Tutup Menu
LIVESTREAM
Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim
Sulawesi Lainnya
Artikel
Ilustrasi Anak Bermain Online Game
Sumber :
  • ANTARA

"Online Game", Baik atau Buruk?

Sabtu, 14 Mei 2022 - 16:19 WIB

Jakarta - Psikolog klinis Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, Nanda Rossalia, M.Psi berpendapat setidaknya ada sejumlah hal yang bisa didapat seorang remaja dari bermain online game, salah satunya dalam hal kompetensi.

"Alasan remaja bermain game untuk menunjukkan kompetensi mereka. Balik lagi ke identitas. Menangin permainan, saya tangguh dan kompeten. Berbeda dengan di dunia nyata, nilai saya jelek. Sesuai karakteristik remaja, dia mau untuk building karena ini nanti berguna untuk confident-nya," ujar dia dalam webinar Remaja dan Gawai yang diselenggarakan Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB), Sabtu (14/5/2022).

Hal lain yang bisa didapat saat bermain online game yakni dalam hal otonomi yakni suatu hal yang amat dibutuhkan bahkan diimpikan oleh seorang remaja dan ini belum tentu dia peroleh di dunia nyata.

Menurut Nanda, bermain online game memberi kesempatan dan kebebasan pada remaja untuk memilih serta mengambil keputusan atau langkah yang harus diambil. Di sisi lain, online game juga mampu mengisi kebutuhan untuk berinteraksi, terkoneksi dan mendapat perhatian orang lain yang ini mungkin tidak didapatkan remaja di dunia nyata.

Pada akhirnya, karena setidaknya tiga kebutuhan dasar sudah mereka dapatkan, maka ini kemudian membuat mereka nyaman dan terlarut di dalamnya. Sementara di dunia nyata, para remaja justru merasa tak mendapatkannya.

"Karena online game mampu memberikan kebutuhan dasar, sehingga tidak heran kalau remaja larut. 'Di sinilah saya diterima. Inilah kompetensi saya'. (online game) ini bisa memberikan rasa nyaman dan teman," tutur Nanda.

Lantas, apakah setiap gamer pasti berakhir dengan kencanduan? Nanda mengatakan, hal ini terkait dengan faktor kerentanan. Ada orang yang memang rentan sehingga akan bisa menjadi kecanduan. Biasanya mereka ini yang memiliki rasa percaya diri dan rasa diri mampu yang rendah dalam mengontrol tindakannya.

Sebenarnya, untuk keperluan diagnosis, ada sebuah kuesioner perilaku kecanduan bermain game yang disusun berdasarkan lima faktor antara lain preokupasi, mood, toleransi, konflik dan pembatasan waktu. Beberapa pertanyannya misalnya, "Apakah Anda pernah mengabaikan kebutuhan dasar seperti makan dan tidur karena online game" atau "Apakah Anda pernah gagal mencoba membatasi waktu bermain online game?".

"Tidak pasti kita melihat setiap gamer itu kecanduan. Kita memiliki suatu tools dan memberikan asesmen untuk mengatakan anak ini kecanduan," kata Nanda.

Lalu apa yang bisa orang tua atau anggota keluarga lakukan pada remaja yang ternyata sudah kecanduan online game? Nanda menyarankan dibuatnya suatu program untuk bisa dilakukan bersama misalnya di dalam level sekolah. Kegiatan yang konsisten misalnya berolahraga bersama atau menstimulasi siswa untuk mengembangkan hobi baru.

Selain itu, orang tua bisa memberikan edukasi apa yang terjadi bila bermain online game berlebihan. Nanda menyoroti pentingnya pembahasaan di sini yang perlu dibedakan dari biasanya.

"Pembahasaan kita dalam melakukan promotive behaviour itu harus berbeda dari biasanya. Jadi tidak lagi konvensional. Misalnya menggunakan film, animasi. Penyampaiannya melalui komunikasi. Orang tua secara aktif dan pasif memonitor kegiatan anak saat bermain online game. Ini meningkatkan keterlibatan orang tua," demikian saran Nanda.(ant/put)

 

Berita Terkait :
Topik Terkait
Saksikan Juga
Jangan Lewatkan
Jadi Korban Bullying, Lidah Disundut Rokok dan Ditempeli Obeng Panas. Ternyata ini Pemicunya

Jadi Korban Bullying, Lidah Disundut Rokok dan Ditempeli Obeng Panas. Ternyata ini Pemicunya

Viral di sosial media sebuah video perundungan alias bullying yang menimpa seorang anak remaja berinisial J (16). Dalam video tersebut, korban tak hanya dirundung secara verbal tapi juga mengalami kekerasan.
Korut Klaim

Korut Klaim "Berhasil" Perangi Covid-19

Korea Utara mengatakan pada Jumat (19/5) bahwa pihaknya mencapai "hasil bagus" dalam memerangi wabah COVID-19 yang pertama dialami negara tersebut.
Amerika Serikat dan Eropa Dijangkiti Virus Cacar Monyet

Amerika Serikat dan Eropa Dijangkiti Virus Cacar Monyet

Virus cacar monyet kini telah memasuki Amerika Serikat dan Eropa.
Transisi Menuju Endemi, Pelaku Seni di Boyolali Banjir Order Pertunjukan

Transisi Menuju Endemi, Pelaku Seni di Boyolali Banjir Order Pertunjukan

Sejak adanya pelonggaran PPKM hingga masa transisi dari pademi menuju endemi, pelaku seni di Boyolali, Jawa Tengah mulai kebanjiran order  pertunjukan.
Kesaksian M Kace di Depan Hakim, Ngaku Dibogem, Ditendang, Wajah Ditaplok Tinja oleh Napoleon

Kesaksian M Kace di Depan Hakim, Ngaku Dibogem, Ditendang, Wajah Ditaplok Tinja oleh Napoleon

Adapun M Kace hadir sebagai saksi kasus kekerasan dengan terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte. Kace mengaku bahwa wajahnya dilumuri tinja oleh Irjen Napoleon.
Diimingi Uang Rp 10 Ribu, Korban Pedofil di Ciamis Kabur Naik ke Atap Penginapan

Diimingi Uang Rp 10 Ribu, Korban Pedofil di Ciamis Kabur Naik ke Atap Penginapan

Dua anak laki-laki yang baru berusia 14 tahun, warga Cikoneng, Ciamis, Jawa Barat, nyaris menjadi korban penyimpangan seksual pedofil oleh Zulkarnaen alias Ijul, warga Sukajadi, Sadananya, Ciamis, Jawa Barat.
Trending
Warga Kabupaten Cirebon Ciptakan Alat Konverter Air Jadi BBM Sepeda Motor

Warga Kabupaten Cirebon Ciptakan Alat Konverter Air Jadi BBM Sepeda Motor

Aryanto Misel warga Desa Lemahabang Wetan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menciptakan alat bernama "Nikuba" konverter air dijadikan bahan bakar untuk sepeda motor, di mana satu liter air bisa menempuh jarak ratusan kilometer.
Denny Siregar Ungkap Alasan Ogah Panggil UAS dengan Sebutan Ustadz, Maunya Panggil Somad

Denny Siregar Ungkap Alasan Ogah Panggil UAS dengan Sebutan Ustadz, Maunya Panggil Somad

Pegiat media sosial Denny Siregar tampaknya masih belum berhenti untuk membicarakan Ustaz Abdul Somad atau akrab disapa UAS yang dideportasi dari Singapura beberapa hari lalu.
Menpora Apresiasi Permainan Timnas pada Laga Semifinal SEA Games Melawan Thailand

Menpora Apresiasi Permainan Timnas pada Laga Semifinal SEA Games Melawan Thailand

Meski menelan kekalahan pada laga semifinal SEA Games 2021 dari Thailand, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengapresisasi Tim Nasional U-23 Indonesia.
Ketua Umum PSSI Pastikan Posisi Shin Tae-yong Sebagai Pelatih Timnas Aman

Ketua Umum PSSI Pastikan Posisi Shin Tae-yong Sebagai Pelatih Timnas Aman

Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan memastikan posisi Shin Tae-yong sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia tetap aman meski gagal membawa Garuda Muda meraih emas.
Mulai Kebiasaan Bangun Pagi dan Rasakan 5 Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh

Mulai Kebiasaan Bangun Pagi dan Rasakan 5 Manfaatnya Bagi Kesehatan Tubuh

Buat sebagian orang untuk bisa bangun pagi adalah hal yang sulit, padahal bangun tidur di pagi hari memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental.
Ucapan Soeharto ke Tutut 2 Hari Sebelum Meninggal: Bapak Ingin Nyusul Ibumu, Kamu Harus Ikhlas

Ucapan Soeharto ke Tutut 2 Hari Sebelum Meninggal: Bapak Ingin Nyusul Ibumu, Kamu Harus Ikhlas

Soeharto 'menyusul' Siti Hartinah atau Tien Soeharto yang lebih dulu tutup usia yakni pada 28 April 1996.
Selamat dari Degradasi, Lampard Puji Dukungan Fans Everton pada Laga Melawan Palace

Selamat dari Degradasi, Lampard Puji Dukungan Fans Everton pada Laga Melawan Palace

Everton berhasil membalikan keadaan dan menang dengan skor 3-2 atas Palace membuat mereka selamat dari degradasi dan tetap bermain di Liga Inggris musim depan.
Selengkapnya
Viral
Jadwal Hari Ini
Jam
Jadwal Acara
AB Shop
10:30 - 11:00
Sidik Jari
11:00 - 13:00
Kabar Siang
13:00 - 13:30
Jendela Islam
13:30 - 14:00
Khazanah Islam
14:00 - 14:30
Manusia Nusantara
Selengkapnya