News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Doktif Tegaskan Siap Bongkar Dugaan Taktik Richard Lee Hindari Jerat Hukum di Persidangan

Dokter Detektif (Doktif) menyatakan siap membongkar dugaan taktik Richard Lee dalam persidangan. Ia menilai ada upaya untuk menghindari jerat hukum.
Kamis, 8 Januari 2026 - 18:38 WIB
Kolase Doktif dan Richard Lee
Sumber :
  • YouTube/tasyafarasya/richardlee

tvOnenews.com - Perseteruan antara dokter Richard Lee dan Dokter Detektif (Doktif) alias Samira Farahnaz semakin memanas.

Setelah Richard Lee resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Metro Jaya dalam kasus dugaan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Konsumen, kini Doktif menegaskan dirinya siap membongkar seluruh dugaan taktik yang digunakan Richard Lee untuk menghindari jerat hukum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kasus yang melibatkan dua figur publik di dunia kecantikan ini bermula dari laporan Doktif pada Desember 2024, dengan nomor registrasi LP/B/7317/XII/2024/SPKT Polda Metro Jaya.

Dalam laporannya, Doktif menuding Richard Lee menjual produk kecantikan yang tidak sesuai dengan label kandungan, serta melakukan praktik yang melanggar etika profesi di kliniknya.

Setelah melalui proses panjang, penyidik akhirnya menetapkan Richard Lee sebagai tersangka pada 15 Desember 2025.

Dalam pernyataannya yang diunggah di kanal YouTube Intens Investigasi, Doktif menyebut bahwa dirinya sudah siap mengungkap seluruh strategi yang diduga akan digunakan Richard Lee untuk menghindari proses hukum.

Ia bahkan menilai bahwa ada kemungkinan Richard Lee mencoba memanfaatkan celah hukum tertentu agar tidak ditahan.

Dokter kecantikan Richard Lee usai jalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka
Dokter kecantikan Richard Lee usai jalani pemeriksaan pertama sebagai tersangka
Sumber :
  • Foe Peace/VIVA

“Jadi taktiknya ini ya, yang pertama kemungkinan besar dia tidak akan melakukan praperadilan. Kenapa? Karena praperadilan itu berarti melawan penyidik. Saat ini dia benar-benar membutuhkan belas kasih dari penyidik. Jadi kemungkinan besar dia tidak akan melakukan prapid,” ujar Doktif.

Lebih lanjut, ia menilai Richard Lee juga tidak akan berupaya meminta gelar perkara khusus di Mabes Polri, karena kasusnya sudah menjadi perhatian luas publik dan dianggap “terang benderang.”

“Yang kedua, dia pun kemungkinan kecil sekali untuk melakukan gelar perkara khusus di Mabes. Kenapa? Karena Mabes pun sudah tahu banget kasusnya. Ini sudah terpantau di seluruh Indonesia bahwa memang jelas banget ya, terang benderang ini bentuk penipuan. Jadi Mabes pun enggak mau nge-backup. Enggak ada backup-backupan di Mabes. Lanjut case,” kata Doktif tegas.

Doktif juga menyebut, berdasarkan informasi yang ia dengar, Richard Lee diduga akan mencoba melakukan pendekatan ke pihak kejaksaan sebagai upaya untuk meringankan posisinya di persidangan nanti.

“Salah satu trik yang akan digunakan, dugaannya ya dari malaikat kecilnya Doktif, dia akan melakukan melobi kejaksaan,” lanjutnya.

Pernyataan ini sontak menarik perhatian publik, sebab Doktif terkesan yakin bahwa ada strategi hukum yang tengah disiapkan pihak Richard Lee.

Ia berjanji akan membuka seluruh bukti dan fakta di hadapan majelis hakim nanti.

Sementara itu, pihak kepolisian memastikan bahwa proses penyidikan terhadap Richard Lee masih berjalan.

Meski telah berstatus tersangka, pihak Polda Metro Jaya belum melakukan penahanan terhadapnya.

Kepala Subbid Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Reonald Simanjuntak, menyebut bahwa keputusan untuk tidak menahan Richard Lee didasari oleh pertimbangan penyidik yang menilai sang dokter bersikap kooperatif selama pemeriksaan.

“Jadi kalau rekan-rekan menanyakan apakah sudah dilakukan penahanan, maka belum dilakukan penahanan terhadap yang bersangkutan,” ujar Reonald kepada wartawan.

Ia menjelaskan bahwa penyidik masih mempertimbangkan sejumlah faktor subjektif dalam menentukan perlu atau tidaknya penahanan.

Salah satu alasan utama adalah karena Richard Lee sejauh ini menunjukkan kerja sama yang baik selama proses penyidikan.

“Karena dari penyidik hingga pada saat ini masih kooperatif, dan kapan pun diminta kehadirannya oleh penyidik, yang bersangkutan masih bersedia untuk hadir,” jelasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, keputusan tersebut menuai kritik dari Doktif, yang menilai bahwa seharusnya penahanan sudah bisa dilakukan mengingat besarnya dugaan kerugian masyarakat akibat praktik di klinik kecantikan Richard Lee.

Doktif menyebut dirinya siap hadir di persidangan dengan membawa bukti lengkap serta saksi ahli yang akan memperkuat laporannya terhadap Richard Lee. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramalan Asmara Weton 27 April 2026: 5 Weton Ini Diramal Bertemu Jodoh atau Makin Lengket dengan Pasangannya

Ramalan Asmara Weton 27 April 2026: 5 Weton Ini Diramal Bertemu Jodoh atau Makin Lengket dengan Pasangannya

Terdapat lima weton yang diramal akan mengalami momen manis, mulai dari pernyataan cinta hingga kembalinya keharmonisan yang sempat pudar pada 27 April 2026.
Ramalan Karier Weton 27 April 2026: 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan hingga Mendapat Proyek Emas

Ramalan Karier Weton 27 April 2026: 5 Weton Ini Diramal Naik Jabatan hingga Mendapat Proyek Emas

Berdasarkan perhitungan, berikut lima weton yang diprediksi akan mengalami lonjakan karier luar biasa pada 27 April 2026.
5 Weton Ini Diprediksi akan Kurang Beruntung pada 27 April 2026: Hindari Risiko Besar dan Tetaplah Mawas Diri

5 Weton Ini Diprediksi akan Kurang Beruntung pada 27 April 2026: Hindari Risiko Besar dan Tetaplah Mawas Diri

Tanggal 27 April 2026, yang jatuh pada Senin Pon, memiliki getaran energi yang cukup tajam dan sedikit "panas" bagi beberapa neptu tertentu.
Mengejutkan, Pemkot Mataram Akui Hampir Keseluruhan SPPG Tak Miliki Standar IPAL

Mengejutkan, Pemkot Mataram Akui Hampir Keseluruhan SPPG Tak Miliki Standar IPAL

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara mengejutkan mengungkap hampir keseluruhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tak memilki standar instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
3 Fakta Penganiayaan Massal di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Tangan dan Kaki Anak Diikat hingga Idap Gangguan Paru-paru

3 Fakta Penganiayaan Massal di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Tangan dan Kaki Anak Diikat hingga Idap Gangguan Paru-paru

Berikut fakta-fakta yang terjadi dalam kasus penganiayaan anak secara massal di daycare Little Aresha, Umbulharjo, Yogyakarta yang juga viral di media sosial.
Bukan Red Sparks, Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung Justru Pantau Langsung 'Level' Megawati Hangestri di Grand Prologa 2026

Bukan Red Sparks, Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung Justru Pantau Langsung 'Level' Megawati Hangestri di Grand Prologa 2026

Kehadiran Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung di arena pertandingan menjadi sinyal kuat bahwa Hyundai Hillstate serius mempertimbangkan Megawati Hangestri 

Trending

Red Sparks atau Hyundai Hillstate? Megawati Hangestri: Mungkin Aku Gak akan Bilang ke Publik!

Red Sparks atau Hyundai Hillstate? Megawati Hangestri: Mungkin Aku Gak akan Bilang ke Publik!

Dua klub besar, Hyundai Hillstate dan Daejeon JungKwanJang Red Sparks, disebut-sebut tengah memantau kondisi Megawati Hangestri. Spekulasi masa depan Megatron
Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Jagat olahraga kembali diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri di voli hingga isu sepak bola.
Khawatir Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Thailand Akui Skuad Garuda Tim Terkuat di Pot 4 Piala Asia 2027

Khawatir Lawan Timnas Indonesia, Pelatih Thailand Akui Skuad Garuda Tim Terkuat di Pot 4 Piala Asia 2027

Timnas Indonesia kembali mendapatkan pengakuan internasional yang cukup mencengangkan. Jelang pengundian grup Piala Asia 2027, pelatih Timnas Thailand Anthony -
Jay Idzes jadi 'Beban' Keuangan Sassuolo Rugi 38,7 Juta Euro di 2025, Tapi Investasi ke Kapten Timnas Indonesia Itu Manjur di Serie A

Jay Idzes jadi 'Beban' Keuangan Sassuolo Rugi 38,7 Juta Euro di 2025, Tapi Investasi ke Kapten Timnas Indonesia Itu Manjur di Serie A

Keberanian klub Serie A Sassuolo dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes membuat keuangan klub
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.
Bukan Red Sparks, Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung Justru Pantau Langsung 'Level' Megawati Hangestri di Grand Prologa 2026

Bukan Red Sparks, Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung Justru Pantau Langsung 'Level' Megawati Hangestri di Grand Prologa 2026

Kehadiran Pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung di arena pertandingan menjadi sinyal kuat bahwa Hyundai Hillstate serius mempertimbangkan Megawati Hangestri 
Update Klasemen MotoGP 2026 Usai Marc Marquez Finis Terdepan di Sprint Race GP Spanyol: The Baby Alien Mulai Tebar Ancaman

Update Klasemen MotoGP 2026 Usai Marc Marquez Finis Terdepan di Sprint Race GP Spanyol: The Baby Alien Mulai Tebar Ancaman

Marc Marquez naik ke peringkat empat di klasemen sementara MotoGP 2026 usai menang di sprint race GP Spanyol.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT