Mengenal Istilah Child Grooming yang Dikabarkan pernah Dialami Artis Aurelie Moeremans
- dok.kolase tvonenews.com/Instagram Aurelie
Jakarta, tvOnenews.com- Artis Aurelie Moeremans tengah viral dan trending di media sosial. Dikarenakan karya bukunya berjudul Memoar Broken Strings yang sukses mencuri perhatian.
- Instagram/aurelie
Merangkum dari medsos, buku karya Aurelie Moeremans ini menyentuh hati banyak pembaca karena menyingkap kisah masa lalunya yang penuh luka dan perjuangan.
Dalam memoir diceritakan, Aurelie menceritakan bagaimana dirinya pernah mengalami bullying, eksploitasi, hingga kekerasan sampai muncul istilah child grooming dalam hubungan yang tidak sehat saat usia remaja.
Hal yang paling tersorot dalam buku Aurelie oleh publik adalah kisahnya dengan seorang pria bernama “Bobby” (nama samaran), yang disebut menjalin hubungan dengannya ketika Aurelie masih berusia 15 tahun.
- dok.kolase tvonenews.com/Instagram Aurelie
Lalu banyak yang menduga-duga inisial tersebut adalah artis atau aktor Roby Tremonti. Dugaan pun menguat, ketika Roby muncul ke hadapan publik dan menjelaskan kisahnya di masa lalu sama Aurelie.
Roby menyebut alasan Aurelie menulis buku soal kisah kehidupan masa lalunya untuk meningkatkan kredibilitas.
Lebih lanjut, Roby juga mengatakan bahwa buku tersebut dibuat Aurelie adalah sebagai alasan dirinya yang menolak berstatus sebagai janda.
- Kolase tvOnenews
“Saya tahu jawabannya, tapi kalau saya sebutkan bisa sangat ofensif. Intinya, mungkin soal harga diri, kehormatan, dan kredibilitas,” kata Roby kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Penjelasan Istilah Child Grooming
Apabila ditarik dari kisah buku ditulis oleh artis Indonesia, Aurelie yang viral di media sosial ada istilah grooming atau child grooming jadi perhatian publik.
Istilah tersebut, dikatakan banyak netizen disebut dalam buku yang ditulis Aurelie. Diceritakan pengalaman saat kecilnya pernah mengalami child grooming.
Berdasarkan hasil penulusuran Tim tvOnenews.com pada Rabu (14/1), melansir dari laman schools.vic.gov dijelaskan grooming seperti demikian.
Maksud kata 'grooming' bermakna seseorang telah menyiapkan strategi untuk atur anak (korban) dalam waktu tertentu bisa melakukan pelecehan seksual.
Dijelaskan kalau si pelaku (Predator) sengaja membangun jalinan hubungan, seperti asmara, teman baik atau selayaknya orang tua. Lalu, si Predator menjalin langsung kedekatan secara emosional.
Kemudian, istilah child grooming itu diuraikan sebagai contohnya, si Pelaku mampu mengendalikan korban secara jauh. Seperti bisa mengandalkan ponsel, media sosial, dan internet untuk berinteraksi dengan anak-anak.
Hal itu dilakukannya dengan cara yang tidak pantas, dan sering kali meminta anak untuk merahasiakan hubungan mereka.
"Proses pelecehan seksual dapat berlangsung selama berbulan-bulan sebelum pelaku mengatur pertemuan langsung," keterangan dalam website.
Sementara dari laman childsafety.gov.au istilah 'grooming' disebut pada perilaku yang disengaja untuk memanipulasi dan mengendalikan anak, serta keluarga, kerabat, dan pengasuhnya, jaringan pendukung lainnya untuk melakukan pelecehan seksual anak.
"Jadi grooming dapat terjadi secara online (daring) atau tatap muka. Grooming anak daring merupakan proses membangun dan menjalin hubungan dengan anak atau remaja secara daring, seperti telepon, media sosial, permainan, aplikasi obrolan dan pesan," keterangan dalam website.(klw)
Load more