News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Resbob Dikecam Usai Hina Orang Sunda, Klarifikasi Bigmo Malah Buka Jejak Digital

Kasus Resbob memanas setelah hinaan terhadap orang Sunda viral. Sang adik, Bigmo, ikut angkat bicara, namun jejak digitalnya justru memicu kemarahan publik.
Jumat, 12 Desember 2025 - 15:37 WIB
Bigmo dan Resbob
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com / Instagram @bigmoskyy @adimasfirdauss

 

tvOnenews.com - Kasus viral yang menyeret nama Resbob terus memanas setelah hinaannya kepada orang Sunda dan suporter Persib Bandung (Viking) menyebar luas di media sosial. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada 11 Desember 2025, video live streaming Resbob  yang memiliki nama asli Muhammad Adimas Firdaus, konten kreator asal Batam memperlihatkan dirinya melontarkan ujaran kasar dan bernada SARA saat mengemudi. 

Ucapannya dianggap menghina etnis Sunda dan komunitas suporter sepak bola, memicu gelombang kemarahan besar dari warga Jawa Barat serta netizen seluruh Indonesia.

Rekaman tersebut langsung viral di TikTok, Instagram, hingga X, membuat banyak orang menuntut agar Resbob mempertanggungjawabkan perbuatannya. Publik figur hingga pejabat daerah turut memberikan respons keras.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta warga tetap tenang namun tetap mengutuk keras tindakan tersebut. Dedi, menyindir perilaku Resbob yang dinilai tidak mencerminkan etika.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, juga bereaksi tegas. Ia meminta Polda Jabar mengusut kasus ini demi memberikan efek jera. 

Menurutnya, apa yang diucapkan Resbob merupakan ujaran kebencian yang bisa memecah belah masyarakat.

Komika asal Sunda, Sule, bahkan melontarkan kritik tajam. Ia menyebut ucapan Resbob sebagai tindakan tidak beradab. 

Sule sampai mengatakan bahwa mulut Resbob “lebih najis” dan menegaskan bahwa seorang konten kreator seharusnya bisa menjaga sikap dan menghormati orang lain.

Tak lama setelah kasus ini memuncak, adik kandung Resbob yang dikenal dengan nama Bigmo,  nama asli Muhammad Jannah ikut memberikan klarifikasi. 

Melalui akun Instagramnya @bogmoskyy, ia mengunggah video berisi pembelaan sekaligus bantahan bahwa sang kakak-lah yang melakukan hinaan, bukan dirinya.

Dalam klarifikasinya, Bigmo mengatakan, “Bismillahirrahmanirrahim, lagi viral abang gue, lagi-lagi dia ya ngomong apa yang dia omongin. Gue mau bikin video ini buat klarifikasi aja.”

Ia menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam ujaran kebencian tersebut, “Itu tuh bukan gue, gue manusia sendiri, sekalipun itu abang gue dan DNA kita nih ada sama dan kita satu bokap satu nyokap, tapi itu bukan abang gue.”

Bigmo juga menolak keras ucapan Resbob, “Gue enggak setuju apa yang dia katakan, apa yang disampaikan, gue sangat-sangat tidak setuju. Gue cinta semua bola, semua ras, semuanya. Itu abang gue ya, jadi stop jangan mikir itu gue.”

Ia bahkan mengungkap bahwa hubungan dirinya dengan sang kakak sudah lama renggang, “Gue udah lama enggak kontakan sama abang gue, emang gue slek juga sama dia.”

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Video klarifikasi tersebut langsung menyebar luas dan diunggah ulang oleh berbagai akun, salah satunya @sundaismeculture.

Namun, klarifikasi itu justru memunculkan reaksi baru ketika akun yang sama mengunggah potongan video lawas Bigmo yang menunjukkan dirinya pernah melontarkan ucapan bernada stereotip negatif tentang masyarakat Sunda.

Dalam video tersebut, Bigmo terlihat sedang live streaming bersama Resbob dan satu temannya.. 

Mereka membahas top 3 pelawak Indonesia. Ketika seorang teman menyebut nama Sule, pembicaraan berlanjut pada asal-usul sang komedian.

Bigmo terdengar berkata, “Tau gak, ini gila banget, tahu enggak Sule ternyata orang mana? Sunda.”

Lalu ia melanjutkan dengan pernyataan kontroversial lain, “Ngerti enggak sih, di sini gue enggak paham anjng. Gue enggak rasis ya, tapi masa di pengalaman gue, semua orang Sunda di hidup gue tuh aneh anjng.”

Ia bahkan menambahkan, “Ada something antara licik, dua muka, mata-mata, hitung-hitungan, atau baperan, atau apa ngerti nggak?”

Dan ditutup dengan komentar, “Gue belum nemu cewe Sunda yang green flag, orang Sunda lah yang general.”

Unggahan ulang tersebut diberi caption dalam bahasa Sunda yang intinya menyindir bahwa masalah sebenarnya bermula dari sikap kedua kakak beradik ini, bukan hanya Resbob.

Caption itu kurang lebih bermakna, “Sebenernya yang mulai duluan itu adiknya… adik kakak sama aja, nggak bisa jaga ucapan. Mentang-mentang lidah tidak bertulang, sekarang tinggal bisa bertanggung jawab dengan kelakuan sendiri.”

Setelah potongan video Bigmo ikut tersebar, kemarahan publik semakin besar. Banyak netizen menyimpulkan bahwa masalah ini bukan hanya soal Resbob, tetapi juga pola komunikasi keluarga yang dinilai merendahkan etnis tertentu. 

Netizen juga menyebut bahwa klarifikasi Bigmo “berbalik arah” karena jejak digitalnya justru menunjukkan hal serupa.

Hingga kini, masyarakat dan berbagai tokoh terus mendesak agar kasus ini ditindak secara serius oleh pihak kepolisian.

Kasus Resbob menjadi pengingat keras bahwa konten kreator memiliki tanggung jawab moral atas ucapannya. 

Saat ini publik menunggu langkah hukum selanjutnya, sementara Resbob sendiri dikabarkan “dicari banyak orang” karena dianggap memicu konflik SARA dan memprovokasi suporter sepak bola.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

bigmo
Bigmo dan Resbob. (Sumber: Instagram @sundaismeculture)

(anf)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Novel Bamukmin Minta Pandji Tobat Kalau Mau Laporan Soal Mens Rea Dicabut

Novel Bamukmin Minta Pandji Tobat Kalau Mau Laporan Soal Mens Rea Dicabut

Hal itu disampaikan Novel menjelang rencana mediasi dengan pihak Pandji yang dijadwalkan berlangsung di Mapolda Metro Jaya, Kamis, 9 April 2026.
Kabar Gembira untuk Dean James, Go Ahead Eagles Resmi Umumkan sang Pemain Timnas Indonesia Bisa Tersedia Lagi

Kabar Gembira untuk Dean James, Go Ahead Eagles Resmi Umumkan sang Pemain Timnas Indonesia Bisa Tersedia Lagi

Dean James mendapatkan kabar gembira bertubi-tubi. Go Ahead Eagles resmi mengumumkan bahwa sang pemain Timnas Indonesia bisa tersedia lagi.
Bahlil Sebut Cadangan Gas LPG Pernah Tak Cukup untuk 10 Hari, Sekarang Dipastikan Aman

Bahlil Sebut Cadangan Gas LPG Pernah Tak Cukup untuk 10 Hari, Sekarang Dipastikan Aman

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia sudah melewati masa-masa krisis energi, terutama LPG, akibat perang Iran vs Israel-Amerika Serikat (AS).
Pandji Pragiwaksono kembali Dilaporkan ke Polisi Terkait Penistaan Agama

Pandji Pragiwaksono kembali Dilaporkan ke Polisi Terkait Penistaan Agama

Novel Bamukmin laporkan terhadap Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya terkait materi Stand Up Comedy Mens Rea yang diduga menistakan agama.
Momen Gubernur Malut Sherly Tjoanda Gendong Anak Stunting Viral, Tawarkan Segera Dirawat: Dia Harus Normal!

Momen Gubernur Malut Sherly Tjoanda Gendong Anak Stunting Viral, Tawarkan Segera Dirawat: Dia Harus Normal!

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos menggendong seorang anak berusia tiga tahun mengalami stunting di Halmahera Timur viral di media sosial.
RSCM Ungkap Kondisi Terkini Aktivis KontraS Andrie Yunus

RSCM Ungkap Kondisi Terkini Aktivis KontraS Andrie Yunus

RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) ungkap kondisi terkini Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus. 

Trending

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, hingga Buru Konten Kreator yang Bongkar Pelanggaran Aturan PKB

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, hingga Buru Konten Kreator yang Bongkar Pelanggaran Aturan PKB

Dedi Mulyadi menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Bandung per Rabu (8/4/2026), setelah pelanggaran tersebut terekspos dan viral di media sosial.
Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Dedi Mulyadi Tiba-tiba Sampaikan Permohonan Maaf untuk Warga Jawa Barat Usai Ngaku 'Gubernur Sableng'

Jagat media sosial mendadak dihebohkan dengan pernyataan Kang Dedi Mulyadi (KDM) yang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT