Sensasi Ngopi di Angkringan Dengan Sajian Ala Kafe
- Tim tvOne - Abdul Rohim
Pati, Jawa Tengah – Beberapa tahun terakhir ini kopi seolah menjadi minuman wajib bagi kaum urban. Kopi yang awal hanya sebuah trend berubah menjadi gaya hidup.
Hal ini menjadikan bisnis kedai kopi meningkat dan terlihat menjanjikan. Warung kopi dengan berbagai gaya bermunculan di berbagai penjuru negeri, termasuk di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Bersama dengan meningkatnya kegemaran “nongkrong” anak muda maupun orang dewasa, hampir di setiap ruas jalan yang ada di Kabupaten Pati rasanya tak sulit bagi para penikmatnya untuk menemukan warung atau kedai kopi. Tinggal tergantung pada selera atau kebiasaan, kedai kopi yang manakah yang lebih cocok untuk dikunjungi.
Karenanya untuk bisa eksis dan mendapat tempat di hati para penggemarnya, sebuah kedai kopi perlu mempunyai identitas agar tahu apa yang akan ditunjukkan dari kedai kopi tersebut.
Seperti yang dilakukan oleh Abdul Salam, warga Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Pati, Jawa Tengah yang membuka angkringan dengan menu kopi kekinian ala cafe. Berbeda dengan angkringan kebanyakan, angkringan yang oleh pemiliknya dinamai Angkringan Joss ini hanya menyediakan kopi olahan sendiri. Sehingga wajar jika tak didapati juntaian kopi instan.
Berbagai racikan kopi khas kafe pun ditawarkan di angkringan yang berlokasi timur pabrik gula (PG) Trangkil ini. Begitu pesanan datang, segera ia menunjukkan keahliannya meracik kopi ala kafe. Dengan cekatan Abdul Salam meracik kopi menggunakan alat-alat sederhana ala kafe seperti Franc Press, Shaker, hingga Milk Jug dia pertontonkan keahliannya di angkringan.
Tak berapa lama, espresso, caffe macchiato, latte, cappuccino, atau nama-nama asing yang biasa terpampang pada buku menu di Coffee Shop pun siap menghangatkan pemesan.
Bahkan jangan kaget, jika kopi pesanan kamu ada gambar hati, tulisan love atau daun, pasalnya, barista satu ini memiliki keahlian melukis foam di atas kopi atau biasa dikenal dengan latte art (kopi art).
"Dulu saya pernah ikut pelatihan barista mas, dari situ terus asah kemampuan meracik kopi ini. Setelah bereksperimen terus-menerus dan mendapatkan komposisi dan rasa yang sesuai lidah pelanggan saya mulai buka angkringan kopi ini. Alhamdulillah respon pembeli bagus, ramai pengunjung,” ujar Abdul Salam.
Abdul Salam mengaku racikan kopinya menggunakan kopi robusta. Di mana perkebunan jenis kopi ini banyak terdapat di kawasan Pegunungan Muria yang berada di Kabupaten Pati, Kudus, dan Jepara.
Meski menjajakan menu kopi ala kafe, ia mengadopsinya dengan cara dan perlakuan tradisional ala angkringan dan menyesuaikan dengan lidah lokal para pembelinya.
"Kita jual umumnya harga kopi di angkringan mas, Rp7.000 per gelas" ungkapnya.
Karena menyediakan menu kopi ala kafe dengan harga yang merakyat, angkringan milik Abdul Salam yang buka mulai sore hingga tengah malam ini kini banyak dikunjungi penggemar kopi.
Salah satu penikmat kopi, Ghea, mengaku sangat puas dengan racikan kopi Abdul Salam. Bahkan kopi ala kafe yang ada di angkringan itu merupakan sebuah inovasi baru. Karena diangkringan lainnya tidak ada.
“Sering ngopi disini bersama teman-teman saya mas, hampir setiap hari. Kopinya unik, umumnya kopi seperti ini kan adanya di kafe tapi di angkringan sini ada, harganya juga terjangkau. Kalau di kafe kan lumayan mahal harganya,” ucap Ghea. (Abdul Rohim/Buz)
Load more