Air Susu Dibalas Air Tuba, Adik Emilia Contessa Sakit Hati Rumahnya Didatangi Polisi Atas Laporan Adik Denada
- YouTube/denadaindonesia
tvOnenews.com - Kasus dugaan penelantaran anak yang menyeret nama penyanyi Denada Tambunan kembali memanas.
Bukan hanya soal status anak dan harta warisan, tetapi kini muncul fakta baru yang membuat hubungan keluarga mendiang Emilia Contessa kian renggang.
Adik Emilia, Dino Rossano Hansa, dan istrinya, yang selama ini merawat Ressa, diduga anak kandung Denada mengaku sakit hati setelah rumah mereka didatangi polisi atas laporan dari adik Denada sendiri.
Perselisihan yang awalnya dianggap sederhana, ternyata berawal dari masalah kredit mobil yang kini berbuntut panjang hingga ranah hukum.
Kuasa hukum keluarga, Ronald Armada, menjelaskan bahwa pengakuan Denada yang menyebut dirinya membelikan mobil untuk anak tersebut tidak benar.
Menurut Ronald, mobil itu justru dibeli menggunakan uang dari orang tua angkat Ressa, yakni Dino Rossano dan istrinya.
Kemudian, Ressa mencicil kendaraan itu sendiri agar bisa digunakan bekerja, bahkan termasuk untuk menjadi sopir bagi mendiang Emilia Contessa.

- Tangkapan layar
“Sekarang saya tanya, gimana konsep pembelian mobilnya? Wong dia disuruh bayar sendiri kok cicilannya,” kata Ronald dalam telekonferensi yang diunggah kanal YouTube Intens Investigasi.
Lebih lanjut, Ronald mengungkap bahwa masalah makin pelik setelah diketahui mobil tersebut ternyata atas nama adik Denada.
Karena Ressa mengalami keterlambatan membayar cicilan, adik Denada yang bernama Muhammad disebut langsung mengirim somasi dan melaporkan keluarga yang mengasuh Ressa ke polisi.
“Dan mobil itu bukan atas nama Ressa, tapi atas nama adiknya Denada. Karena keterlambatan membayar cicilan, adiknya itu kemudian mensomasi bahkan mendatangkan polisi ke rumah mamanya yang sekarang ini mengasuh. Itu cikal bakal saya maju gugatan yang bikin saya marah,” ungkap Ronald.
Kejadian itu membuat keluarga besar Dino Rossano syok.
Sang istri bahkan disebut menangis dan nyaris pingsan karena tak menyangka rumahnya didatangi aparat.
Padahal, mobil itu dibeli dan digunakan untuk kebutuhan anak Denada, bukan untuk kepentingan pribadi.

- Kolase Istimewa & Instagram/@@senator_emiliacontessa
“Suatu ketika mertua saya di Banyuwangi ditelepon sambil menangis. Dia bilang ‘Le, mama didatangi polisi. Dilaporkan katanya mau menggelapkan mobil’. Kaget saya. Ternyata yang melaporkan itu adiknya Denada, namanya Muhammad. Bahkan mertua saya juga dapat somasi dari pengacaranya. Padahal DP mobil itu dari paman dan tantenya, bukan dari Denada,” jelas Ronald.
Ia menegaskan bahwa tindakan pelaporan itu sangat menyakiti perasaan keluarganya yang selama ini justru berkorban untuk membesarkan dan mengurus Ressa sejak kecil.
Ronald menilai bahwa langkah tersebut tidak hanya tidak etis, tetapi juga menunjukkan sikap tak tahu terima kasih.
“Saya ingin mengajarkan adab kepada seseorang yang hutang budi, bagaimana seharusnya dia berpikir dan bertindak,” ujarnya.
Ronald juga membeberkan bahwa pihaknya sudah berusaha menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.
Namun, komunikasi baik yang coba dilakukan justru dibalas dengan tantangan.
“Sudah komunikasi baik sama adiknya Denada, tapi beliau malah menantang. Mertua saya bilang ‘daripada nanti viral, malu semua’, tapi adiknya malah bilang ‘ya sudah viralkan saja’. Karena itu akhirnya saya ajukan gugatan,” ungkap Ronald.
Menurut Ronald, laporan polisi terhadap mertua dan keluarga pengasuh Ressa terjadi hanya sebulan sebelum gugatan hukum diajukan.
Ia pun menegaskan bahwa langkah mereka bukan demi keuntungan materi, tetapi karena rasa sakit hati dan keinginan untuk mendapatkan keadilan.
“Kalau orang bilang gugatan ini untuk kepentingan materiil, salah besar. Saya hanya ingin menunjukkan bahwa orang yang berhutang budi harus tahu bagaimana bersikap,” kata Ronald dengan tegas.
Kini, konflik antara keluarga Denada dan keluarga besar Emilia Contessa kian meruncing.
Gugatan yang diajukan oleh pihak keluarga pengasuh Ressa bukan hanya tentang status anak, tetapi juga menyangkut harga diri. (adk)
Load more