Akui Ressa Pernah Bekerja Jadi Sopir Emilia Contessa, Denada Sebut itu Bagian dari Didikan
- Kolase tvOnenews.com / YouTube MNCTVRumahnyaDangdut / CURHAT BANG Denny Sumargo
Menurut Iqbal, keluarga Denada memiliki hubungan erat dengan Ressa bahkan sejak masa kecilnya.

- Kolase YouTube/CURHAT BANG Denny Sumargo - Instagram/denadaindonesia
“Mulai kecil, baik Mbak Denada maupun almarhum Bu Emilia Contessa,” tambahnya.
Namun, dari pihak Ressa sendiri, muncul pernyataan berbeda.
Ressa mengaku bahwa dirinya selama ini berjuang sendiri, bahkan sempat bekerja sebagai sopir pribadi Emilia Contessa dan akhirnya putus kuliah karena kekurangan biaya.
Menanggapi hal ini, Iqbal menegaskan bahwa pekerjaan Ressa sebagai sopir bukan bentuk penelantaran, melainkan bagian dari pendidikan karakter yang diberikan keluarga kepada Ressa.
“Jadi begini, kalau dulu almarhum Bu Emilia menjadikan Ressa sopir, kita ambil segi positif ya. Itu pendidikan untuk anak supaya anak ini tidak manja, gaji Rp2,5 juta di Banyuwangi besar itu," ujar Iqbal.
Ia menambahkan, niat Emilia Contessa kala itu adalah untuk membentuk karakter Ressa agar lebih mandiri dan memahami nilai kerja keras.
“Orang tua ini ngasih pendidikan kayak gitu ke anak ya apa salahnya. Bahkan kalau orang-orang Tionghoa pendidikannya lebih keras lagi, supaya anak ini jadi anak yang benar-benar bisa dibanggakan. Bukan mengambil segi negatif 'kok tega jadi sopir?' waduh salah kaprah itu," lanjutnya.
Setelah mediasi gagal mencapai kesepakatan, kini perkara antara Denada dan Ressa akan berlanjut ke tahap pokok perkara di pengadilan.
Dari pihak Ressa, kuasa hukumnya menantang Denada untuk membuktikan klaim bahwa kliennya telah memberikan nafkah, fasilitas, serta perhatian sebagaimana disampaikan ke publik.
“Kita buktikan di pengadilan,"ujar kuasa hukum Ressa, Ronald Armada.
Publik pun kini menantikan bagaimana pengadilan akan menilai hubungan kompleks antara Denada, Ressa, dan tanggung jawab keluarga besar Emilia Contessa yang ikut terseret dalam kasus ini. (adk)
Load more