Roby Tremonti Diduga Gunakan Buzzer untuk Serang Aurelie Moeremans, Imbalannya Hanya Exposure
- YouTube/TransTVOfficial
tvOnenews.com - Nama Roby Tremonti kembali menjadi sorotan tajam publik setelah munculnya dugaan bahwa ia menggunakan jasa buzzer untuk menyerang Aurelie Moeremans di media sosial.
Tuduhan ini muncul di tengah ramainya perbincangan seputar buku digital memoar karya Aurelie berjudul Broken Strings, yang mengisahkan pengalaman pahitnya saat menjadi korban kekerasan seksual di usia anak.
Dalam buku tersebut, Aurelie menyamarkan pelaku dengan nama “Bobby,” seorang pria dewasa yang menjalin hubungan dengannya ketika ia baru berusia 15 tahun.
Namun, publik menilai sosok tersebut memiliki kemiripan dengan Roby Tremonti.
Meski Aurelie tidak menyebut nama secara langsung, Roby merasa tersindir dan langsung memberikan klarifikasi melalui sejumlah wawancara.
“Di buku itu disebutkan tokoh Bobby memaksa Aurelie menikah, dan jejak digital di internet mencatat bahwa saya pernah menikah dengannya. Jadi wajar kalau saya merasa tersindir,” ujar Roby dalam wawancara dengan wartawan, dikutip dari kanal YouTube CumiCumi.
- Instagram/robytremonti
Ia pun menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan grooming maupun tindakan pelecehan seperti yang diungkap Aurelie.
Roby bahkan mengklaim memiliki bukti berupa video wawancara lama yang menunjukkan bahwa Aurelie sudah memiliki pengalaman berciuman sejak berusia 13 tahun di Belgia, sebelum mengenal dirinya.
"Saya menolak disebut pelaku grooming atau pedofilia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Roby membantah tuduhan tentang pernikahan paksa dan ancaman penyebaran foto asusila.
Ia menilai tuduhan itu tidak logis dan menantang siapa pun untuk menunjukkan bukti keberadaan foto yang dimaksud.
"Kalau memang saya sejahat itu, foto-foto itu pasti sudah tersebar. Tapi sampai sekarang, tidak ada foto semacam itu di jagat maya,” kata Roby.
Ia juga mempertanyakan mengapa Aurelie tidak menempuh jalur hukum jika memang benar menjadi korban tindak pidana.
“Kalau memang ada pemerkosaan atau penculikan, harusnya dilapor ke pihak berwajib. Kenapa malah dibicarakan di media sosial?” ujarnya lagi.
Namun, di tengah klarifikasi tersebut, muncul isu baru yang membuat publik semakin geram.
Di platform Threads, beredar sejumlah tangkapan layar dari akun-akun yang mengaku mendapat tawaran dari Roby Tremonti untuk menjadi buzzer guna menyerang Aurelie Moeremans secara daring.
Parahnya, bayaran yang ditawarkan disebut bukan berupa uang, melainkan exposure saja.
- Threads
Salah satu akun bernama @_hanandaaaaa menulis, “Kak @aurelie, si Roby mau pakai jasa saya tapi gak punya uang, mau tuker exposure katanya. Brief-nya udah dikasih, yang mau dinaikin buat nyerang kamu dan buktinya. Jadi jangan kaget kalau hari ini banyak yang upload.”
Aurelie Moeremans sendiri menanggapi unggahan itu dengan santai dan menyelipkan emotikon tertawa.
“Nyewa buzzer tapi take & give?” tulis Aurelie di kolom balasan.
Akun tersebut kemudian membalas, “Udah ku-SS, dikasih harga 450 ribu aja bilang mahal, malah nyuruh upload di semua platform. Tapi gak akan ku jalanin juga sih.”
Percakapan ini dengan cepat viral di berbagai media sosial dan menuai gelombang komentar dari warganet.
Banyak yang mengecam tindakan Roby yang dianggap semakin memperburuk citranya sendiri di tengah kontroversi Broken Strings.
Sejumlah netizen bahkan melontarkan sindiran pedas.
“Mending duitnya buat ngopi di penjara, Bob,” tulis salah satu akun dengan nada mengejek.
Sementara yang lain menulis, “Sampai yang punya jasa buzzer aja nggak sudi, kebangetan banget.”
Isu dugaan penggunaan buzzer ini menambah panjang daftar kontroversi Roby Tremonti sejak Aurelie Moeremans mempublikasikan bukunya.
Dalam Broken Strings, Aurelie mengisahkan bagaimana ia menjadi korban hubungan yang tidak sehat, penuh tekanan mental, serta manipulasi di masa remajanya.
Ia mengaku menulis buku tersebut sebagai bentuk pemulihan diri dan peringatan bagi remaja lain agar tidak mengalami hal serupa.
Meski Roby telah berulang kali membantah tuduhan yang ditujukan kepadanya, opini publik tampaknya tetap tidak berpihak padanya. (adk)
Load more