News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Anak Petani di Blora Difitnah Buang Bayi oleh Oknum Polisi, Setelah Terbukti Tak Bersalah Kini Alami Trauma

Anak petani di Blora difitnah buang bayi dan diperlakukan sewenang-wenang oleh oknum polisi. Setelah terbukti tak bersalah, kini korban alami trauma.
Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:51 WIB
Anak Petani di Blora Dituduh Buang Bayi
Sumber :
  • Instagram/bangkit_mahanantiyo

tvOnenews.com - Kasus salah tuduh terhadap seorang remaja putri asal Blora, Jawa Tengah, menjadi perhatian publik setelah keluarga korban dan kuasa hukumnya melaporkan Polres Blora dan Polsek Jepon ke Bidang Propam Polda Jawa Tengah.

Laporan ini diajukan atas dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam penanganan kasus pembuangan bayi yang sempat menghebohkan warga Blora pada April lalu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban berinisial RF, anak seorang petani awalnya dituduh sebagai pelaku pembuangan bayi yang ditemukan di kawasan Jalan Semanggi, Blora pada bulan April 2025.

Namun, tuduhan itu ternyata tidak berdasar. Setelah melalui pemeriksaan medis dan investigasi lebih lanjut, terbukti bahwa RF sama sekali tidak pernah hamil maupun melahirkan.

Akibat peristiwa tersebut, RF kini mengalami trauma mendalam dan mendapatkan stigma sosial dari masyarakat sekitar.

Kuasa hukum RF, Bangkit Mahanantiyo, dalam pernyataannya di media sosial TikTok uncle_bleu menjelaskan kronologi kejadian yang dialami kliennya.

"Yang mana dituduh telah melakukan pembuangan bayi atau janin di Blora tanggal 4 dan tanggal 9 April tiba-tiba RF didatangi oleh beberapa teman-teman polisi dari Polsek Jepon dan Polres Blora. Mereka menduga bahwa RF adalah pelaku pembuangan bayi di Jalan Semanggi,” ujar Bangkit.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Namun, proses pemeriksaan terhadap RF disebut sangat tidak manusiawi. Ia mengungkapkan bahwa remaja tersebut diperlakukan tidak pantas saat menjalani pemeriksaan oleh aparat.

“Saudari RF pernah diperiksa, tahu-tahu didatangi, disuruh telanjang, diremas dadanya, bahkan dimasukkan jari ke organ intimnya. Padahal anak ini masih virgin,” tegas Bangkit.

Ia menilai tindakan itu sebagai bentuk abuse of power atau penyalahgunaan wewenang yang jelas melanggar hukum dan etika profesi kepolisian.

Lebih lanjut, Bangkit menyebut tindakan aparat tersebut dilakukan tanpa surat panggilan, tanpa surat penggeledahan, dan tanpa bukti yang cukup.

Menurutnya, dalam hukum acara pidana, tindakan tersebut sangat keliru dan mencederai prinsip penegakan hukum yang berkeadilan.

Dalam unggahan di akun Instagram-nya, Bangkit juga menulis pesan tentang perjuangan RF dan keluarganya.

Ia menggambarkan bagaimana seorang gadis belia mendadak harus menghadapi tuduhan kejam yang sama sekali tidak ia bayangkan.

“Dalam kondisi masih syok dan ketakutan, ia dibawa untuk menjalani pemeriksaan yang dilakukan secara tergesa dan penuh paksaan oleh aparat dan tenaga kesehatan,” tulisnya.

Bangkit menegaskan bahwa martabat dan hak asasi korban telah diabaikan. Pemeriksaan yang seharusnya dilakukan dengan empati dan kehati-hatian justru membuat RF semakin terpojok dan merasa terhina.

Kabar ini viral di media sosial dan menuai komentar dari warganet yang merasa geram atas perlakuan yang diterima RF.

“Jangan mau damai karena sudah merusak mental seorang anak,” tulis salah satu netizen dengan nada tegas.

“Pasti hancur sekali hati ibunya. Anak difitnah, pasti trauma berat,” tambah pengguna lainnya.

Tak sedikit pula yang menyerukan agar aparat yang terlibat diberi sanksi tegas.

“Tuntut! Minta ganti rugi juga, kerugian materiil dan imateriil, pemulihan nama baik juga. Pecat semua yang terlibat,” komentar warganet lain di kolom unggahan sang pengacara.

Sementara itu, pihak keluarga melalui tim kuasa hukumnya mengungkapkan kondisi terkini RF.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Si anak sempat menarik diri dari pergaulan di sekolah dan lingkungan rumah. Saat ini dalam pendampingan keluarga. Terima kasih atas kepeduliannya,” ujar Bangkit.

Ia menyebut pihak keluarga masih menunggu proses penyelidikan dari Propam Polda Jawa Tengah dan berharap kasus ini bisa membuka mata publik tentang pentingnya penegakan hukum yang adil. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny usai Diduga Cabut Sertifikat Mualaf Dokter Richard Lee karena Marah: Jadi Kayak Fitnah

Klarifikasi Koh Hanny Kristianto usai diduga cabut sertifikat mualaf Dokter Richard Lee karena marah, langsung telepon tim kreatif dr Richard: Jadi kayak fitnah
Kurniawan Dwi Yulianto Bungkam Para Peragu, Timnas Indonesia U-17 Awali Piala Asia U-17 2026 dengan Sensasional

Kurniawan Dwi Yulianto Bungkam Para Peragu, Timnas Indonesia U-17 Awali Piala Asia U-17 2026 dengan Sensasional

Timnas Indonesia U-17 berhasil mengawali Piala Asia U-17 2026 dengan raihan yang positif. Hal ini seakan membungkam keraguan yang sempat disematkan kepada pelatih Kurniawan Dwi Yulianto.
Gara-gara KDM Tutup Tambang di Bogor, Ratusan Warga Terdampak, Angka Cerai Meningkat hingga Pinjol Merajalela

Gara-gara KDM Tutup Tambang di Bogor, Ratusan Warga Terdampak, Angka Cerai Meningkat hingga Pinjol Merajalela

Ribuan warga dari tiga kecamatan di Kabupaten Bogor geruduk Kantor Pemkab Bogor, menagih janji Gubernur Dedi Mulyadi terkait kompensasi pasca penutupan tambang.
Kronologi dan Motif Lengkap Terbongkarnya Keberangkatan Puluhan Calon Jamaah Haji Ilegal

Kronologi dan Motif Lengkap Terbongkarnya Keberangkatan Puluhan Calon Jamaah Haji Ilegal

Kantor Imigrasi berhasil menggagalkan keberangkatan 51 orang warga negara Indonesia (WNI) yang diduga akan menunaikan ibadah haji melalui jalur non prosedural pada April hingga awal Mei 2026
Target Besar Gubernur Dedi Mulyadi, bakal Bebaskan Jabar dari Kabel Semrawut pada 2029: Merusak Wajah Kota

Target Besar Gubernur Dedi Mulyadi, bakal Bebaskan Jabar dari Kabel Semrawut pada 2029: Merusak Wajah Kota

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menargetkan kabel telekomunikasi dan listrik di Jabar yang semrawut tertata rapi lewat sistem bawah tanah pada 2029.
Jakarta Masuk Fase Penuaan Penduduk, BPS Ungkap 12 Persen Warga Kini Berusia Lansia

Jakarta Masuk Fase Penuaan Penduduk, BPS Ungkap 12 Persen Warga Kini Berusia Lansia

Berdasarkan data terbaru dari BPS DKI Jakarta melalui Survei Penduduk Antarpenduduk (Supas) 2025, Jakarta kini resmi dikategorikan sebagai wilayah yang mengalami penuaan penduduk.

Trending

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan Dokter Richard Lee Resmi Diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya Ungkap Alasannya

Penahanan dokter Richard Lee resmi diperpanjang hingga Juni 2026, Polda Metro Jaya beberkan alasannya.
Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Ditraktir Makanan Korea oleh Pelatih Hillstate, Megawati Hangestri Semringah: Semoga Ini Pertemuan yang Baik

Megawati Hangestri berbinar-binar setelah ditraktir makan siang ala Korea oleh pelatih Hillstate Kang Sung-hyung setelah datang ke final Proliga 2026 silam.
Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Bertemu Kakek Lansia yang Usia Istrinya 40 Tahun Lebih Muda, Gubernur Malut Sherly Tjoanda Speechless: Bagi Tipsnya

Gubernur Malut Sherly Tjoanda kehabisan kata-kata ketika tahu ada warganya yang istrinya berusia 40 tahun lebih muda saat kunjungan atau sidak ke masyarakat.
Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Salah Ucap, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Media Malaysia Soroti STY

Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda Salah Ucap, 3 Alasan Sertifikat Mualaf Richard Lee Dicabut, Media Malaysia Soroti STY

Top 3: Gubernur Malut Sherly Tjoanda salah ucap, 3 alasan utama sertifikat mualaf dokter Richard Lee dicabut, hingga media Malaysia soroti Shin Tae-yong (STY).
Dedi Mulyadi Sidak Jalur Sumedang-Majalengka, Temukan Pohon Menghitam Gara-Gara Penggorengan Tahu

Dedi Mulyadi Sidak Jalur Sumedang-Majalengka, Temukan Pohon Menghitam Gara-Gara Penggorengan Tahu

Perjalanan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda "Nyuhun Buhun, Nata Nagara" tidak sekadar menjadi ajang seremonial bagi Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). 
Gubernur KDM Soroti Terdakwa Bantah Bunuh Sekeluarga di Indramayu, Keluarga Korban: Kami Yakin Pelakunya Mereka

Gubernur KDM Soroti Terdakwa Bantah Bunuh Sekeluarga di Indramayu, Keluarga Korban: Kami Yakin Pelakunya Mereka

Keluarga korban bersaksi di depan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM). Pihaknya yakin 2 terdakwa jadi pelaku pembunuhan satu keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Pencabutan Sertifikat Mualaf dr Richard Lee Disebut Hanya Pengalihan Isu, Doktif Bongkar Fakta Mengejutkan Lainnya

Pencabutan Sertifikat Mualaf dr Richard Lee Disebut Hanya Pengalihan Isu, Doktif Bongkar Fakta Mengejutkan Lainnya

Di tengah menjalani proses hukum, kabar pencabutan sertifikat mualaf milik dr Richard Lee kini muncuat di hadapan publik. Doktif meyakini hanya pengalihan isu
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT