7 Fakta Perseteruan Ayah Farel Prayoga dan Manajer Rais Terbaru, Komnas PA Ikut Mendampingi
- Kolase tvOnenews.com / Instagram @rais_simptson / TikTok @fareluniverse
“Sehari kamu bisa Rp300 ribu sampai Rp1 juta… tapi bagi saya enggak masalah dan ayahnya tahu banget bagaimana saya memperlakukan Farel,” kata Rais.
Ia juga mengaku memilihkan sekolah yang baik untuk Farel serta menerapkan aturan ketat demi masa depan sang anak.
5. Farel Akui Tertekan: ‘Bukan Umurku Mengurus Masalah Ini’
Di tengah konflik yang memanas, Farel akhirnya buka suara. Ia mengaku prihatin dan merasa seharusnya tidak berada dalam situasi seberat ini di usianya yang masih belia.
“Karena masalah ini juga seharusnya aku tidak ada di sini. Maksudnya, bukan di umurkulah aku mengurus masalah seperti ini,” ujar Farel.
Pengakuan ini menuai simpati publik dan memperkuat sorotan soal tekanan mental yang dialami anak di industri hiburan.
6. Farel Ngaku Capek dan Minta Konflik Disudahi
Dalam video di kanal YouTube pribadinya pada 2 Januari 2026, Farel secara terbuka mengaku lelah dengan konflik antara ayah dan manajernya. Ia meminta agar persoalan tersebut segera diselesaikan secara baik-baik.
“Capek sebenarnya… Semoga kita bisa saling mengerti, saling memahami, ya saling respect juga,” ungkap Farel.
Ia menegaskan ingin fokus menata kariernya dan tidak terus-menerus terjebak dalam konflik keluarga.
7. Komnas PA Turun Tangan dan Ikut Mendampingi
Konflik ini akhirnya mendapat perhatian serius dari Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Dalam wawancara bersama media, Farel didampingi Wakil Ketua Komnas PA DKI Jakarta, Hagistio Pradika, S.Pd.
Kehadiran Komnas PA menandai bahwa kasus ini tak lagi sekadar urusan internal keluarga, melainkan juga menyangkut perlindungan hak anak dan transparansi dalam pengelolaan karier anak di industri hiburan.
Perseteruan antara ayah Farel Prayoga dan manajer Muhammad Rais masih terus menjadi perhatian publik.
Di balik konflik soal uang dan tanggung jawab, suara Farel sebagai anak justru menjadi sorotan utama.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan, transparansi, dan pendampingan yang tepat bagi anak-anak yang berkarier di dunia hiburan, agar prestasi tidak berubah menjadi beban di usia yang seharusnya diisi dengan pertumbuhan dan pendidikan.
Load more