GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Padahal Ditawari Uang Melimpah, Hotman Paris Tinggal Bilang Iya untuk Jadi Pengacara Ferdy Sambo, tapi Akhirnya Menolak, Bukan karena Kurang Bayaran, tapi...

Pengacara Hotman Paris Hutapea yang mendapat tawaran uang melimpah jika bersedia menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi. Tiga tidak tidur, tapi
Kamis, 10 Oktober 2024 - 06:16 WIB
Hotman Paris, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi
Sumber :
  • kolase foto tim tvOnenews

Jakarta, tvOnenews.com - Pengakuan mengejutkan pernah dikeluarkan pengacara Hotman Paris Hutapea yang mendapat tawaran uang melimpah jika bersedia menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi

Dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J, Ferdy Sambo meminta Hotman Paris membantunya sebagai pengacara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, sang pengacara kondang tersebut menolak permintaan mantan jenderal polisi bintang dua itu.

Hotman menceritakan bahwa kasus tersebut sebenarnya menjadi impian bagi pengacara nasional bahkan internasional.

"Memang benar Hotman Paris dihubungi Pak Sambo untuk menjadi pengacara dari Ibu PC (Putri Candrawathi). Saya tiga hari nggak bisa tidur untuk mengatakan yes or no. Kasus ini sebenarnya Dream Case buat pengacara-pengacara di luar sana, karena membuat siapa pun pengacaranya populer," kata Hotman Paris dalam kanal YouTube TRANS TV Official dilansir Kamis (10/10/2024).

Menurut Hotman, alasan terbesarnya menolak tawaran Ferdy Sambo lantaran publik telah memintanya untuk menjadi kuasa hukum korban, yakni Brigadir J.

Selain itu, dia menuturkan alasan lainnya menolak permintaan tersebut lantaran tidak ingin adanya konflik kepentingan.

Sebab, Hotman kala itu menjadi salah satu pembawa acara televisi yang membahas kasus-kasus di Indonesia.

"Itu berarti harus netral dan bahkan di persidangan. Jadi, yang kedua sejak kasus itu mulai ada, sudah jutaan orang meminta saya untuk menjadi pengacara dari keluarga Brigadir J," jelasnya.

Saat itu, Hotman Paris mengaku ditawari langsung oleh tim kuasa hukum Ferdy Sambo untuk menangani kasus tersebut.

Dia terpaksa menolak meskipun sudah sempat ada deal soal harga.

"Katanya Ibu PC (Putri Candrawathi) juga maunya Hotman Paris. Jujur saya sudah sempat bilang iya, dan harganya pun sudah disepakati," kata Hotman Paris.

Selain itu, Hotman Paris pun sempat berdiskui dengan sang istri terkait adanya penawaran dari pihak Ferdy Sambo untuk menjadikannya sebagai kuasa hukum.

"Begitu saya bilang sama istri, ya saya cerita, istri saya bilang enggak boleh! Beneran, istri saya langsung ngamuk," kata Hotman Paris.

Selain itu, dia pun mendapat penolakan dari sang anak karena bercerita bahwa dia ditawari untuk menjadi kuasa hukum Ferdy Sambo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya langsung diamuk sama si Frank, 'Emang bapak kurang uang? istri marah, anak marah, sedangkan netizen banyak meminta saya menjadi kuasa hukum Bharada E (Richard Eliezer) dan almarhum Brigadir J," tuturnya.

Menurut Hotman Paris, di satu pihak profesi pengacara bukan hanya untuk membela orang-orang bersih, melainkan membuat orang mendapat putusan sesuai perbuatannya.

"Kalau Sambo, dia kan sudah mengakui perbuatannya (memerintahkan penembakan). Berarti (Ferdy Sambo) sudah kena 338 pembunuhan biasa," kata Hotman Paris.

"Saya sudah dapat data dari tim kuasa hukumnya, bahwa ada arahnya seolah-olah ini bukan (pembunuhan) berencana, spontan, karena bergitu si Ibu PC (Putri Candrawathi) pulang dari Magelang, dia cerita apa yang dialami di Magelang, ini menurut hasil keterangan dari para ajudan, ini di BAP lho, bukan hoaks, menyebut bahwa Irjen Ferdy Sambo itu menangis," tambahnya.

Kalau seorang Jenderal menangis, kata Hotman Paris, ada kejadian yang menyakiti hatinya.

"Ferdy Sambo menangis, lalu emosi, habis itu enggak nyanpe beberapa menit, dipanggil almarhum (Brigadir J ) ke rumah dinas, dan terjadilah penembakan," urainya.

Hotman Paris mengatakan, keterangan bahwa Ferdy Sambo tersulut emosi, akan digunakan untuk tim kuasa hukum sebagai pembelaan bahwa penembakan Brigadir J itu bukan sebagai pembunuhan berencana.

Seperti diketahui, tim penasihat hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi diperkuat dengan dua orang mantan pegawai KPK yakni Rasmala Aritonang dan Febri Diansyah.

Eks Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang kini tergabung dalam tim Penasihat Hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Febri Diansyah mengatakan sudah berkonsultasi dengan lima orang ahli hukum dalam membuat kasus pembunuhan Brigadir J menjadi objektif.

“Kami juga melakukan diskusi dengan para ahli hukum. Ada 5 ahli hukum yang sudah kami datangi,” ujar Febri Diansyah dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu (28/9/2022).

Adapun Febri Diansyah mengatakan dari lima ahli pidana yang didatangi tiga diantaranya adalah profesor.

“Diantaranya tiga profesor di bidang hukum dan dua doktor ilmu hukum,” kata Febri.

Para ahli pidana itu dikatakan oleh Febri berasal dari empat universitas yang ada di Indonesia.

“Lima ahli hukum ini sebagian besar adalah ahli hukum pidana yang tentu saja memahami pidana, dari 4 perguruan tinggi di beberapa daerah,” kata Febri.

Dengan bergabungnya kedua mantan pegawai KPK itu, maka tim penasihat hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terdiri dari empat orang yakni Arman Hanis, Sarmauli Simangunsong, Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang. (lgn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Emil Audero Gigit Jari, Kiper Keturunan Bali ini Bisa Jadi Pilihan Baru John Herdman untuk Timnas Indonesia

Emil Audero Gigit Jari, Kiper Keturunan Bali ini Bisa Jadi Pilihan Baru John Herdman untuk Timnas Indonesia

Kiper keturunan Bali menjalani trial di Atletico Madrid dan berpotensi jadi opsi baru Timnas Indonesia. Simak selengkapnya.
Imlek di Kampung Tambak Bayan Surabaya Digelar Meriah, Ada Tradisi Unjung-unjung Mirip Lebaran

Imlek di Kampung Tambak Bayan Surabaya Digelar Meriah, Ada Tradisi Unjung-unjung Mirip Lebaran

Warga Kampung Pecinan Tambak Bayan, Surabaya, merayakan Tahun Baru Imlek 2577 Tahun Kuda Api dengan penuh kesederhanaan dan kemeriahan.
Sebanyak 355 Pekerja Datangi Kantor PT Swadaya Indo Palma, Tolak PHK Mendadak Jelang Ramadhan

Sebanyak 355 Pekerja Datangi Kantor PT Swadaya Indo Palma, Tolak PHK Mendadak Jelang Ramadhan

Sebanyak 355 pekerja mendatangi kantor PT Swadaya Indo Palma di Sungai Rengit, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, setelah mengaku diberhentikan seca
Persiapan Ramadhan 2026, Fuji Bilang Ingin Belajar Masak untuk Suami

Persiapan Ramadhan 2026, Fuji Bilang Ingin Belajar Masak untuk Suami

​​​​​​​Persiapan Ramadhan 2026, Fuji bilang ingin belajar masak untuk suami. Fuji juga cerita soal Gala hingga keinginan belajar masak untuk suami jelang ramadhan.
Keluarga Curiga Sejak Awal, Jejak Kedekatan Korban dan Pelaku Terungkap di Kasus Pembunuhan Pelajar di Garut

Keluarga Curiga Sejak Awal, Jejak Kedekatan Korban dan Pelaku Terungkap di Kasus Pembunuhan Pelajar di Garut

Keluarga korban pembunuhan pelajar di Garut mengaku sudah lama mencurigai pelaku karena riwayat pertemanan yang dinilai tidak sehat.
Bukan Cuma Soal Lolos Final Four Proliga 2026: Jakarta Pertamina Endur Justru Sarankan Fans Megatron Cs Lakukan Hal Ini

Bukan Cuma Soal Lolos Final Four Proliga 2026: Jakarta Pertamina Endur Justru Sarankan Fans Megatron Cs Lakukan Hal Ini

Ketika sebagian tim lain masih jungkir balik mengamankan posisi di klasemen, Jakarta Pertamina Enduro sudah mengunci tempat di Final Four Proliga 2026. Megatron

Trending

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Terima Kasih Jay Idzes, Timnas Indonesia Berpeluang Gaet Bek Como Berdarah Jakarta usai Lihat Gacornya Kapten Garuda

Timnas Indonesia kembali dikaitkan dengan talenta muda diaspora yang berkarier di Eropa. Sosok Lyfe Oldenstam akui buka peluang bela Garuda usai lihat Jay Idzes.
Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam Mulai Curiga dengan PSSI soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026

Media Vietnam mulai curiga dengan strategi PSSI untuk menghadapi Piala AFF 2026. Jangan-jangan Timnas Indonesia akan panggil banyak pemain naturalisasi di AFF.
Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Kalah Saing dari Christian Pulisic, Pemain Terbuang AC Milan Ini Justru Jadi Rebutan di Inggris

Masa depan pemain pinjaman AC Milan, Samuel Chukwueze menjadi bahan pembicaraan jelang bursa transfer musim panas.
Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Awal Mula Rumah Jokowi Disebut Tembok Ratapan Solo, Ini Fakta Unik di Baliknya hingga Tanggapan Orang Terdekat

Di bagian depan rumah memang tertera tulisan Gg Kutai Utara No. 1 yang selama ini dikenal sebagai kediaman Jokowi bersama keluarga.
Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 Seri Bogor: Penentuan Nasib Bandung BJB Tandamata, Megawati Hangestri Libur

Jadwal Proliga 2026 seri Bogor, yang akan diramaikan oleh sejumlah laga seru termasuk penentu nasib Bandung BJB Tandamata dan Megawati Hangestri bersama skuad Pertamina Enduro tak akan main.
5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

5 Shio Diprediksi Banjir Rezeki di Tahun Kuda Api 2026, Siapa Paling Cuan?

Ramalan Tahun Kuda Api 2026 menyebut lima shio berpotensi cuan besar. Simak daftar shio paling hoki secara finansial menurut VN Express.
Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut  Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Buntut Kecelakaan Tewaskan Tiga Orang, Jalur Maut Akses Tanggul Rawagabus Ditutup Permanen

Akses jalur alternatif menurun dari Jalan Lingkar Interchange Tanjungpura ke jalan raya Tanggul Rawagabus akhirnya ditutup permanen
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT