Nekat Lantik Perangkat Desa, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut

Top 3 Pekan Ini: Sherly Tjoanda salah ucap di hadapan jemaah haji, Kades Hoho nekat lantik perangkat desa setelah curhat ke KDM, 3 alasan pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee.
Polisi Selidiki Penyebab Tabrakan Beruntun yang Tewaskan Empat Orang di Padang, Periksa Intensif Para Pengemudi

Polisi Selidiki Penyebab Tabrakan Beruntun yang Tewaskan Empat Orang di Padang, Periksa Intensif Para Pengemudi

Unit Penegakan Hukum Satuan Lalu Lintas Polresta Padang tengah bekerja keras mengusut tuntas penyebab kecelakaan maut yang melibatkan enam kendaraan di Jalan Raya Padang Indarung, Lubuk Kilangan, Kota Padang. 

Trending

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Setelah Ketangkap Basah di Tempat Persembunyiannya, Ashari Sempat Tak Mengaku Dirinya Seorang Kiai

Ashari, pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo yang diduga mencabuli 50 santriwati sejak 2008 sempat tak akui identitasnya sebagai seorang kiai ketika diringkus polisi.
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Dedi Mulyadi: Bangun Jalan Tol Ribuan Kilometer Saya Sanggup, Tanam Pohon Sampai Besar dan Rimbun yang Sulit

Dedi Mulyadi: Bangun Jalan Tol Ribuan Kilometer Saya Sanggup, Tanam Pohon Sampai Besar dan Rimbun yang Sulit

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bicara soal filosofi ekologi Padjadjaran di sela-sela aktivitasnya menyusuri hutan lindung seluas 2,5 hektare di sekitar Istana Cipanas. 
Dugaan Ritual Nyeleneh di Ponpes Pati Terbongkar, Mantan Pegawai Sebut Kiai Ashari Sering Lakukan Ini Setiap Malam Sebelum Cabuli Santriwati

Dugaan Ritual Nyeleneh di Ponpes Pati Terbongkar, Mantan Pegawai Sebut Kiai Ashari Sering Lakukan Ini Setiap Malam Sebelum Cabuli Santriwati

Ayah korban berinisial M mengatakan langkah hukum yang diambil keluarganya bukan hanya untuk kepentingan anaknya, tetapi juga karena kekhawatiran masih banyak santriwati lain yang diduga mengalami perlakuan serupa.
Kang Sung-hyung Resmi Konfirmasi Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027

Kang Sung-hyung Resmi Konfirmasi Megawati Hangestri Gabung Hyundai Hillstate di Liga Voli Korea 2026-2027

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung resmi mengonfrimasi secara langsung bahwa Megawati Hangestri bermain untuk timnya di Liga Voli Korea 2026-2027.
Kiai Ashari Diduga Tak Sendirian, Orang Dekat Disebut Siapkan ‘Kamar Khusus’ untuk Lakukan Aksi Bejat 

Kiai Ashari Diduga Tak Sendirian, Orang Dekat Disebut Siapkan ‘Kamar Khusus’ untuk Lakukan Aksi Bejat 

Ali mengatakan perkembangan signifikan baru terlihat setelah adanya pergantian pejabat kepolisian pada awal 2026. Dari hasil pendalaman, muncul dugaan adanya pihak internal ponpes yang ikut membantu memuluskan aksi Kiai Ashari.
KOVO Rilis Daftar Pemain Asing V-League, Lawan-Lawan Berat Megawati Hangestri Masih Bertahan

KOVO Rilis Daftar Pemain Asing V-League, Lawan-Lawan Berat Megawati Hangestri Masih Bertahan

KOVO mengumumkan perpanjangan kontrak sejumlah pemain asing V-League 2026, termasuk rival-rival utama Megawati Hangestri, yang dipastikan tetap memperkuat klub.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT