Buah dari Kesabaran Usai Diolok-olok Gus Miftah? Surhaji Penjual Es Teh yang Disebut dengan Kalimat Tak Pantas Malah Dapat Rezeki Nomplok
- Ist
tvOnenews.com - Media sosial kini tengah dihebohkan dengan video viral Gus Miftah yang mengolok-olok seorang penjual es teh keliling.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Magelang, saat Gus Miftah sedang mengisi sebuah acara.
Pendakwah bernama lengkap Miftah Maulana Habiburrahman itu melontarkan kata-kata kasar kepada penjual es teh yang tengah berjualan.

- Ist
Â
Dalam video yang viral, ekspresi penjual es teh menjadi sorotan warganet.
Banyak orang merasa iba dan tidak tega melihat pria paruh baya tersebut menjadi bahan olokan Gus Miftah di hadapan banyak orang.
Akibatnya, Gus Miftah langsung mendapat kritik warganet.
Bahkan, beberapa pihak turut mengkritik tindakan Gus Miftah yang dianggap tidak sesuai dengan sikap seorang pendakwah.
Setelah viral, identitas bapak-bapak penjual es teh itu pun terungkap.

- Kolase tvOnenews
Â
Ia merupakan pria bernama Surhaji, yang sehari-hari memang berjualan es teh keliling untuk menafkahi keluarganya.
Pak Surhaji sebelumnya bekerja sebagai tukang kayu.
Namun, ia mengalami cedera dan terpaksa beralih profesi untuk menghidupi istri dan kedua anaknya.
Usai videonya viral di media sosial, Surhaji menjadi mendapat sorotan netizen.
Bak buah dari kesabarannya selama ini, Surhaji kini mendapat rezeki yang tak terkira.
Sejumlah warganet mengumpulkan donasi untuk membantu keluarga Pak Surhaji.

- Istimewa
Â
Salah satunya yang dibagikan oleh akun Instagram @sayaphati.
Akun tersebut membagikan cerita tentang keluarga Pak Surhaji dan menggalang donasi.Â
Mereka juga membagikan video saat memberikan uang donasi kepada Pak Surhaji.
Dalam video tersebut, Pak Surhaji terlihat tersenyum lebar saat menerima uang donasi.
"URGEN OPEN DONASI SINGKAT PLEASE JANGAN SKIP. Bapak surhaji berjualan es teh menghidupi kedua anak yg masih sekolah dan keluarganya. Bapak cerita pernah dapat 10 rb beliau tabung untuk uang jajan sekolah," tulis akun @sayaphati.
Load more