News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Deretan Kasus Korupsi Kelas Kakap yang Pernah Dibongkar KPK Saat Antasari Azhar Menjabat Ketua!

Deretan kasus korupsi besar yang dibongkar KPK saat Antasari Azhar menjabat Ketua, mulai dari kasus BLBI hingga penangkapan Al Amin Nur Nasution.
Sabtu, 8 November 2025 - 15:27 WIB
Antasari Azhar
Sumber :
  • Muhammad Iqbal-Antara

tvOnenews.com - Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007-2009, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 8 November 2025.

Kabar duka ini telah dikonfirmasi langsung oleh kuasa hukumnya, Boyamin Saiman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Boyamin, prosesi persemayaman almarhum dilanjutkan dengan salat jenazah yang digelar di Masjid Asy Syarif setelah waktu salat Asar.

Semasa hidupnya, Antasari dikenal sebagai sosok tegas dan berani.

Di bawah kepemimpinannya, KPK pernah mencatatkan sejumlah pencapaian besar dalam upaya pemberantasan korupsi.

Banyak kasus kelas kakap berhasil diungkap, bahkan melibatkan pejabat tinggi, aparat penegak hukum, hingga pengusaha besar.

Periode kepemimpinannya di antara tahun 2007-2008 menjadi salah satu masa paling aktif dalam sejarah operasi tangkap tangan KPK.

Antasari Azhar
Antasari Azhar
Sumber :
  • ANTARA

 

Berikut deretan kasus korupsi besar yang pernah dibongkar KPK saat Antasari Azhar menjabat sebagai Ketua.

1. Kasus Korupsi BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia)

Kasus BLBI menjadi salah satu fokus besar KPK di masa awal kepemimpinan Antasari Azhar.

Meskipun kasus ini mulai diselidiki sebelum ia menjabat, pada periode 2007-2008, penyelidikannya kembali dipercepat.

KPK menelusuri penyelewengan dana bantuan yang diberikan Bank Indonesia kepada sejumlah bank swasta selama krisis 1998.

Kerugian negara ditaksir mencapai ratusan triliun rupiah.

Salah satu nama penting yang sempat diperiksa adalah Syafruddin Arsyad Temenggung, pejabat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN).

Kasus ini memperlihatkan bagaimana KPK berani menyentuh lingkaran elite keuangan nasional yang sebelumnya sulit dijangkau penegak hukum.

2. Kasus Suap Jaksa Urip Tri Gunawan

Kasus suap Jaksa Urip Tri Gunawan menjadi momen paling menghebohkan di masa Antasari Azhar.

Pada 2008, tim KPK berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Urip Tri Gunawan, jaksa dari Kejaksaan Agung, yang menerima suap sebesar US$660.000 (sekitar Rp 6 miliar) dari Artalyta Suryani (Ayin).

Ayin merupakan pengusaha yang dikenal dekat dengan tersangka kasus BLBI, Sjamsul Nursalim.

Kasus ini mencoreng wajah lembaga kejaksaan dan menjadi bukti bahwa praktik suap bisa menjangkiti lembaga penegak hukum.

Di sisi lain, keberhasilan OTT ini menegaskan reputasi KPK sebagai lembaga yang berani menangani korupsi lintas lembaga tanpa pandang bulu.

3. Kasus Suap di Mahkamah Agung - Jaringan Urip dan Artalyta

Masih berkaitan dengan kasus Urip Tri Gunawan, KPK menemukan jaringan suap yang lebih luas, melibatkan beberapa pejabat hukum dan pengusaha.

Dalam proses penyidikan, ditemukan aliran dana dari Artalyta kepada sejumlah pihak untuk mengamankan perkara di Mahkamah Agung.

Terungkapnya jaringan ini membuka mata publik terhadap praktik mafia peradilan, yang selama ini menjadi rahasia umum di kalangan penegak hukum.

Langkah KPK di bawah Antasari dinilai menjadi titik awal reformasi besar dalam sistem hukum, meskipun banyak pihak yang kala itu mencoba menghalangi jalannya penyidikan.

4. Kasus Korupsi di Departemen Agama (Kasus Dirjen Haji)

Pada tahun 2008, KPK mulai menyelidiki dugaan korupsi di Departemen Agama, terutama di bawah Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

Penyelidikan ini menyoroti pengelolaan dana haji serta proyek-proyek pengadaan barang yang diduga tidak transparan.

Beberapa pejabat diperiksa karena adanya indikasi penyimpangan dalam penggunaan dana jamaah haji.

Meski belum semua tersangka dijatuhi hukuman pada masa itu, penyidikan ini menjadi pondasi awal pengungkapan kasus korupsi dana haji yang berkembang di tahun-tahun berikutnya.

5. Penangkapan Al Amin Nur Nasution

Selain menangani kasus di tingkat pusat, KPK di bawah Antasari juga berani menindak pejabat legislatif.

Salah satunya adalah penangkapan Al Amin Nur Nasution, anggota DPR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Al Amin tertangkap tangan menerima suap terkait persetujuan pelepasan kawasan hutan lindung Tanjung Pantai Air Telang, Sumatera Selatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penangkapan ini dilakukan dalam sebuah operasi tangkap tangan yang dilakukan langsung oleh tim KPK.

Kasus ini membuktikan bahwa lembaga anti-rasuah tersebut berani menyentuh pejabat politik yang menyalahgunakan wewenangnya untuk keuntungan pribadi dan pihak swasta. (adk)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Usut Dugaan Praktik Kecurangan dalam Kasus Gagal Bayar PT DSI, Bareskrim Sita Uang Rp4 Miliar hingga Aset Bergerak

Usut Dugaan Praktik Kecurangan dalam Kasus Gagal Bayar PT DSI, Bareskrim Sita Uang Rp4 Miliar hingga Aset Bergerak

Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengusut kasus dugaan praktik kecurangan kasus gagal bayar PT Dana Syariah Indonesia (DSI).
Siapa si Chiki Fawzi? Artis Indonesia yang Dikeluarkan dari Petugas Haji 2026

Siapa si Chiki Fawzi? Artis Indonesia yang Dikeluarkan dari Petugas Haji 2026

Nama Chiki Fawzi mendadak jadi sorotan publik. Sebab videonya viral karena mengaku tiba-tiba dikeluarkan dari petugas haji Indonesia.
Rundown Konser Chen Arcadia di Jakarta, Catat Jadwal Penukaran Tiket hingga Soundcheck!

Rundown Konser Chen Arcadia di Jakarta, Catat Jadwal Penukaran Tiket hingga Soundcheck!

Catat rundown konser Chen Arcadia di Jakarta, mulai dari jadwal penukaran tiket, VIP entry, soundcheck, hingga waktu konser dimulai.
Jawaban Purbaya soal Wamankeu Baru Pengganti Thomas Djiwandono, Ungkap Arahan Istana soal Juda Agung

Jawaban Purbaya soal Wamankeu Baru Pengganti Thomas Djiwandono, Ungkap Arahan Istana soal Juda Agung

Terkait nama Juda Agung yang belakangan disebut sebagai kandidat pengganti Thomas Djiwandono, Menkeu Purbaya angkat bicara soal arahan Istana.
ASEAN Dominasi Klasemen Piala Asia Futsal 2026: Timnas Futsal Indonesia Full Senyum Hingga Malaysia Terjungkal 

ASEAN Dominasi Klasemen Piala Asia Futsal 2026: Timnas Futsal Indonesia Full Senyum Hingga Malaysia Terjungkal 

ASEAN diwakili oleh empat tim dan juga berhasil mendominasi klasemen dengan poin penuh pertama di laga pekan pertama Piala Asia Futsal 2026. 
Menikmati Kemewahan Kopi Nusantara di Sudut Pasar Beringharjo, Harga Kaki Lima Kualitas Premium

Menikmati Kemewahan Kopi Nusantara di Sudut Pasar Beringharjo, Harga Kaki Lima Kualitas Premium

Cita rasa kopi Nusantara hingga kini masih menjadi ladang bisnis yang sangat menjanjikan. Menariknya, tren minum kopi kini tidak hanya didominasi oleh kafe-kafe kekinian atau coffee shop mentereng di pusat kota.

Trending

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Tak Ada Angin Tak Ada Hujan, Persib Dapat Kabar Buruk dari Media Italia Soal Transfer Federico Barba usai Resmi Datangkan Layvin Kurzawa

Persib Bandung mendapat kabar tak sedap setelah resmi merekrut Layvin Kurzawa. Media Italia menyebut Federico Barba hampir sepakat kembali ke Serie B Italia.
Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda Berbondong-bondong Kritik Jordi Cruyff usai Maarten Paes Dirumorkan Gabung Ajax Amsterdam

Suporter Belanda banyak yang keheranan ketika melihat kabar Ajax Amsterdam bakal merekrut Maarten Paes. Sang kiper Timnas Indonesia kabarnya akan ditebus seharga 1 juta euro.
6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

6 Pemain Eropa yang Berpotensi Dinaturalisasi Era John Herdman, Siap Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026

Era John Herdman di Timnas Indonesia membuka peluang besar naturalisasi pemain Eropa. Enam nama potensial disorot jelang FIFA Series 2026 dan proyek Piala Dunia 2030.
Polisi Tegaskan Tak Ada Unsur Penganiayaan ke Penjual Es Gabus yang Dituduh Pakai Gabusing Berbahan Baku Spons

Polisi Tegaskan Tak Ada Unsur Penganiayaan ke Penjual Es Gabus yang Dituduh Pakai Gabusing Berbahan Baku Spons

Sementara itu, Budi menerangkan, hingga saat ini pihak kepolisian, Bid Propam Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terhadap Aiptu Ikhwan yang merupakan Bhabinkamtibmas.
Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Viral Pedagang Es Diintimidasi Aparat, TNI Minta Konflik Tak Berkepanjangan

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono angkat bicara soal pedagang es gabus yang diamankan aparat gabungan Polri dan TNI usai diduga terbuat dari bahan berbahaya yakni spons.
Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Pedagang Es Gabus Dituduh Spons Ngaku Trauma: Kini Bantuan Mengalir dari KDM, Pemkab hingga Polisi

Peristiwa itu bermula ketika Suerajat didatangi anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa setelah adanya laporan warga.
Buntut Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Bahan Baku Spons, Aiptu Ikhwan Bakal Disanksi Jika Terbukti Lakukan Pelanggaran

Buntut Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Bahan Baku Spons, Aiptu Ikhwan Bakal Disanksi Jika Terbukti Lakukan Pelanggaran

Polda Metro Jaya menegaskan akan memberikan sanksi tegas terhadap Aiptu Ikhwan jika terbukti melakukan pelanggaran terhadap Sudrajat, pedagang es gabus yang sempat diamankan, usai diduga menggunakan bahan baku spons.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT