News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kronologi Awal Nenek 80 Tahun Elina Diusir Paksa dan Rumah Dibongkar Ormas di Surabaya, Pemkot Turun Tangan

Aksi pengusiran paksa terhadap seorang nenek berusia 80 tahun bernama Elina Wijayanti di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, viral
Minggu, 28 Desember 2025 - 14:19 WIB
Potret oknum anggota Ormas Madas usir paksa nenek Elina dari rumahnya di Surabaya
Sumber :
  • Kolase Tim tvOnenews & Istimewa

tvOnenews.com – Aksi pengusiran paksa terhadap seorang nenek berusia 80 tahun bernama Elina Wijayanti di Dukuh Kuwukan, Kelurahan Lontar, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, viral di media sosial dan menuai kecaman luas dari publik.

Peristiwa tersebut tidak hanya berujung pada pengusiran, namun juga pembongkaran rumah secara paksa menggunakan alat berat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video yang beredar, Elina terlihat diseret keluar rumah oleh sejumlah orang yang diduga berasal dari organisasi masyarakat (ormas) Madas.

Ilustrasi anggota Ormas Madas & Potret nenek Elina Wijayanti
Ilustrasi anggota Ormas Madas & Potret nenek Elina Wijayanti
Sumber :
  • Kolase Istimewa & Instagram/@dpp_madasnusantara

Dalam rekaman itu, Elina terdengar memprotes sambil menunjukkan klaim kepemilikan rumah yang telah lama ia tempati.

“Ini rumahnya siapa? Ini rumahnya saya. Mana suratnya? Saya kan sudah tunjukkan surat saya,” ujar Elina dengan suara lantang sebelum akhirnya dipaksa keluar dari rumah di Jalan Kuwukan, Sambikerep.

Kronologi Awal Pengusiran

Cucu keponakan Elina Iwan menjelaskan kronologi kejadian kepada Wakil Wali Kota Surabaya Armuji saat inspeksi mendadak di lokasi.

Ia menyebut peristiwa bermula pada 4 Agustus 2025, ketika sekelompok orang mendatangi rumah tersebut dan mengklaim bahwa properti itu telah dijual kepada seseorang bernama Samuel.

Keluarga Elina menolak klaim tersebut karena merasa tidak pernah melakukan transaksi jual beli rumah yang telah ditempati selama bertahun-tahun. Mereka pun memilih bertahan dan menolak meninggalkan rumah.

Situasi kemudian memanas. Dua hari berselang, pada 6 Agustus 2025, kelompok yang sama kembali datang dan masuk ke rumah secara paksa. Elina bersama anggota keluarga lainnya diusir keluar tanpa proses hukum yang jelas.

“Orang-orang itu datang lagi, masuk ke rumah secara paksa dan mengusir Bu Elina dan kami semua,” ujar Iwan, Rabu (24/12/2025).

Rumah Dibongkar Paksa, Barang Dilaporkan Hilang

Puncak konflik terjadi pada 9 Agustus 2025. Rumah Elina dibongkar menggunakan alat berat jenis excavator tanpa adanya putusan pengadilan. Proses pembongkaran itu terekam warga dan menyebar luas di media sosial.

Pasca kejadian, keluarga melaporkan sejumlah barang hilang, mulai dari pakaian, peralatan dapur, kendaraan, hingga surat-surat berharga. Hingga kini, keberadaan barang-barang tersebut belum diketahui secara pasti.

Ketua RT setempat Leo mengungkapkan bahwa berdasarkan data administrasi kelurahan hingga Agustus 2025, lahan tersebut masih tercatat atas nama Elisabeth, saudara kandung Elina.

“Data di kelurahan masih atas nama keluarga Bu Elina,” kata Leo.

Klaim Pihak Pembeli

Potret rumah nenek Elina Widjajanti rata dengan tanah setelah dihancurkan Samuel dan oknum diduga anggota ormas Madas
Potret rumah nenek Elina Widjajanti rata dengan tanah setelah dihancurkan Samuel dan oknum diduga anggota ormas Madas
Sumber :
  • tvOneNews

Di sisi lain, Samuel selaku pihak yang mengaku sebagai pembeli rumah menyatakan bahwa ia telah membeli properti tersebut secara sah sejak tahun 2014.

Ia mengklaim telah beberapa kali meminta Elina meninggalkan rumah, namun tidak diindahkan.

“Saya sudah beberapa kali menyampaikan ke Bu Elina untuk keluar karena ini sudah rumah yang saya beli. Tapi beliaunya tidak percaya. Akhirnya mau tidak mau saya lakukan secara paksa,” ujar Samuel.

Samuel juga membantah tudingan penghilangan barang. Ia mengklaim telah mengirimkan satu mobil pikap berisi barang-barang milik keluarga Elina kepada salah satu anggota keluarga sebelum pembongkaran dilakukan.

Pemkot Surabaya dan Aparat Bertindak

Kronologi Lengkap Aksi Viral Ormas Madas Usir Paksa Nenek Elina hingga Rumah Dibongkar di Surabaya
Kronologi Lengkap Aksi Viral Ormas Madas Usir Paksa Nenek Elina hingga Rumah Dibongkar di Surabaya
Sumber :
  • Istimewa

Kasus ini langsung mendapat perhatian Pemerintah Kota Surabaya. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turun langsung ke lokasi dan mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak.

Armuji menegaskan bahwa eksekusi lahan tidak boleh dilakukan secara sepihak, terlebih dengan melibatkan preman atau ormas tanpa adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

“Tindakan brutal ini, kalau sampai membawa preman, meskipun punya surat sah, tetap bisa dikecam satu Indonesia,” tegas Armuji yang akrab disapa Cak Ji.

Ia juga meminta kepolisian bertindak tegas terhadap oknum ormas Madas yang diduga terlibat dalam aksi pengusiran tersebut. Menurutnya, penegakan hukum penting dilakukan demi menjamin rasa aman warga Surabaya.

Armuji memastikan proses hukum kini tengah berjalan. Laporan kasus telah ditangani Polda Jawa Timur dan masih dalam tahap penyelidikan, dengan pengawalan dari Satreskrim Polrestabes Surabaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya akan terus mengawal kasus ini agar tidak ada lagi kejadian serupa di Surabaya,” tulis Armuji dalam unggahan di akun Instagram pribadinya.

Kasus pengusiran paksa terhadap nenek Elina kini menjadi sorotan nasional dan memicu desakan publik agar aparat penegak hukum mengusut tuntas dugaan aksi kekerasan, perampasan hak warga, serta praktik main hakim sendiri yang melibatkan ormas.

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Ada Eks Polri hingga TNI, 58 WNI Jadi Korban TPPO Modus Tentara Bayaran di Rusia

Menurut Brigjen Pol Nurul Azizah selaku Dirtipid PPA-PPO Bareskrim Polri ada 58 WNI yang menjadi korban TPPO bahkan tak sedikit dari mantan TNI hingga Polisi.
YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras Ceritakan Kronologi Digerebek Sekelompok OTK hingga Diduga Diintimidasi di Kediamannya

YouTuber Herri Pras mengungkapkan awal mula insiden dirinya digeruduk hingga diduga mendapat tindak kekerasan fisik di rumahnya oleh orang tak dikenal (OTK).
14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

14 Pendaki Gunung Merapi Dipulangkan, 11 Orang Akui Terhubung Medsos Open Trip Ilegal

Sebanyak 14 pendaki ilegal yang memasuki kawasan Gunung Merapi telah dipulangkan setelah sebelumnya diamankan oleh petugas.
Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Viral di Media Sosial, Ini 5 Fakta Pernikahan Wali Kota Malang Wahyu Hidayat, Terungkap Asal-usul Sang Istri

Kabar bahagia datang dari Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat yang resmi menikah lagi dengan perempuan bernama Septhelena Maria Yosepha. Berikut 5 faktanya.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

Ahli Waris Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Bekasi Terima Santunan

PT Jasa Raharja (Persero) pun menyerahkan santunan kepada ahli waris dua korban meninggal dunia yakni Siti Habibah dan anaknya Adisha Raiqa Shafiya.
Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Viral Nasabah Bank Swasta Keluhkan Tarik Tunai Dibatasi Rp2 Juta per Hari: Transfer hingga QRis Gak Bisa Semua

Melalui unggahannya di Threads, netizen tersebut mengungkapkan kekecewaannya lantaran transaksi tarik tunai dari rekening miliknya dibatasi sepihak oleh bank.
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi

Prof. Endang Warsiki, Guru Besar IPB University, meninggal dunia pada 2 November 2026. Simak profil, pendidikan, perjalanan hidup, dan kontribusinya di bidang agroindustri.
Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

Viral Video Herri Pras Digeruduk Kelompok Bela Diri Usai Tantang 'Fight Sampai Mati'

YouTuber Herri Pras digeruduk dan ditendang oleh sekelompok orang dari komunitas bela diri di kediamannya usai menyebarkan konten viral tantangan bertarung.
Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Siapa Herri Pras? YouTuber Asal Jember yang Digeruduk Sekelompok Pria usai Tantang Duel sampai Mati

Nama YouTuber Herri Pras tengah menjadi sorotan setelah sebuah video memperlihatkan dirinya didatangi sekelompok pria bela diri. Ini profilnya.
Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Viral Nakes RSUD Mampang Prapatan Disebut Tak Sigap Tangani Pasien di IGD: Pasien Kritis tapi Santai Banget, Tutup Aja Lah

Seorang netizen meluapkan kekecewaannya terhadap lambatnya respons para nakes di RSUD Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, saat menangani pasien gawat darurat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT