Ubedilah Badrun: Mahasiswa Jangan Hanya Jadi Objek Sosialisasi Kebijakan Pemerintah
Jakarta, tvOnenews.com - Akademisi dan Pengamat Politik Ubedilah badrun menilai tidak tepat jika kerusuhan dalaam Aksi demo selalu dikaitkan dengan mahasiswa.
Menurutnya, banyak demonstrasi berlangsung damai dan tertib. Ia juga menekankan pentingnya ruang dialog yang setara antara pemerintah dan mahasiswa agar perbedaan pandangan dapat dibahas secara terbuka.
Ubedilah juga menyebutkan ada segelintir orang yang memang ingin membuat kerusuhan dengan mendompleng aksi massa. Tugas pemerintah adalah untuk mencari tahu siapa di balik kerusuhan tersebut.
Ubedilah juga menyoroti polemik diskusi pemerintah dengan mahasiswa di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang sebelumnya memicu kontroversi.
Menurutnya, forum tersebut tidak mencerminkan semangat dialog yang setara karena seluruh pembicara berasal dari unsur pemerintah.
Ubedilah menilai sebuah diskusi di lingkungan kampus seharusnya menghadirkan berbagai perspektif, mulai dari mahasiswa, akademisi, guru besar, hingga pemerintah.
Maka dengan demikian, ruang dialog dapat berlangsung secara seimbang dan memberi kesempatan bagi semua pihak untuk menyampaikan pandangannya.
“Kalau diskusi demokratis, ada unsur mahasiswa yang jadi panelis, ada guru besar, ada akademisi, lalu ada pemerintah. Yang terjadi di sana pembicaranya semuanya dari pemerintah, mahasiswa tidak ada,” ujarnya.
Menurut Ubedilah, absennya perwakilan mahasiswa sebagai panelis memunculkan kesan bahwa mahasiswa hanya dijadikan audiens atau sasaran sosialisasi kebijakan.
Padahal, sebagai bagian dari civitas akademika, mahasiswa memiliki hak untuk terlibat langsung dalam forum diskusi dan menyampaikan pandangan kritis mereka.
Ia menegaskan bahwa forum yang setara atau equal forum menjadi penting agar dialog antara pemerintah dan mahasiswa tidak berlangsung satu arah.
Menghadirkan mahasiswa sebagai panelis, menurut Ubedilah, diskusi dinilai dapat berjalan lebih terbuka, kritis, dan mencerminkan nilai-nilai demokrasi yang hidup di lingkungan perguruan tinggi.
“Kalau pemerintah mau diskusi dengan mahasiswa, ajak mahasiswa sebagai panelis, bukan sebagai objek yang kemudian dijadikan sasaran sosialisasi dari satu perspektif saja,” katanya.