News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Toni RM Santai Lihat Iptu Rudiana Terus-terusan Merasa Benar hingga Berani Sumpah Pocong: Dia itu Bohong di Poin ini, Masa Saja...

Toni RM menanggapi pengakuan Iptu Rudiana saat jumpa pers bersama Hotman Paris. Pengacara Pegi Setiawan menyebut ayah Eky bohong. Seperti apa? Simak artikelnya
Selasa, 6 Agustus 2024 - 13:31 WIB
Tony RM dan Iptu Rudiana
Sumber :
  • kolase tvOnenews.com

tvOnenews.com - Toni RM, kuasa hukum Pegi Setiawan santai lihat Iptu Rudiana terus-terusan merasa benar hingga berani sumpah pocong.

Iptu Rudiana sesumbar berani sumpah pocong bahwa anaknya, Eky telah menjadi korban pada 2016 silam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, rumor beredar bahwa Muhammad Rizky Rudiana alias Eky masih hidup.

Banyak netizen yang mendesak Iptu Rudiana untuk membongkar makam Eky demi membuktikan  apakah Eky sudah meninggal 8 tahun yang lalu.

Kini, Toni RM ikut menanggapi terkait pengakuan Iptu Rudiana soal para pelaku kematian Vina dan Eky hingga sesumbar sumpah pocong. Seperti apa? Simak artikelnya.


Iptu Rudiana dan Toni RM. Sumber: kolase tvOnenews.com

Kasus Vina Cirebon memasuki babak baru usai Pegi Setiawan bebas dari tersangka.

Pegi Setiawan menjadi korban salah tangkap Polda Jabar.

Dalam kesempatan terbaru, Toni RM mencium adanya kebohongan dari mulut Iptu Rudiana. 

Toni RM menanggapi pengakuan Iptu Rudiana saat jumpa pers bersama Hotman Paris selaku kuasa hukum keluarga Vina beberapa waktu lalu. 

Usai melihat kembali putusan persidangan kasus kematian Vina Cirebon, Toni RM mengatakan bahwa Iptu Rudiana berbohong. 

"Saya menilai ada yang bohong mengenai waktu dan pengamanan. Di dalam konferensi pers itu, Pak Rudiana mengaku hanya mempunyai waktu 15 menit saat mengamankan para terpidana diserahkan kepada Reserse," kata Toni RM dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Cumicumi.

Iptu Rudiana mengatakan bahwa dirinya menangkap semua pelaku ke kantor polisi dengan baik-baik tanpa adanya penganiayaan.

"Kalau saya baca putusan di pengadilan ini digunakan untuk menginterogasi. Jadi kalau jawaban Pak Rudiana diajak ke kantor baik-baik saya menilainya Pak Rudiana itu bohong, karena terungkap dalam putusan pengadilan ya ini diinterogasi bukan diajak ngomong atau ditanya baik-baik," jelasnya.

Kemudian, Toni RM mengatakan bahwa Iptu Rudiana ini membenarkan jika mengamankan para pelaku.

Namun di sisi lain, dia  berbohong soal waktu dan cara menginterogasi para terpidana kasus Vina Cirebon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Nah jadi Pak Rudiana ini saya melihat poin pertama ini ya mengakui dan mengakui mengamankan, tetapi saya menilai dibandingkan dengan putusan pengadilan ini ada bohongnya ya mengenai waktu dan cara bertanya," ujar Toni RM.

“Dia bilang hanya 15 menit dan pertanyaannya baik-baik namun dalam putusan pengadilan ini diinterogasi dan waktunya 2 jam setengah sebelum diserahkan ke reskrim, sebelum membuat laporan." jelas Toni RM. (hnf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hobi Menulis? 10 Aplikasi Novel Digital yang Bisa Menghasilkan Uang pada 2026, Cocok untuk Side Job

Hobi Menulis? 10 Aplikasi Novel Digital yang Bisa Menghasilkan Uang pada 2026, Cocok untuk Side Job

Ingin mendapat penghasilan tambahan dari menulis? Berikut 10 platform novel digital yang membuka peluang royalti, kontrak penulis, hingga penjualan cerita
Hitung-hitungan Ranking Liga Indonesia usai Persib Comeback atas Melbourne Victory di ACL 2, Kapan Salip Singapura dan Vietnam?

Hitung-hitungan Ranking Liga Indonesia usai Persib Comeback atas Melbourne Victory di ACL 2, Kapan Salip Singapura dan Vietnam?

Comeback Persib atas Melbourne Victory menambah poin Indonesia. Simak posisi Liga Indonesia di ranking AFC dan persaingannya dengan Vietnam serta Singapura.
Public Speaking Championship Sumatera Utara 2026: Ratusan Pelajar Unjuk Kemampuan Berbicara di Depan Publik

Public Speaking Championship Sumatera Utara 2026: Ratusan Pelajar Unjuk Kemampuan Berbicara di Depan Publik

Kemampuan berbicara di depan publik, menyampaikan gagasan, dan membangun kepercayaan diri menjadi keterampilan penting bagi generasi muda dalam menghadapi tanta
WhatsApp Punya Fitur Cegah Penyadapan, Ini Cara Mengamankan Percakapan dan Data Cadangan

WhatsApp Punya Fitur Cegah Penyadapan, Ini Cara Mengamankan Percakapan dan Data Cadangan

Di tengah ancaman peretasan dan penyadapan data pribadi, E2EE melindungi percakapan WhatsApp agar tidak dapat dibaca pihak ketiga, termasuk WhatsApp sendiri.
Persib Resmi Lolos 16 Besar ACL 2, 3 Klub Ini Berpotensi Jadi Lawan Maung Bandung

Persib Resmi Lolos 16 Besar ACL 2, 3 Klub Ini Berpotensi Jadi Lawan Maung Bandung

Persib Bandung mengunci tiket 16 besar ACL 2 usai menaklukkan Melbourne Victory. Adelaide United, Svay Rieng, dan Gangwon FC sementara berpotensi jadi lawan.
Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

Detik-detik Helikopter TNI AD Jatuh saat Padamkan Karhutla di Kalteng

TNI AD mengungkap fakta baru dibalik insiden kecelakaan helikopter milik Penerbad yang terjadi saat memadamkan karhutla di Kalimantan Tengah pada Rabu 4/11/2026

Trending

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Soal Pengerahan Pasukan dalam Skala Besar ke Jakarta, Ini Penjelasan TNI

Tentara Nasional Indonesia kerahkan pasukan dalam skala besar ke Jakarta. TNI AL mengerahkan 20.980 personel untuk mendukung pengamanan di ibu kota DKI Jakarta.
Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Kabar Duka, Dadang Sastrapraja Pengurus PSSI Kota Bandung Meninggal Dunia saat Bertugas di PORPROV Jawa Barat 2026

Dadang Sastrapraja, Direktur Kompetisi Askot PSSI Kota Bandung tutup usia saat menjadi Koordinator Panpel Cabang Olahraga Gulat PORPROV XV Jawa Barat 2026.
Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar Buka Suara soal Aksi Unjuk Rasa Penolakan Konser Andrea Bocelli: Ada Sebab dan Alasan

Habib Bahar bin Smith buka suara soal aksi unjuk rasa penolakan konser Andrea Bocelli di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/11/2026) malam. Habib Bahar mengatakan penolakan konser ada sebab dan alasannya.
Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Kang Sung-hyung Ungkap Biang Kerok Kekalahan Hyundai Hillstate, Singgung Performa Megawati Hangestri

Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung mengungkapkan biang kerok anak asuhnya bisa menelan kekalahan di laga perdana mereka di Liga Voli Korea 2026-2027. Ia juga turut menyoroti performa sejumlah pemain terutama Megawati Hangestri.
Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Presiden Prabowo Tahu Dirinya Disadap dari Laporan Kapolri Suyudi Ario Seto

Yusril menjelaskan laporan penyadapan disampaikan Kapolri kepada Prabowo dan sejumlah menteri merupakan persoalan serius yang menyangkut kepentingan negara.
Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Kronologi Pembunuhan Istri Pengacara di Indramayu, Korban Ditemukan Hangus Terbakar dalam Mobil

Komariah ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam mobilnya di kawasan hutan jati Desa Cikamurang, Terisi, Indramayu, Selasa (3/11/2026).
Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Soroti Pernyataan Herri Pras yang Diduga Mencela Tokoh Agama UAH dan UAS, Koh Hanny: Tidak Mencerminkan Ajaran Islam

Konten kreator Herri Pras menuai kecaman karena konten-kontennya ada yang menghina tokoh agama atau pihak tertentu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT